
Lais keluar dari kamar Killian, dia terlihat murung dan sedih.
" Kenapa dia harus seperti itu....
" Bersikap seakan baik-baik saja....
" Padahal dia sekarat, dia benar-benar gila!!!!...
" Kau gila kakak!!!!...
Lais terus menggumamkan Killian, dia marah kepada Killian, karena dia terus menyembunyikan semuanya. Seakan dia tidak pernah menganggap Lais sebagai keluarganya.
Saat Lais tengah bergumam, Agnes datang dan memeluk Lais.
" Kenapa kau memiliki raut wajah yang buruk? " Tanya Agnes yang saat itu memeluk Lais.
LaisLais pun, memeluk Agnes dia mengelus rambut Agnes dan sesekali mencium kepalanya.
" Terima kasih karena kau mau kembali kepadaku....." Ucap Lais.
" Aku memang salah waktu itu. Seharusnya aku tidak berpikiran sempit dan membentakmu seperti itu. " Ucap Agnes pelan.
Saat di rumah Alexia, Lais menjelaskan semuanya, dan untungnya Agnes mengerti dan menerima perasaan Lais, meskipun Lais adalah pangeran.
" Aku sangat mencintaimu Agnes, sejak dulu, sejak kita bertemu di taman....
" Kau menjadi tujuanku selama ini, jika itu bukan kau, aku tidak tahu harus apa dan bagaimana....
" Jangan pernah mencampakkan aku, itu sangat menyakitkan untukku Agnes......
" Saat kau menolak ku, rasanya ada yang hancur dalam jiwaku.....aku terus berpikir bagaimana agar kau mengerti..
" Tapi untunglah, kau mengerti dan tidak marah lagi.
Lais yang masih memeluk Agnes, dia mengungkapkan perasaannya yang lebih dalam. Tentunya, Agnes yang mendengarnya dia sangat senang.
" Maaf......aku tidak akan seperti itu lagi. " Ucap Agnes.
" Ya...kau tidak bisa seperti itu lagi, karena kau akan menikah denganku.....aku tidak bisa menunggu lagi Agnes....." Ucap Lais.
Agnes tidak menyangka, bahwa Killian menyetujui hubungan mereka, saat Agnes di perintahkan keluar, dia takut jika Killian melarang Lais untuk menikah dengannya.
Tapi untungnya, ketakutan itu tidak terjadi.
__ADS_1
" Ya, aku akan menikah dengan mu Lais... " Agnes menyetujuinya dan memeluk erat Lais.
...----------------...
Sementara itu, Alexia dia tengah mencari cara untuk menyelamatkan Killian, dia mencari pemeran utama wanita yang bisa menolong Killian.
Alexia mencari di sebuah desa dekat dengan istana.
" Jika aku tidak salah ingat, pemeran utama wanita di katakan tinggal di sebuah desa dekat dengan istana. " Alexia bergumam, dia bergumam mengenai informasi pemeran utama wanita.
Alexia mencari rumah pemeran utama wanita, dia tidak mengetahui bahwa si pemeran utama wanita sudah meninggal di tangan Killian.
Saat dia mencari-cari dengan melihat-lihat rumah yang ada di sana, tiba-tiba seorang wanita cukup tua yang berpapasan dengan Alexia, dia bertanya.
" Lady, sepertinya anda sedang kebingungan? apa yang anda cari? " Tanya Wanita tua itu.
Alexia memang berlagak seperti mencari seseorang, makannya tidak heran wanita itu bertanya.
Alexia kemudian bertanya, sembari menggambarkan ciri-ciri orang yang dia cari.
" Ahh....
" Saya sedang mencari seseorang, ciri-cirinya seperti ini, dia cantik, memiliki rambut hitam sehitam malam, kulit putih, dengan mata sebiru lautan. Apa anda mengenalnya? " Tanya Aelxia.
" Aku membutuhkan dia, jangan bertanya Arsen. Tugasmu hanya untuk mengawalku! " Alexia menjawab sembari memberikan peringatan kepada Arsen.
" Baik, Lady. Saya minta maaf. " Ucap Arsen.
Alexia kembali bertanya kepada wanita tua itu. Tapi, saat Alexia berbalik, dia melihat wanita tua itu gemetar dia terlihat tidak baik, tidak seperti sebelumnya.
Lalu Alexia bertanya.
" Anda kenapa? " Tanya Alexia, seraya memegang bahu wanita itu.
Lalu wanita tua itu menatap Alexia dengan mata berair, dia menangis entah kenapa dia menangis.
" Ikuti saya. " Wanita tua itu berjalan, dia meminta untuk diikuti.
Alexia pun mengikuti wanita tua itu, dia terlihat masuk ke dalam rumah kecil. Alexia pun ikut masuk, saat masuk dia melihat banyak lukisan wajah seorang perempuan.
" Ini.....
" Rambut hitam, mata biru....
Alexia berbicara seraya menatap lukisan yang tergantung di dalam rumah tersebut.
__ADS_1
" Ya, anda benar Lady. Apa orang yang anda cari adalah dia? " Tanya wanita itu.
Alexia meneliti lagi wajah yang ada di dalam lukisan tersebut.
| Wajah yang cantik meski terlahir di keluarga yang sederhana, rambut hitam sehitam malam, mata biru sebiru lautan. Semuanya terlihat cocok dengannya, apa ini benar-benar pemeran utama wanita? | Alexia bertanya-tanya dalam benaknya .
" Di mana dia? " Tanya Alexia, tidak sabar.
| Meski aku tahu, jika aku membawa pemeran utama ke hadapan Killian, Killian akan tertarik dengannya dan mulai jatuh cinta, dia akan melupakanku yang seharusnya lenyap sebelum dia bertemu dengan pemeran utama wanita. |
| Aku memang seharusnya lenyap saat Killian menaiki tahta. Tapi, karena Killian mempercepat kenaikan tahta tanpa bantuan dariku dan tanpa melibatkanku, aku tidak mati. Tapi tetap saja, Killian tetap akan jatuh cinta dengan pemeran utama wanita sebagai mana mestinya. | Alexia berpikir mengani alur Novelnya.
| Tidak apa, itu akan baik karena pemeran utama wanita bisa mematahkan semua kutukan tirani yang dia miliki, dan Killian akan hidup bahagia. | Pikir Alexia sekali lagi.
Tapi Alexia salah, karena alur dalam novel sudah kacau, semuanya jadi berantakan, sejak Killian memutar waktu, dan terobsesi dengan Alexia.
Semua sudah tidak berjalan sesuai alur, dan Alexia tidak akan pernah menyangka bahwa pemeran utama wanita sudah meninggal.
" Orang yang lady cari ada di istana. " Ungkap Wanita tua itu dengan wajah yang segan.
" Di istana? " Alexia bertanya.
" Dia di istana sebagai pelayan, tapi....
" Dia sudah meninggal...
Wanita itu berbicara dengan pelan seraya menatap Alexia. Wajah Alexia yang tadinya biasa saja, dia tiba-tiba berubah menjadi bingung dan tidak percaya dengan perkataan wanita tua itu.
" Apa yang anda katakan? " Tanya Alexia dengan tatapan kosong.
" Dia sudah meninggal belum lama ini, karena yang mulia raja membunuhnya. " Ucap Wanita tua itu.
Alexia seketika menutup mulutnya seolah kaget, dia tidak mengira bahwa pemeran utama wanita yang selama ini dia cari, ternyata sudah mati.
" Apa anda yakin? " Tanya Alexia tidak percaya.
| Omong kosong!!! bagaimana mungkin pemeran utama mati begitu saja. Apa ini lelucon?!!!! | Alexia membatin.
" Ya, Lady. Saya mengatakan hal yang sejujurnya. " Ungkap Wanita itu.
Lalu saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba Alexia mendengar bisikan aneh. Bisikan itu sama dengan suara yang menjanjikan Alexia, bahwa setelah dia menjalankan alur dalam novel dia akan kembali.
[ Manusia yang malang, kau sudah berusaha menjalankan semua alur sesuai novel. Tapi tidak ada hasilnya, kau kembali ke tempat semula. Terus seperti itu, bahkan sekarang pemeran utama wanita sudah lenyap. Dan sebentar lagi, orang itu juga akan lenyap. ]
...----------------...
BERSAMBUNG......
__ADS_1