
Alexia melihat Killian yang berdiri di depan peti mati, dia menatap peti mati yang telah dia buka.
Alexia ingin melihat siapa yang ada dalam peti mati tersebut.
" Siapa yang membuatmu sampai seperti ini? " Alexia bertanya seraya maju ke depan dan melihat siapa yang ada dalam peti tersebut.
Rambut putih panjang berserakan, kulit putih namun pucat seperti lilin, bibir yang membiru, dan matanya yang tertutup rapat tanpa ada tanda-tanda terbuka.
Perempuan itu berbaring di dalam peti mati layaknya putri tidur.
Ternyata itu adalah tubuh Alexia....
Alexia kaget, ternyata yang ada di dalam peti tersebut adalah Tubuh Alexia sendiri.
" Itu tubuh Alexia, tubuhku saat ini. "
Dari pada itu, Alexia lebih tertarik kepada Killian.
Alexia menatap ke arah Killian yang terlihat hancur, Killian dalam keadaan terbakar, dia tidak merintih kesakitan layaknya orang terbakar.
Dia hanya berdiri di depan peti mati itu, dan dia bergumam dengan tatapan kosong dan hampa.
" Alexia, aku telah membunuh semuanya, semua yang menyebabkanmu meninggal....
" Aku membunuh mereka......
" Bahkan kerajaan ini......aku sudah menghancurkannya.
" Alexia.......
" Mahkota tanpa mu, tidak ada artinya untukku."
" Untuk apa mahkota ini? jika orang yang ku sayang berakhir di dalam peti mati seperti ini. "
" Kau pikir aku akan hidup bahagia setelah kepergianmu?!! "
Killian berteriak seolah mengeluarkan amarahnya.
" Naif sekali, aku lebih baik menghancurkan semuanya. "
" Kau bilang ingin melihatku menjadi raja......Tapi kau malah terbaring seperti ini?!.....
" Kau dengan mudahnya mengatakan bahwa aku akan bahagia dengan orang lain selain dirimu.......
" Memangnya siapa yang tahu tentang hatiku? hatiku milikku sendiri, dan aku bisa memilih siapa yang berhak memiliki hatiku. "
" Dan aku sudah memilihmu, aku memberikan hatiku untukmu. Tapi kau malah menghancurkannya!! Menghancurkan sampai hatiku hancur berkeping-keping. "
" Saat kau bilang jika kau akan menikah dengan Calix, rasanya hatiku sakit. Kau tahu, aku lebih baik di tusuk pisau atau pedang dari pada mendengar hal itu. "
" Aku hancur, hatiku sakit, rasanya aku ingin segera membunuh semua yang nampak. Tapi saat aku mengetahui jika kau melakukan pernikahan demi diriku dan kau hanya ingin membunuh Calix, entah kenapa aku merasa lega......
" Hatiku merasa terobati meski sedikit, ketika aku tahu bahwa kau menikahi Calix tanpa adanya rasa cinta. "
" Aku pikir setelah kita berhasil merebut tahta, kita akan hidup bersama, memiliki keturunan, cucu dan kehidupan bahagia lainnya. Sampai kita tua dan mati bersama. " Killian terlihat tersenyum ketika dia membicarakan hal itu.
Tapi, senyumnya mengerut dan wajahnya penuh amarah.
" Tapi....
__ADS_1
" Itu semua hanya khayalanku saja!!!
" Kau mati lebih dulu dari diriku.....
" Kau mati di depanku dengan dada tertusuk pedang sialan itu!!!
" Kenapa kau selalu mengulangi hal yang sama??!!!!!
" Jawab aku Alexia?!!
" Jawab Aku?!!
" Bahkan aku sudah mengulang waktu 4 kali......
Alexia yang mendengar itu, dia terkejut, dia tidak menduga bahwa Killian memutar waktu sebanyak itu.
" 4 Kali?! "Alexia bertanya-tanya.
Suara Killian kembali terdengar.
" Dan sialnya aku mengulang di waktu yang salah. Tiga kali aku mengulang di waktu yang salah, di waktu saat kau tertusuk, saat kau telah di kubur, dan sewaktu kau berada mati dalam pelukanku. "
" Yang ke empat ini aku mengulang di waktu yang tepat, dimana kau berumur 10 tahun. "
" Jadi, Dia selalu memutar waktu? 3 kali gagal, dan yang keempat dia berhasil. Tapi, aku yang merasuki tubuh Alexia, bukan Alexia yang asli. " Gumam Alexia tidak menduga.
