
Alexia yang di tinggalkan, dia hanya meratapi kepergian Killian.
" Dia marah....." Alexia bergumam Kecil.
" Dia akan mempercepat kepulanganku?.....
Alexia bertanya-tanya dengan tatapan kosong, tanpa jawaban.
" Kenapa rasanya aku tidak senang? Kenapa rasanya berat? ada apa denganku?......
" Bukankah aku memang ingin pulang? "
Ketika Killian bilang bahwa dia akan mempercepat kepulangan Alexia, Alexia tidak merasa senang, Alexia tidak tahu kenapa dia tidak senang.
Sejak pertama kali dia memasuki tubuh Alexia, dia ingin pulang. Tapi sekarang berbeda, dia malah merasa berat.
" Sadarlah!! ini bukan duniamu. "
" Akan bagus jika kepulanganku di percepat, dan aku bisa memastikan langsung arti dari mimpi yang baru-baru ini terjadi. Keluargaku tidak mungkin seperti itu. "
Alexia sangat keras kepala, saat dia kembali nanti, dia akan menyesalinya. Karena keluarganya memang tidak menyayanginya.
" Selain itu, Killian bisa hidup dengan pemeran utama wanita, dia akan menyelamatkannya. " Gumam Alexia.
Alexia bahkan tidak tahu, jika pemeran utaman wanita sudah mati di tangan Killian. Killian membunuh pemeran utama wanita saat kekuatan Iblisnya menggila.
Ya, benar......
Pelayan berambut hitam dan mata biru yang di bunuh oleh Killian waktu itu adalah pemeran utama wanita. Dia mati tanpa menjalankan peran apapun.
Tidak ada yang bisa mengubah takdir Killian, Killian sudah di pastikan akan mati.
Karena pemeran utama wanita yang di percaya dapat menyelamatkan Killian, sudah tidak ada. Dan Alexia akan kembali ke dunia asalnya, cepat atau lambat.
Saat Alexia kembali ke dunia asalnya, saat itu pula Killian mati dan menghilang tanpa meninggalkan raga dan jiwa. Tidak akan ada jejak yang tersisa dari kehidupan Killian. Walau sedikit pun.
...----------------...
Istana Kerajaan.
Keesokan harinya......
Tamu kerajaan Shaman sudah tiba, penyambutan pun sudah di lakukan tanpa Killian.
Para tamu, sekarang sudah berada di istana khusus tamu kerajaan.
Ahwin yang penasaran dengan Killian yang merupakan raja dari Lamond, dia akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan Killian di ruang singgasananya.
Ruang singgahsana.
Killian yang duduk di atas singgahsana, dia terlihat lebih pucat, dan dia masih batuk darah sesuai dengan kondisi yang sudah di ceritakan.
Ahwin di temani dengan Same dan juga ajudannya sendiri Saron. Dia bertanya-tanya.
" Sepertinya, beliau sedang sakit.... " Ahwin bertanya-tanya mengenai kesehatan Killian, seraya berjalan ke depan Singgahsana.
__ADS_1
Killian yang melihat Ahwin dengan tatapan lelah dan dingin. Dia bergumam kecil.
" Jadi dia orangnya?....." Gumam Killian kecil.
Ahwin memberhentikan langkahnya di depan singgahsana Killian. Dan dia berbicara dengan sopan.
" Salam.... " Ahwin memberi salam sesuai aturan.
" Salam untukmu juga. " Ucap Killian.
" Bagaimana? apa anda merasa nyaman di sini? " Tanya Killian.
Ahwin menjawabnya seolah dia nyaman.
" Saya cukup nyaman..." Ucap Ahwin.
" Lalu....untuk apa anda berkunjung kemari? " Tanya Killian tanpa basa basi.
Ahwin pun menjawab dengan tenang.
" Ada Lady di kerajaan ini yang mengajukan pertunangan dengan saya. " Ucap Ahwin.
Killian memutar matanya dan dia berkata lagi.
" Lady? siapa? " Tanya Killian seolah tidak tahu.
Ahwin menjawab dengan jujur.
" Lady Alexia Winter Glass. " Ucap Ahwin.
Same yang mendengarnya dia mengerutkan dahinya seperti tidak percaya. Lalu dalam batinya dia berkata.
| Kenapa ini bisa terjadi? Bukankah Yang mulia raja sangat menyukai Lady Alexia? Beliau pasti akan marah. | Pikir Same.
