
Kediaman Alexia, malam hari.
Saat itu, Alexia tengah makan malam dengan Yustaf dan Agnes. Alexia yang duduk di samping Yustaf dan Agnes, dia terlihat melamun. Begitu pula dengan Agnes, merasa heran Yustaf bertanya.
" Alexi? ada apa? " Tanya Yustaf seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Alexia yang terlihat pucat, dia menjawab pelan.
" Kakak, jika aku bukan adikmu yang sesungguhnya.......
Alexia menunduk, lalu dia melanjutkan perkataannya, seraya menatap Yustaf.
" Apa kakak akan membenciku? dan mengusirku? " Tanya Alexia sendu.
Yustaf yang mendengar perkataan Alexia, dia terdiam sejenak, baru setelah itu dia berbicara dengan yakin.
" Alexi, kau adikku. Kau adik yang sudah menemaniku sejak kau lahir hingga sekarang. Mana mungkin kau bukan adikku. " Ucap Yustaf.
Alexia terdiam, dia ingin bilang bahwa dirinya bukan Roh Alexia yang asli melainkan, Roh yang terjebak di tubuh Alexia yang sudah mati.
" Agnes kau kenapa lagi? " Tanya Yustaf, yang melihat Agnes melamun.
Agnes tiba-tiba saja menangis, dan dia memeluk Alexia.
" Huwaaaaaaaaaa.......
" Alexi? Alexi.....Bagaimana ini........huaaaaaaaa.....
Alexia kaget ketika Agnes menangis di pelukannya. Dia pun bertanya.
" A—Agnes....kau kenapa? " Tanya Alexia gagap.
Yustaf yang melihat Agnes menangis, dia pun ikut bertanya.
" Kenapa kau menangis? apa makanan nya tidak enak? " Tanya Yustaf panik.
" Kak, aku akan membawa Agnes ke kamarnya. " Ucap Alexia.
" Ya....kau boleh pergi, sepertinya dia ingin bercerita. " Ucap Yustaf.
Agnes masih menangis tersedu-sedu, Alexia akhirnya membawa Agnes ke kamarnya.
...----------------...
Kamar Agnes.
" Alexia, aku bertemu dengannya, dan dia berbohong kepadaku. " Ucap Agnes yang saat ini tengah duduk di kursi kamarnya.
Dia menangis tersedu-sedu, dia bercerita bagaimana Lais membohongi dirinya. Alexia yang mendengarnya dia memberi Agnes pencerahan.
" Agnes, mungkin pangeran Lais, bermaksud baik dengan menyembunyikan identitasnya. Dulu dia di kekang oleh raja dan Pangeran pertama Calix. Mungkin, jika kau mengetahui kalau dia pangeran kau akan dalam bahaya. " Ucap Alexia.
Agnes terdiam, dia pun berbicara lagi.
" Tapi setidaknya dia memberi tahuku, aku tidak akan membocorkannya. " Ucap Agnes.
" Kadang berbohong demi kebaikan itu di perlukan, apalagi jika menyangkut orang yang dia cintai. Pangeran Lais pasti tidak bermaksud membohongimu. " Ucap Alexia.
| Agnes, kau harus menikah dengan Lais, karena itu adalah takdirmu yang baru. | Pikir Alexia.
" Apa aku salah karena membentaknya waktu itu, mungkin saat ini dia membenciku. " Ucap Agnes yang perlahan sadar.
" Tidak, dia tidak mungkin marah. " Ucap Alexia.
" Aku harus menemuinya, jujur saja Alexia, aku sudah jatuh cinta dengan Pangeran Lais, sejak pertama kali bertemu. Apa aku boleh mencintai seorang pangeran? " Tanya Agnes.
" Siapa yang menentang kalian, jika kalian sudah saling menyukai. " Ucap Alexia.
__ADS_1
" Baiklah, terima kasih Alexi, kau sudah memberi tahuku. " Ucap Agnes.
Alexia mengangguk, dan dia memutuskan untuk pergi dari kamar Agnes.
...----------------...
Taman di kediaman Alexia.
Alexia memutuskan untuk berjalan-jalan di taman, taman di sana sangat cantik apalagi saat malam.
Alexia sudah mendapat beberapa kepingan mimpi tentang dunia asalnya. Makanya dia mau mengungkapkan identitasnya kepada Yustaf.
" Sejak aku menemui peramal itu, aku selalu bermimpi tentang dunia asalku. "
" Heh....." Alexia menyeringai.
" Mana mungkin itu sungguhan, keluargaku tidak mungkin seperti itu. " Gumam Alexia tidak percaya.
Alexia mendapat beberapa keping mimpi, di mana keluarga aslinya tidak benar-benar mencintainya.
