APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 33


__ADS_3

Killian yang di tinggalkan, dia bergumam pelan dengan hati yang hancur.


" Kau bahkan mencoba mendorongku lagi. "


" Jika kau memperlakukanku seperti itu. Untuk apa aku menjadi seorang raja. Aku bahkan tidak menerima ucapan selamat dari dirimu. " Gumam Killian seraya mengusap rambutnya kasar.



...----------------...


Ruang Sihir...



" Bocah itu memintaku untuk membuka dimensi lain. Lalu untuk apa kemarin dia menutup semua dimensi. " Gumam penyihir Agung.


" Aku tidak bisa membuka dimensi ini dua kali. Jika aku membukanya sekarang dan menutupnya kembali. Aku tidak bisa membukanya lagi nanti." Ucap Penyihir Agung.


Membuka dimensi lain membutuhkan banyak kekuatan. Jika membuka dimensi itu sekarang. Maka nanti Penyihir Agung tidak bisa membukanya lagi.


" Aku harus melihat dunianya terlebih dahulu, apakah itu dunia masa depan atau dunia masa lalu. " Ucap Penyihir Agung seraya mengeluarkan bola sihir.


Penyihir agung membaca mantra dan bola itu tiba-tiba bersinar terang.



" Mari kita lihat, seberapa bagusnya dunia gadis itu. Hingga dia ingin kembali ke sana. " Ucap Penyihir agung.


Bola itu memperlihatkan sebuah kota dan gedung-gedung yang menjulang tinggi. Berbeda dengan dunia ini.



" Bangunan apa itu. " Gumam penyihir agung.


Di sini hanya ada rumah dan mansion. Tidak ada gedung yang tinggi. Bahkan transportasi pun menggunakan kereta kuda. Sedangkan di dunia asli Alexia, banyak menggunakan mobil sebagai transportasi.




" Kotak pun bisa menjadi transportasi. " Pikir penyihir agung, yang melihat sebuah mobil.


Penyihir agung tidak tertarik dengan itu, dia lebih tertarik dengan raga Alexia.


" Mari kita cari raga gadis itu. " Ucap Penyihir agung seraya membaca mantra.

__ADS_1


Penyihir agung menyebut nama Alexia yang sebelumnya. Yaitu Felisia, untuk mencari raga asli Alexia.


" Aku sudah tahu, bahwa Roh yang ada dalam tubuh Alexia bukan roh aslinya. Melainkan roh dari dunia lain. Dan aku juga tahu nama dari roh tersebut. " Ucap Penyihir Agung.


Bola itu bercahaya, dan memperlihatkan suasana rumah sakit.


...----------------...


Dunia Alexia yang terlihat dalam bola tersebut.



Rumah sakit.



Raga asli Alexia ada di rumah sakit, dia masih terbaring dengan banyak alat bantu di tubuhnya.



Di sisi lain, ada dua orang yang sedang berselisih. Mereka sesekali menyebut nama Felisia. Dua orang itu adalah Ibu dan Ayah Felisia.




" Aku tidak tahu. Kau urus saja dia. " Ucap Ayah Felisia.


" Kenapa aku harus mengurusnya. Dia bukan anakku. " Ucap Ibunya Felisia.


" Kenapa dia tidak mati saja. Lagi pula, saat sembuh pun dia tidak bisa bekerja lagi untuk kita. Karena dia akan lumpuh. " Ucap Ayahnya.


Alexia bilang, bahwa keluarga aslinya yang ada di dunia asli sangat menyayangi dirinya yang sebagai Felisia. Akan tetapi, dugaan dia salah.


Sebenarnya, Felisia bukan anak kandung dari mereka. Mereka hanya memanfaatkan Felisia, karena Felisia adalah penyokong mereka.


Felisia adalah seorang pekerja keras di dunia aslinya, dia selalu bekerja dan bekerja. Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.


Felisia selalu memberikan hasil pekerjaannya kepada kedua orang tuanya. Karena dia menyangka bahwa uang itu akan di gunakan untuk hal yang baik.


Akan tetapi, Felisia salah.


Uang yang dia berikan di gunakan untuk berjudi dan hal-hal buruk lainnya. Felisia selalu menanyakan uang yang dia hasilkan.


Dia selalu bertanya, di gunakan untuk apakah uang itu. Apakah uang itu cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.

__ADS_1


Ibu Felisia berbohong dengan mengatakan, bahwa uang yang di berikan nya di gunakan untuk biaya pengobatan dan untuk makan sehari-hari. Selain itu, ibunya juga bilang bahwa uang itu tidak cukup untuk memenuhi segala kebutuhan.


Padahal uang yang di hasilkan Felisia sangat mencukupi jika di gunakan untuk kehidupan sehari-hari.


Felisia tidak curiga dengan mereka, karena mereka selalu menampilkan senyum dan bersikap baik di depan Felisia.


Namun, mereka ternyata hanya tersenyum dan bersikap ramah di depannya saja. Mereka tidak pernah menyayangi Felisia.


" Jika anak ini mati, uang tunjangan dari perusahaannya. Akan jatuh ke tangan kita. " Ucap ayahnya Felisia.


" Kau benar. Tapi, kita tidak mungkin membunuhnya. Aku tidak mau masuk penjara. " Ucap ibunya Felisia.


" Lagi pula anak itu tidak akan bangun lagi, jadi kita tunggu kematiannya saja. " Ucap Ayahnya Felisia.


" Bilang kepada dokternya, bahwa dia tidak perlu memberikan obat lagi kepada anak itu. " Usul Ibunya Felisia.


" Ya, kau benar. Sudah 2 tahun dia terbaring di sini. " Ucap Ayahnya.


" Semua uang yang ada dalam buku tabungannya sudah habis, aku tidak mau mengeluarkan uangku untuk anak yang bukan anakku. " Ucap Ibunya.


" Ya sudah kita biarkan saja dia mati. " Ucap Ayahnya.


Mereka tidak berharap Felisia bangun. Karena jika Felisia bangun pun, dia akan lumpuh. Karena selama 2 tahun dia tidak bangun.


Alexia ingin pulang, dan menjadi Felisia kembali. Akan tetapi.....


Alexia tidak mengetahui, bahwa orang yang dia anggap sebagai keluarganya. Tidak pernah mengharapkan kepulangannya.


Bahkan, Alexia tidak tahu. Jika dia kembali sebagai Felisia dia akan lumpuh.


...----------------...


Penyihir agung yang melihat hal tersebut dari bola sihirnya. Dia terdiam dan tidak mempercayai ini.


Dia segera menutup bola sihirnya, karena melakukan itu pun harus mengeluarkan energi yang banyak.


" Dia ingin kembali ke dunianya yang seperti itu? " Tanya Penyihir agung kepada dirinya sendiri.


" Dunia di mana orang terdekatnya tidak mengharapkan kepulangannya. Bahkan akan lumpuh. " Gumam penyihir agung.


| Aku tidak berhak ikut campur dan memberi tahunya. Biarkan dia mengetahuinya sendiri, saat dia kembali ke dunia asalnya. Biarkan dia merasakannya, jika aku memberi tahu Killian. Dia pasti akan mengurangi umurnya lagi.| Pikir penyihir agung.


...----------------...


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2