Killian tidak merespon, dia mengalihkan pandangannya ke bawah.
Ahwin merasa jika pembicaraan semakin serius ketika dia mengucapkan nama Alexia.
" Ahhhh.....Alexia dari keluarga Duke? " Killiam akhirnya bersuara lagi.
" Ya...anda benar. " Ucap Ahwin.
" Kalian berdua keluar sebentar, aku ingin berbicara dengan Raja Ahwin. " Killian tiba-tiba memerintah.
Same dam Saron saling bertatapan, lalu mereka pun keluar.
Dan saat ini tersisa Ahwin dan Killian.
" Anda ingin berbicara? " Tanya Ahwin.
" Lady Alexia sudah memiliki pasangan. " Ucap Killian langsung.
Ahwin tersenyum, seolah dia tidak peduli. Dia maju lebih depan ke singgahsana Killian. Lalu dia berbicara.
" Benarkah? lalu, siapakah itu? " Tanya Ahwin penasaran.
Killian dengan tatapan dingin dan tajam, menjawab Ahwin.
" Dia tepat di depanmu..." Ucap Killian.
Ahwin mengerutkan keningnya, dia kemudian mengangkat tangannya dan menggaruk kepalanya.
" Ahhh.....
" Jadi anda adalah pasangannya? " Tanya Ahwin memastikan.
__ADS_1
Sebelum Killian menjawab Ahwin, dia berbicara lagi.
" Sepertinya anda berbohong. Dalam surat yang di kirim oleh Lady Alexia, dia bilang bahwa dia tidak memiliki pasangan. " Ucap Ahwin.
Killian terkekeh dengan ucapan Ahwin, dia pun berbicara lagi.
" Dia benar, tapi saya merasa bahwa saya adalah pasangannya. Jadi, lebih baik anda menyerah dan pulang ke kerajaan anda. " Ucap Killian.
| Aku tidak akan membiarkan Alexia jatuh ke tangan pria lain. | Pikir Killian.
" Heh....." Ahwin memutar bola matanya.
" Saya tidak bisa pulang, sebelum bertunangan dengan Lady Alexia. " Ucap Ahwin dengan mata yang menatap Killian.
Sekarang tatapan kedua orang itu terjalin, saling menatap satu sama lain. Khusus untuk Ahwin, senyum tetap ada, tetapi hanya mata mereka yang dingin.
" Hah!!.....baiklah. " Killian tiba-tiba berbicara lagi.
" Mari kita berduel. " Ucap Killian.
Ahwin tertarik, lalu dia pun bertanya.
" Menarik....
" Apa duelnya? " Tanya Ahwin.
Killian menjawab Ahwin.
" Pedang, senjata api, tombak, panah atau apapun itu. Anda bisa memilih. " Ucap Killian.
Ahwin pun memilih duelnya.
" Akan lebih baik Duel pedang." Ahwin sudah memilih.
Killian pun terdiam dengan pilihan Ahwin.
| Aku benci pedang, ketika tanganku memegang pedang, rasanya pembuluh darahku akan pecah. | Pikir Killian.
Meski Killian membunuh keluarga kerajaan dengan pedang, dia tetap saja tidak terbiasa dengan pedang. Dia akan menggunakan pedang hanya saat kekuatan iblis menguasainya.
" Baiklah, saya akan menyiapkannya. " Ucap Killian.
" Satu lagi, jika anda kalah, anda harus meninggalkan kerajaan ini dan membatalkan pertunangan anda dengan Lady Alexia. " Ucap Killian.
Ahwin mengangguk, dia setuju.
" Baiklah, saya akan menepatinya. " Ucap Ahwin.
...----------------...
Ruang Sihir.
Penyihir agung saat ini tengah mempersiapkan pembukaan dimensi, untuk kepulangan Alexa. Tentu saja itu perintah Killian.
" Tidak ada yang bisa di harapkan. Dia sudah mengurangi umurnya lagi. " Ucap penyihir agung.
" Sisa waktunya tinggal satu minggu, setelah satu minggu dia akan lenyap. Ini semua karena diriku yang ceroboh. " Gumam Penyihir Agung.
" Seharusnya aku tidak memberikan gambaran lewat mimpi kepada gadis itu. " Ucap Penyihir agung.
...----------------...
BERSAMBUNG.........
__ADS_1
" Aku akan menikah, tolong restui kami. "
" Jadikan dia ratu. Dan jalani hidupmu dengan baik. "