" Jadi, kehidupan sekarang adalah yang kelima? " Ucap Alexia.
Saat Alexia tidak menduga akan hal itu, dia mendengar kembali Killian.
" Tapi, kau mengulang hal yang sama. Aku membunuh Calix lebih dulu agar kau tidak terlibat perebutan tahta. Tapi nyatanya kau masih terlibat, kau mengaku bahwa kau adalah orang yang telah meracuni ratu dan juga raja. "
" Tetap saja, kau mengulangi kehidupan yang sama...
Killian yang berdiri terhuyung-huyung, dia tumbang di depan peti tersebut dengan kedua lututnya.
" Alexi......." Panggil killian lembut penuh haru.
Ketika Alexia mendengar namanya di panggil oleh Killian dengan lembut, entah kenapa itu membuatnya sedih.
" Haaaaaaahhhhhhh..........Alexia........Hiksssss..
ughhhhh....
Killian memukul dadanya seolah dadanya sesak karena menahan air matanya untuk tidak keluar.
" Kenapa.........
" Kenapa kau selalu berakhir seperti ini?...... " Killian terus memukul dadanya dengan tangan mengepal, sesekali tangannya meringis pakaiannya.
" Haaahh.....
" Kenapa Alexia?!! "
Killian terus bertanya-tanya, dia berteriak dengan nada nyaring bercampur amarah keputusasaan
Alexia yeng melihat Killian hancur, dia ikut menangis dengan isak tangis yang tidak pernah dia alami. Itu adalah pemandangan haru, di mana Killian menangis seolah dunianya telah hancur.
" Hikss......Kenapa..........
" Kenapa.......
" Kau terlihat hancur? " Alexia bertanya tanpa jawaban, dengan suara tangisnya.
' Lihatlah, dia sangat hancur dan putus asa. ' Suara peramal terdengar.
Killian yang bertekuk lutut dengan kedua lututnya, dia perlahan menjulurkan tangannya dan membelai pipi Alexia lembut.
" Bangun lah Alexia......
__ADS_1
" Kumohon buka matamu.....
" Sepertinya aku harus memutar waktu lagi......
" Baiklah......tidak apa Alexia......aku rela melakukan apapun untuk bertemu denganmu.....
Killian yang terbakar, di sisa waktunya dia meminum sebuah ramuan putih.
" Ahhhh.....ini ramuan terakhir......
Seketika cahaya keluar dari tubuhnya.
" Baiklah, aku sudah melakukannya.....
Killian mengambil sebuah pedang yang berada di sampingnya.
" Apa yang kau lakukan? " Alexia bertanya dengan air mata yang jatuh.
Killian dengan tubuh terbakar, dia mengarahkan pedangnya ke lehernya.
" Alexia....semoga, di kehidupan ke 5 nanti, kau tidak mati dan melarikan diri lagi dariku........
" Jika kau melarikan diri dan mati, entah apa yang bisa aku lakukan lagi........
' Sraaaaaatttt ' Killian menarik bilah dan menggorok lehernya sendiri.
" Tidak!! Killian!!! " Alexia sontak berteriak dengan mata yang terbuka lebar.
" Killian!!! apa......
" Apa yang kau lakukan!!!.......
Alexia mencoba memegang tubuh Killian yang terbakar itu. Tapi, tangannya hanya bisa menembus semuanya.
" Ahhhhh.....Killian.....apa yang kau lakukan!!!! " Alexia menangis histeris.
Saat kepanikan itu muncul, suara peramal terdengar lagi.
' Anak itu selalu seperti itu.....kau seharusnya sadar, dia sangat mencintaimu......' Ucap Peramal.
' Ini baru setengahnya, banyak yang telah dia lakukan untukmu......
" Ini....
" ini pasti bohong!!! ini hanya mimpi.....ya....ini mimpi....
" Kau, kau berbohong!!! " Alexia merasa frustasi.
' Itu terserah dirimu, kau percaya atau tidak itu adalah urusanmu. Aku masih belum memperlihatkan nasibmu......
" Berhenti!!!
" Cukup!!!
" Aku tidak mau melihat lagi......aku mohon hentikan.
" Itu tidak mungkin terjadi....hentikan.......
" Semua bohong.......
' Baiklah.....aku akan mengembalikanmu. '
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG......