
3 hari berlalu, Alexia datang ke istana dan dia akan menemui Killian.
Tentu saja Alexia di perlakukan dengan baik, dia di jamu layaknya tamu khusus.
" Lady, saya akan melapor kepada Yang mulia raja. Bahwa anda datang berkunjung. " Pelayan itu membawa minuman dan camilan.
" Baiklah, terima kasih. " Ucap Alexia.
Pelayan itu pergi, dia akan memberitahu Killian Bahwa Alexia ingin menemuinya.
Sementara itu, Alexia terus berbicara dalam hatinya.
| Sudah 3 hari aku memikirkan kejadian waktu itu, entah kemana perginya peramal itu. Tapi yang pasti, dia menggunakan sihir penghapus ingatan kepada Agnes, sehingga Agnes tidak mengingat apapun. | Pikir Alexia.
| Dia sengaja menunjukkan gambaran tersebut kepadaku, pertanyaannya siapakah itu? | Pikir Alexia sekali lagi.
" Aku harus menanyakan hal ini kepadanya, jika benar, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. " Gumam Alexia.
Setelah beberapa menit, pelayan yang tadi pergi untuk melapor, dia kembali lagi.
" Kau sudah kembali? " Tanya Alexia.
" Ya...Lady..." Ucapnya hati-hati.
" Apa yang mulia akan datang? " Tanya Alexia.
" Beliau mengatakan jika beliau sibuk, anda bisa kembali lagi besok. " Ucap pelayan itu.
Alexia tidak menyangka bahwa Killian akan menolaknya.
| Tidak bisanya dia seperti ini. | Pikir Alexia.
" Ahh...baiklah, saya akan kembali besok. " Ucap Alexia.
| Mungkin dia memang sibuk. | Pikir Alexia.
Alexia pulang, tanpa bertemu dengan Killian.
...----------------...
Same, ajudan pribadi Killian dia terus berjaga di depan pintu Killian. Selama beberapa hari Killian tidak keluar kamar, dia hanya mengunci pintu.
" Sebenarnya yang mulia kenapa? " Same bergumam.
" Dokumen sudah menumpuk di atas mejanya, tapi beliau tidak kunjung keluar dan menyelesaikannya. "
__ADS_1
" Aku sudah mencoba masuk, tapi yang mulia bilang, dia tidak mau di ganggu. "
Same terus bergumam di depan pintu Killian.
" Rombongan kereta kuda dari kerajaan Shaman akan datang besok. Mereka mempercepat kunjungan. Tapi yang mulia raja tidak mempersiapkan apapun. "
Ketika Same bergumam, pintu ruangan Killian terbuka. Dan Killian muncul dengan wajah lesu dan pucat.
" Yang mulia!! " Same kaget.
Killian berbicara dengan nada lesu.
" Same.....bawa semua dokumen masuk ke dalam ruanganku. " Killian memerintah.
" Ba—baik yang mulia, saya akan membawanya. " Ucap Same patuh.
" Yang mulia, surat dari duke belum anda baca. Saya tidak bisa membaca surat dari Duke, karena itu bersifat pribadi." Same melaporkan mengenai surat yang di kirim oleh Duke Yustaf.
" Bawa itu juga, aku akan membacanya. " Perintah Killian.
" Saya mengerti yang mulia. " Ucap Same seraya pergi untuk mengambil semua dokumen dan surat.
Killian masuk kembali ke dalam kamarnya dengan lesu dan lemas.
| Berapa hari aku mengurung diri di dalam? | Killian bertanya-tanya dalam batinnya.
" Aku dengar Alexia datang kemari, kenapa dia mecariku secara langsung? " Gumam Killian.
" Sisa 4 bulan lagi, aku harus membuat kenangan indah dengan Alexia. " Gumam Killian.
Saat Bergumam, suara iblis dari kekuatannya keluar.
' Tidak, kau tidak bisa membuat kenangan indah. Aku tidak akan membiarkannya. '
Killian yang mendengar suara iblis itu, dia berteriak.
" Diam!! Jangan bersuara!!! " Killian berteriak.
' Kau pikir, aku akan membiarkannya. Gadis itu akan mati di tanganmu sendiri Killian. Aku akan mempengaruhimu. ' Kekuatan iblis terus membisikan kata-kata jahat kepada Killian.
" Arggghhh.....hentikan!! " Killian berteriak lagi, dia menutup telinganya dengan kedua tangannya.
' Tidak ada gunanya kau menutup telingamu, karena aku ada dalam tubuhmu. ' Iblis itu terus berbicara.
Killian berdiri dari duduknya dengan telinga yang masih dia tutup, Killian berdiri tidak beraturan terhuyung-huyung. Iblis itu terus mempengaruhi Killian.
' Ayo keluar dan bunuh seseorang. ' Iblis itu mendorong Killian untuk membunuh seseorang.
Killian pun tanpa sadar berjalan keluar dari kamarnya, dia membawa sebuah pedang di tangannya.
__ADS_1
" Yah....aku harus membunuh seseorang. " Killian berjalan tanpa sadar dengan pedang di tangannya.
Sepertinya Killian akan membunuh seseorang, akan ada korban di istana kerajaan. Dan itu di lakukan oleh Killian sendiri, walaupun tanpa sadar.
...----------------...
Seorang gadis pelayan istana yang cantik, rambutnya hitam, dan matanya berwarna sebiru lautan. Dia tengah membersihkan prabotan istana yang jaraknya tidak jauh dengan kamar Killian.
" Ahhh...aku harus membersihkan ini hingga tidak ada debu. " Ucapnya asik.
Saat perempuan itu tengah asik, dia tidak tahu bahwa itu adalah yang terakhir kalinya dia membersihkan prabotan istana.
Karena gadis itu akan terbunuh oleh Killian, karena hanya dia yang ada di mata Killian saat ini. Mangsa yang dekat tanpa harus mencari lagi.
" Aku harus membunuh seseorang. "
Killian berjalan dengan menyeret pedangnya, mata merahnya semerah darah, itu menyala dengan kilatan membunuh.
Gadis itu yang merasa ada seseorang di belakangnya, dia pun berbalik.
" Ahhh...yang mulia...Salam. " Ucapnya seraya menundukkan wajahnya. Dia tidak tahu bahwa ajalnya sudah datang.
" Aku harus membunuh. " Killian bergumam kecil, seraya melihat kepala gadis itu yang menunduk di depannya.
Lalu, tanpa bicara omong kosong, Killian dengan ganas menebas leher gadis itu tanpa pemberitahuan.
' Sraat..... ' Kepala gadis itu jatuh berguling-guling.
Matanya yang biru masih terbuka, dia mati begitu saja. Karena Killian yang tidak sadarkan diri.
Darah terciprat di mana-mana, Prabotan yang gadis itu bersihkan ternoda dengan darahnya sendiri.
" Ahhhhh.....darah yang menyegarkan. " Killian bergumam.
" Yang mulia!! " Panggil seseorang dengan suara nyaring.
" Satu mangsa lagi. " Ucap Killian dengan ******* darah dari bibirnya.
' Terus bunuh, kau memang mesin pembunuh. ' Suara iblis terdengar lagi.
Killian menatap lekat orang yang tadi bersuara. Dan ternyata itu adalah Same.
...----------------...
Dari kemarin Author gak buat kata BERSAMBUNG di fanel akhir, karena author punya pikiran bakal ngedrop ( gak lanjut) Novel ini, tapi masih di pikir-pikir sih🤣.
Banyak yang di pertimbangin, mulai pembaca yang gak mau di gantung. Author tau, di gantung itu gak enakk😔
__ADS_1
Jadi author mau pikir-pikir dulu.