" Tenang Alexia, itu hanya mimpi......
Alexia yang semula berdiri di depan hamparan bunga-bunga, dia akhirnya berjongkok dengan memegang kedua lututnya dan menangis.
" Itu hanya mimpi.......
" Bagaimana mungkin keluargaku tidak benar-benar menyayangiku. "
" Keluargaku sangat menyayangiku dengan sepenuh hati, mereka selalu menungguku pulang. " Gumam Alexia seraya menangis.
Dia merasa terpukul dengan beberapa mimpi yang telah dia lihat.
Ibunya dan ayahnya yang tidak benar-benar mencintai dirinya. Mereka hanya memanfaatkan dirinya di dunia asli hanya demi uang.
" Ayahku di dunia asli pasti tidak mungkin seperti itu, dan ibuku tidak mungkin hanya memanfaatkanku. " Ucap Alexia.
Saat Alexia tengah mengeluarkan semua yang dia pendam, tiba-tiba dia melihat punggung seseorang. Itu adalah punggung Killian.
" .......Hh...Killian? " Alexia mengusap air matanya dan bergumam kecil.
Killian pun menoleh ke arah Alexia dengan wajah mengeras.
" ...... " Killian diam.
Alexia menghampiri Killian dan bertanya.
" Killian? kenapa kau ada di sini? dan di malam hari? " Tanya Alexia bingung.
Killian masih diam. Lalu Alexia memegang tangan Killian seraya bertanya.
" Killian bicaralah?....
" Jika kau berdiam saja, aku menjadi khawatir. " Ucap Alexia.
Killian membuka mulutnya pelan dan dia berbicara.
" Alexia? apa kau sebegitu membenciku? " Tanya Killian dengan tatapan Kosong.
" Apa maksudmu? " Alexia tertegun dengan pertanyaan Killian yang tiba-tiba.
" Yah....aku memang salah karena sudah memutar waktu. " Ucap Killian.
" Tapi....
__ADS_1
" Tidak bisakah kau melihat isi hatiku sedikit saja....
" Apa kau tidak bisa mencintaiku walau sedikit?
" Aku tahu kau pasti sudah tahu mengenai perasaanku.....
Killian terus berbicara, Alexia pun mulai berbicara dengan gugup.
" Aku—aku tidak tahu apa perasaanmu. " Ucap Alexia bohong.
Killian mengepalkan tangannya, dan dia berteriak membentak Alexia. Seraya meninju dinding di belakang Alexia.
" Berhenti berbohong!!!!!! " Teriak Killian.
Alexia yang baru di bentak oleh Killian, dia seketika menciut dan membatu.
" Haaaaahh..... " Killian menghela nafas kasar.
Dia pun berbicara lagi.
" Aku tahu kau menutup matamu!!! Kau pura-pura tidak tahu mengenai perasaanku. " Teriak Killian murka.
Killian meraih dagu Alexia dan dia bertanya dengan penuh kesengsaraan.
" Alexia???!!!
" Berapa banyak waktu yang harus aku lalui untuk mendapatkan dirimu?.....
" Kenapa rasanya sangat sulit!!! "
" Sulit sekali, tidak bisakah kau mencintaiku sedikit saja......walau sebutir debu saja. Aku akan merasa senang. "
" Ki—killian..... " Alexia memanggil Killian lembut.
" Maaf.......maafkan aku. " Ucap Alexia.
" Aku tidak bisa melakukan itu....kau harus bersama orang lain. Dan aku.....
" Heh....." Killian menyeringai dan dia berbicara.
" Dan kau dengan raja kerajaan Shaman? kau mau bertunangan dengan dia??? " Killian Bertanya marah.
Alexia menatap Killian ketika dia mendengar nama orang yang akan bertunangan dengannya.
" Ba—bagaimana kau mengetahuinya? " Tanya Alexia.
" Heh....kau bahkan tidak mengelak, berarti itu semua kebenaran. " Ucap Killian.
" Hebat.....
" Kau hebat Alexia, kau bilang ingin pulang, dan alasan lainnya. Tapi ternyata kau mencintai orang lain. "
" Tidak....Killian.... "
Killian tidak mengubris Alexia.
" Baiklah Alexia......
Killian berjalan mundur menjauh dari Alexia. Dan dia berbicara.
" Alexia, aku akan mempercepat kepulanganmu. Dari pada kau dengan orang lain di sini. Lebih baik kau pulang saja. " Ucap Killian.
" Tunggu!!! Killian, tunggu!! " Alexia mencoba menahan Killian.
Tapi, Killian menghilang dengan sihir teleportasinya.
...----------------...
__ADS_1