APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 60 ENDING


__ADS_3

" Kenapa kau tidak berbicara? Apa tubuhmu masih sakit? " Dia terus bertanya dengan wajah cemas.


" Alex? Tolong jawab kakak? " Tanyanya semakin cemas.


Saat dia bertanya dengan memanggil singkatan nama, aku langsung mengatakan sesuatu dari bibirku.


" Alex......


" Alex?....Siapa? " Tanyaku dengan wajah murung.


Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulutku, pria yang terlihat cemas di depanku mengeluarkan ekspresi sedih.


" .....Apa..


" Alex...Apa kau tidak mengingat apapun? " Tanya pria itu dengan nada rendah.


Dari pada menjawabnya, aku hanya menggelengkan kepala.


| Killian, bagaimana sekarang? Aku tidak tahu siapa aku sekarang, dan bagaimana keadaanmu. | Batinku terus bertanya-tanya menganai Killian.


" Kau adalah adikku, Alexia Herlina. Sepertinya ingatanmu hilang karena benturan keras di kepalamu. " Pria itu berbicara yakin.


Aku kaget dengan nama depan yang pria itu katakan. Alexia....


" Alexia, namaku Alexia? bukan Felisia? " Aku bicara dengan pelan.


| Bagaimana mungkin semuanya sama. Mulai dari pria yang ada di depanku, dia sangat mirip dengan Yustaf, kakakku di novel. Lalu namaku... Alexia. Tidak, sepertinya masih ada harapan. Jika kakakku ada di dunia modern ini, Killian dan yang lainnya pasti akan ada di sini. | Batinku berharap.


Tapi, yang lebih aku pikir kan, kenapa aku tidak kembali sebagai Felisia, dan malam berada di tubuh ini.


Jelas ini tubuh Alexia, tapi versi modern.


" Siapa? Siapa nama anda. " Tanyaku hati-hati.


" Rasanya sedih, ketika adik satu-satunya menanyakan nama kakak nya seperti ini. " Ucapnya sedih.


" Namaku Yustaf, Yustaf Arlando. Aku mengikuti marga ayah, dan kau ibu. " Jawabnya senang.


" Dari nama saja sudah sama, aku semakin yakin. " Ucapku.


" Apa? " Tanya yustaf.


" Tidak, kak. Sepertinya aku sudah sedikit ingat. " Jawabku.


| Pasti, Killian pasti ada di sini. | Pikirku.


Aku mulai menerima semuanya, hingga beberapa bulan berlalu, aku keluar dari rumah sakit.


Yustaf mengatakan bahwa aku jatuh dari tangga, dan koma. Jika aku menempati tubuh ini, bagaimana dengan roh Alexia yang asli?


Pertanyaan lainnya, kenapa Alexia yang ada di novel bisa ada di dunia ini?


Apa alasannya? Lalu bagaimana tubuhku yang asli, tubuhku yang bernama Felisia.


...----------------...


Alexia kembali ke dunia modern, dia bertanya-tanya bagaimana ini terjadi, kenapa rohnya tidak meninggalkan tubuh Alexia, dan kembali ke tubuhnya semula sebagai Felisia.


Ini sudah 3 bulan setelah Alexia keluar dari rumah sakit, Alexia yang berada di dunia modern adalah anak konglomerat ternama.


Ayahnya seorang pengusaha yang memiliki banyak aset dan perusahaan ternama. Ibunya seorang sutradara terkenal.


Lalu kakaknya yang mirip dengan yustaf, seorang aktor.


Kehidupan yang Alexia jalani saat ini tidak berbeda jauh dari kehidupan saat dia berada dalam novel.

__ADS_1


Hanya saja, tidak ada Killian, dan orang-orang lainnya yang dia kenal di dunia novel, selain Yustaf.


" Sepertinya semuanya hanya harapanku saja.." Alexia yang duduk di bangku taman rumahnya, dia bergumam sedih.


Alexia berharap jika dia bisa bertemu dengan Killian dan yang lainnya, sama halnya ketika dia bertemu dengan Yustaf.


" .....Apa kita benar-benar tidak akan bertemu lagi? Killian. " Alexia bertanya-tanya.


| Nak? Orang yang berdoa untukmu dan memberikan segalanya, dia merasa kesepian. | Tiba-tiba suara yang menyejukkan terdengar.


Alexia seketika berdiri dari duduknya, dan berbicara sembari mencari asal suara itu.


" Siapa?...." Tanya Alexia.


| Aku dewa yang waktu itu berbicara denganmu. | Jawab suara misterius itu.


" Anda, dewa dunia novel?...." Ucap Alexia.


" Jika benar itu anda, bagaimana keadaan di dunia sana? Bagaimana Killian? " Tanya Alexia tidak sabar.


| Duniaku sudah tiada Alexia. Karena orang itu berdoa dan mengorbankan segalannya untukmu, maka kau boleh meminta satu permintaan yang bisa membuatmu bahagia. | Ucapnya.


" ....Ya, dia mengorbankan segalanya demi diriku. Dari pada aku lebih baik aku meminta untuk dirinya. " Ucap Alexia.


" Tolong hidupkan Killian kembali, biarkan dia hidup bahagia sesuai dengan keinginannya. Jika boleh, biarkan dia melupakan ku. Aku tidak mau menyakiti hatinya lagi. " Ucap Alexia.


| Apa kau yakin dengan permintaan itu? Rohnya memang belum sepenuhnya menghilang. Tapi, orang itu tidak mungkin bisa melupakanmu sepenuhnya. | Permohonan itu jelas akan di kabulkan.


