
...----------------...
" Saya akan membawa anak yang anda kurung di gudang anggur. " Ucap Yustaf serius.
Ketika mendengar itu, sang raja kaget kenapa Yustaf bisa tahu mengenai anak yang dia sembunyikan.
" Beraninya kau datang ke sana!! " Sang raja berdiri dari duduknya dan berteriak.
" Sepintar apapun anda menyembunyikan bangkai tersebut, baunya akan tercium juga." Ucap Yustaf.
" Kau berani berbicara seperti itu!! " Ucap sang raja emosi.
" Meski anda seorang raja, tetapi saat ini kekuatan keluarga duke lebih tinggi dari kekuatan raja. " Ucap Yustaf.
Keluarga Winter Glass memang sangat berpengaruh lebih dari raja, karena kekayaan kerajaan berakar dari keluarga duke.
Keluarga Duke juga merupakan salah satu pendiri kerajaan ini.
Duke yang dulu merupakan salah satu dari ke tiga pendiri kerajaan Lamond.
Tentu saja raja tidak bisa membantah keinginan Yustaf.
" Jika aku tidak mengingat jasa duke terdahulu, mungkin hari ini kau sudah di penjara. " Ucap Sang raja.
" Saya hanya ingin menjadi wali dari anak itu, kenapa anda harus memasukkan saya ke dalam penjara? Bukankah anda tidak mengakuinya? " Tanya Yustaf sinis.
" Cukup....
" Kau boleh membawa anak itu, lagi pula aku tidak mau mengakuinya sama sekali. " Ucap Sang raja.
" Saya akan membawa pangeran hari ini juga. " Ucap Yustaf.
" Aku tidak menganggapnya sebagai pangeran, jangan panggil dia pangeran di depanku. " Ucap Sang raja.
Yustaf pergi begitu saja tanpa memberi salam.
Raja yang di tinggalkan, dia amat marah.
" Sialan kau Yustaf, masih muda saja kau sudah sombong. " Ucapnya.
Yustaf kembali menjemput Killian, dia yang masih tidak sadarkan diri akibat buah beracun, tetap di bawa ke mansion duke.
__ADS_1
Saat dia pertama kali datang ke mansion duke, keadaannya sangat lusuh, tubuh yang kurus dan penuh luka.
Di kehidupanku yang pertama sebagai Alexia, aku sempat menangis melihat wujud killian yang mengkhawatirkan.
Tapi sekarang aku tidak melewati hal itu, karena aku hidup kembali di usia 14 bukan 10 tahun.
Saat Killian membuka matanya, dia sempat heran, bingung dan asing dengan lingkungannya.
Tentu saja yang pertama kali dia lihat adalah wajahku.
" Siapa kau? " Tanya Killian.
" Aku...Alexi....Alexia. " Ucap Alexia.
" Mulai sekarang kau akan menjadi temanku. " Ucap Alexia seraya tersenyum.
Killian pun pada saat itu tersenyum cerah, seolah deritanya sudah hilang.
Begitulah Killian bisa tinggal di mansion ini, sampai sekarang.
...----------------...
" Aku tahu kakakmu memungut dia, dan dia di biarkan tinggal di sini. Kau jujur saja Alis. " Ucap Robert.
' Buggghh ' Bantal itu di lempar.
Robert menangkap bantal itu dengan spontan.
" Diam!! jangan bicara lagi atau aku akan merobek mulutmu!! " Alexia marah.
" Alis!! bantal ini berdebu, kau melemparkannya begitu saja ke arahku. " Ucap Robert seraya mengelap tangannya dan mukanya dengan sapu tangan.
" Lagi pula untuk apa kau ikut kemari!! " Ucap Alexia.
" Apa aku tidak boleh menemuimu? " Ucap Robert yang masih sibuk dengan sapu tangannya.
" Aku tidak mau bertemu orang bersih sepertimu!! " Ucap Alexia.
" Kenapa kau marah saat aku bilang bahwa anak itu di pungut, toh dia tidak ada. Mungkin saja dia sekarang sedang bersembunyi di gorong-gorong karena malu. " Ucap Robert.
" Kauuu!!
" Siapa bilang jika aku malu? " Tiba-tiba Killian muncul.
__ADS_1
Alexia menatap Killian yang berjalan ke arah mereka, dan dia dengan santai duduk di sofa bersama mereka.
" Tidak ada kue coklat di sini. " Gumam Killian yang matanya terus mencari kue yang dia maksud.
" Killian? Kau dari mana saja? " Tanya Alexia.
" Aku sedang mengurus sesuatu yang penting. " Ucap Killian datar.
" Alexi!!....alexia!! " Agnes memanggil Alexia dengan berbisik.
" Apa? " Tanya Alexia.
" Dia pangeran itu? " Tanya Agnes penasaran.
" Ya, kenapa? " Tanya Alexia.
" Dia tampan, aku baru melihat laki-laki tampan sepertinya. " Ucap Agnes.
| Kau memang berpikir seperti itu saat bertemu dengan Killian, tetapi kau akan berubah pikiran saat bertemu dengan pangeran Lais Lamond. | Pikit Alexia.
" Dia laki-laki, tentu di sebut tampan. " Ucap Alexia.
" Hei bocah, kau berbohong tentang urusanmu itu, benarkan? " Tanya Robert.
" ..... " Killian diam.
" Hei!! " Robert memanggilnya lagi.
" Kau pasti saat itu bersembunyi di gorong -gorong. " Ucap Robert.
" Sepertinya ada makhluk yang berbicara di sekitar sini, tapi wujudnya tidak terlihat. " Ucap Killian datar.
" Apa kau bilang?!!!! " Robert marah.
" Hentikan!!!! " Teriak Alexia.
" Kakak, berhentilah mempermalukan dirimu. " Agnes ikut berbicara.
" Awas kau pungut, kita belum selesai. " Ucap Robert mengancam.
" Orang aneh. " Ucap Killian dingin.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG......