
...----------------...
" Bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengan dia? " Gumam Tanziro.
" Kirim surat, ke kediamannya. " Elf berambut merah memberi ide.
Tanziro mengangguk seolah mengerti. Jika Tanziro langsung mendatanginya, itu tidak akan mungkin, karena dia membenci kerumunan.
" Baiklah, kirim surat ke kediaman Duke Winter Glass. "
" Baik pemimpin. " Ucap mereka seraya mengangguk.
...----------------...
Kediaman Duke Winter Glass.
Saat ini, aku sedang bersiap untuk berjalan-jalan ke luar Mansion. Sepertinya aku akan pergi dengan Robert dan Agnes.
Mereka memang menantikan hal ini, terutama Agnes.
" Lady, tuan muda Killian ingin bertemu dengan anda. Tuan muda bilang ini sangat penting. " Ucap Sabil.
Akhirnya dia muncul juga, dari kemari dia tidak terlihat.
" Aku akan menemuinya. " Ucapku seraya berdiri dan pergi menghampiri Killian.
Sabil mengikutiku dari belakang dengan langkah lambat sesuai dengan langkah kakiku.
Sambil berjalan, aku bertanya kepada Sabil di ruangan mana Killian berada.
" Ada di ruangan mana dia? " Tanyaku.
Sabil menjawab sopan.
" Tuan muda ada di ruangan biasa, Lady. " Jawab sabil.
Dia selalu berada di tempat itu, entah apa yang dia pikirkan aku tidak tahu.
__ADS_1
" Aku mengerti Sabil, kau boleh pergi. Aku akan berbicara berdua dengan Killian. " Ucapku menyuruh Sabil pergi.
" Baiklah Lady. " Sabil membungkuk dan pergi.
Aku meneruskan langkahku menuju ruangan tersebut.
...----------------...
Ketika aku sampai di ruangan tersebut, aku segera membuka pintu dan masuk.
Pandanganku mulai tertuju pada bocah laki-laki yang berdiri dengan memegang sebuah buku.
Jika di deskripsikan di novel, tepatnya seperti ini.
Bulu mata panjang melengkung seperti lekukan menarik perhatian orang setiap kali mereka melihat dia berkedip. Rambut hitam yang melengkung tampak seperti sosok misterius dan elegan saat di pandang. Terutama matanya yang merah lebih cerah dari pada rubi mana pun.
Awalnya, aku tidak menyadari bahwa tempat ini adalah novel fiksi, tapi saat kakakku Yustaf memanggil dia dengan nama " Killian ", aku jadi yakin bahwa dunia ini adalah novel dengan karakter " Killian" selaku pemeran utama.
" Alexia?! " Suara yang memanggil namaku memecahkan lamunanku.
" Kemana saja kau selama ini? " Tanyaku.
Killian hanya tersenyum sedikit.
Seperti biasa, dia bertanya dengan wajahnya yang datar.
" Aku selalu ada di ruangan ini, hanya saja kau tidak menyadarinya. " Ucap Killian datar.
Benarkah? tetapi, aku mencarinya dan dia tidak ada di manapun.
" Kau berbohong?! " Ucapku.
" ..... " Killian diam tanpa suara.
" Kau tidak pernah mempercayaiku, bahkan sekalipun. " Ketika dia mengatakan kalimat itu, dia terlihat murung, namun ekspresinya segera kembali seperti semula.
Seperti dia menyembunyikan sesuatu di dalam hati dan batinnya.
" Bukan seperti itu, hanya saja kau memang tidak ada di sini, aku sudah mencarimu keseluruh mansion. " Ucapku.
__ADS_1
" .... " Killian diam dengan buku yang di pegangnya.
Aku bertanya, seolah mengalihkan pembicara yang canggung.
" Kau sedang membaca buku apa? " Tanyaku penasaran.
Killian menunjukkan buku yang dia baca.
Judulnya " Taktik mencuci otak "
" Kenapa kau membaca buku itu? " Tanyaku.
" Aku ingin mencuci otak seseorang, agar dia selalu di sisiku dan mengandalkanku. " Jawab Killian sungguh-sungguh.
" Apa kau sudah mempunyai kekasih? " Tanyaku penasaran.
" Ya, aku sudah memiliki kekasih, sudah sejak lama dan tidak pernah berubah. " Killian seolah menegaskan.
| Apa Killian sudah bertemu dengan pemeran utama wanita? kenapa aku tidak tahu. setahuku Killian akan bertemu dengan pemeran utama wanita saat dirinya berusia 18 tahun. | Pikirku yang heran dengan perkataan Killian, dia mengatakan bahwa dirinya sudah memiliki kekasih.
" Tolong kenalkan aku dengan kekasihmu, karena aku khawatir jika perempuan itu hanya memanfaatkan mu dan menghina cintamu. " Ucapku semangat.
...----------------...
Lucu sekali, dia mengatakan takut jika cintaku di manfaatkan dan dihina.
Aku tidak menyangka bahwa Alexia akan mengatakan itu, dia mungkin tidak tahu, bahwa orang yang ku maksud adalah dirinya sendiri.
" Aku tidak tahu dia menghina cintaku atau tidak. Tapi yang pasti, dirinya selalu mencoba menghilang dan menghilang. " Ucapku dengan nada rendah.
Alexia hanya tersenyum dan berkata.
" Kau bisa melewati itu semua, dan aku akan membantumu, karena kebahagianmu adalah kebahagianku juga. " Ucap Alexia dengan senyuman tulusnya.
| Bohong, kau selalu berbohong. Dan aku selalu mempercayai ucapanmu. | Pikirku.
...----------------...
BERSAMBUNG........
__ADS_1