" Tidak apa. Lagi pula dia tidak akan bertemu denganku di dunia yang luas ini. Biarkan dia hidup di dunia mana pun.Walau ingatan tentang kami akan teringat suatu hari nanti. " Ucap Alexia.


| Baiklah, tapi kau jangan terlalu berharap. Karena takdir mu sudah di tentukan. | Suara terakhir yang terdengar sama-sama mulai menghilang.


Alexia duduk lemas, dan bergumam.


...----------------...


2 Tahun kemudian......


" Kakak! Bagaimana pekerjaan kakak hari ini? " Alexia yang terlihat lebih ceria, dia berlari menemui kakaknya.


" Oh, Alexi! " Sapa kakaknya senang.


" Bagaimana? Apa berjalan lancar? " Tanya Alexi sekali lagi.


" Yah, tidak buruk. Karena kakakmu ini aktor yang bisa berakting dengan baik. " Ucap Yustaf girang.


" Yah, selain jago berakting, kakak memiliki wajah tampan. " Ucap Alexia senang.


| Sekarang aku mulai bisa hidup, walau masih memiliki kenangan itu. |Batin Alexia.


" Alexi, saat kau jalan ke ruanganku, apa kau bertemu dengan bocah aneh? " Tanya Yustaf.


" Tidak. " Jawab Alexia datar.


" Jangan sampai kau bertemu dengannya, dia itu berwajah datar dan dingin. Jika kamu melihatnya, aku yakin kamu akan ketakutan. " Ucap Yustaf.


Dari pada itu, Alexia justru penasaran dengan orang yang di maksud Yustaf.


" Jika kakak mengatakannya seperti itu, aku semakin penasaran. " Ucap Alexia.


" Dia pria yang lurus dan dingin. Dia aktor sama sepertiku, hanya saja dia sulit diatur. " Ucap Yustaf.


" Teman kakak? " Tanya Alexia.


" Dia sebentar lagi akan masuk ke ruangan ini, sebaiknya kau jangan bertemu dengannya. " Ucap Yustaf.

__ADS_1


" Kanapa? " Tanya Alexia.


" Dia menyebalkan. " Ucap Yustaf kesal.


| Jika kakak mengatakannya seperti itu, pasti orang itu benar-benar mengesalkan. | Pikir Alexia.


Tidak lama mereka berbincang-bincang, pintu ruangan istirahat khusus aktor terbuka.


Saat itu Alexia terkejut melihat seorang pria yang baru masuk itu.


Rambut hitam tertata rapi, kulit putih, garis dagu yang sempurna, dan mata merah yang tajam.


" Killian?...." Sontak Alexia mengatakan nama seseorang yang dia rindukan.


Laki-laki itu menatap Alexia kaget, dia pun menghampiri Alexia dan membuka mulutnya.


" Apa kau mengenalku?...." Tanya sosok yang mirip Killian di dunia novel.


" Alexia bagaimana kau tahu dia bernama Killian? " Tanya Yustaf bingung.


Alexia tanpa sadar mengeluarkan air mata nya, hal itu membuat Yustaf dan Killian semakin bingung.


" Lihat! Aku sudah menduga bahwa adikku akan ketakutan melihatmu! dia sampai menangis. " Teriak Yustaf di depan Killian.


" Kakak....


" Aku tidak apa-apa. Mataku hanya kemasukkan debu. " Ucap Alexia bohong.


" Kau masih sama, masih selalu berbohong. " Tiba-tiba Killian mengatakan hal yang tidak terduga.


Killian tersenyum ke arah Alexia, tentu saja Alexia juga tersenyum.


" Aku sudah lama menunggu Alexia, kau muncul dalam mimpi setiap malam. Baik di dunia itu, dan dunia ini. Aku selalu menunggumu. " Ucap Killian.


Yustaf terdiam, dengan situasi yang dia lihat.


" Apa benar ini kau Killian? " Tanya Alexia.


" Meski kau masih ragu padaku. Aku tidak masalah, hanya saja. Kali ini, di dunia ini, jangan pernah berpikir untuk pergi, dan menyuruhku untuk melupakan mu. " Ucap Killian.


Meski ini tiba-tiba, Alexia yakin, orang itu adalah Killian, tatapan matanya yang memancarkan kerinduan yang dalam jelas terlihat, itu bukan mata dingin seperti yang di katakan kakaknya Yustaf.


Mata itu memancarkan kerinduaan, kehampaan karena kesepian, dan kelelahan karena menunggu terlalu lama.


" Kakak, tolong jangan bertanya, karena ini akan sangat panjang. Pria ini adalah orang yang aku sayangi, dan aku cintai lebih dari segalannya." Ucap Alexia.


" Apa? Jadi, dia kekasihmu? " Tanya Yustaf.


" Tidak, lebih tepatnya calon suami. " Killian dengan senang menjawab.


Dalam kebingungan, Yustaf hanya bisa menerima apa yang di katakan adiknya. Karena dia percaya apa yang adiknya katakan.


" Jadi, aku ingin secepatnya menikah. " Ucap Killian.


" Aku belum tahu dari keluarga mana sekarang kau berasal, dan keluarga ku yang sekarang sangat ketat dengan urusan pernikahanku. " Ucap Alexia.


" Tenang saja jika hal itu, karena aku akan memberikan yang terbaik. " Ucap Killian.


Alexia memeluk Killian, dan mereka pun bisa hidup bersama di dunia modern. Untuk pernikahan nya, Killian dan Alexia masih berusaha untuk mendapat restu dari kedua orang tuannya masing-masih.


Tapi di akhir ini, mereka pasti akan bahagia, meskipun akhir kisah ini sedikit membingungkan, tapi jelas kisah ini berakhir dengan kedua pasangan yang pada akhirnya bisa bersama lagi di dunia asli, bukan di dunia novel.


...----------------...


...TAMAT....

__ADS_1


__ADS_2