APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 55


__ADS_3

Yang berbeda hanyalah Penyihir Agung, dia hanya diam. Entah apa yang terjadi.


" Kenapa kalian bersikap seperti seorang anak-anak? " Killian berbicara.


" Bagaimana tidak, kakak akan mati, aku tidak mungkin tidak menangis. Tapi sekarang kakak sudah sembuh. " Ucap Lais.


" Dasar bocah. " Ucap Killian.


Killian kemudian menatap Penyihir Agung, saat Killian bertemu mata Penyihir Agung. Penyihir Agung, mulai bereaksi, dia tersenyum hangat.


" ......Selamat yang mulia......." Ucap Penyihir Agung, dia pun ikut menangis, dia bahkan memalingkan wajahnya.


Killian terlihat tersenyum.


...----------------...


Keesokan harinya.


Setelah melakukan sihir tersebut, Same merasakan ke anehan. Dia tidak merasakan apapun saat melakukan sihir tersebut.


" Apa benar aku sudah melakukan sihir itu? " Same bertanya-tanya, dia sekarang tepat di depan pintu Killian.


Saat Same bertanya-tanya, Killian keluar dari kamarnya, dia terlihat baik-baik saja.



" Same, apa yang kau pikirkan? " Tanya Killian.


Same menjawab.


" Saya tidak merasakan apapun saat melakukan sihir tersebut. " Ucap Same.


" Mungkin karena sihir itu terlalu singkat. Tapi, kau tidak usah khawatir, karena aku sudah baik-baik saja. " Ucap Killian.


Same mengangguk, dia percaya.


Killian kemudian berjalan, dia ingin bertemu dengan Alexia.


Tentunya Alexia berada di istana kerajaan, karena itu adalah permintaan Killian.


" Alexia? " Killian datang ke kamar Alexia.


Alexia pada saat itu baru selesai mandi, dia keluar dengan menggunakan handuk.


Tentu saja itu membuat Alexia kaget, karena Killian tiba-tiba ada di dalam kamarnya.


" Killian?!!! " Panggil Alexia.


Killian dengan wajah malu mengalihkan pandangannya. Bagaimana pun itu tidak sopan untuk melihat tubuh lawan jenis yang belum memiliki ikatan.


" Ah. Maaf, aku tidak tahu jika kamu baru selesai mandi. " Ucap Killian.


Killian tersipu malu, dia merasa canggung dengan situasi ini.


" Mungkin, pelayan sedang tidak ada jadi kau tidak tahu. " Ucap Alexia.


" A—aku akan kembali nanti. " Ucap Killian.


" Aku tidak akan lama. " Ucap Alexia.


Killian mengangguk, dan dia keluar.


Saat Killian keluar, wajahnya terlihat membara.


" Sial!! dia sangat seksi. " Gumam Killian.


Killian kemudian berjalan lagi, dia baru ingat bahwa Ahwin akan pulang. Tapi saat dia bertanya kepada Same.


Same bilang bahwa Ahiwn sudah kembali sejak kemarin.


Killian sudah menduganya.


...--------------...

__ADS_1


Taman Istana.



Killian pergi ke taman istana, karena dia akan bertemu dengan Alexia. Di taman itu Killian menyiapkan banyak makanan.


" Apa makanan ini cocok dengan Alexia? " Killian bertanya-tanya.


| Tenyata hidup seperti ini tidak buruk, walau...| Saat Killian berpikir, tiba-tiba dia mendengar seseorang memanggil namanya.


" Killian?! " Itu adalah Alexia, dia memanggil Killian dari jauh.


Killian menatap Alexia dengan senyumnya, lalu dia menghampiri Alexia.


Killian merangkul pinggang yang ramping dan membawa kehadapannya dengan lembut.


" Killian? " Alexia bertanya-tanya.


" Hmm?? " Killian membenamkan kepalanya di bahu Alexia, wajah Killian tertutup dengan rambut Alexia.


Dia memeluk erat wanita yang selama ini dia cintai. Alexia pun memeluk Killian dengan erat, bahkan Alexia sesekali mencium kening Killian.


" .....Killian? " Alexia memanggil dengan bisikan lembut.


Killian pun berdiri sesuai dengan posisi yang benar, Killian menatap Alexia dengan mata merahnya.


Dia sesekali memainkan rambut Alexia, dan mencium ujung rambutnya. Matanya mulai naik lagi, dia melihat bibir Alexia.


" Alexia.....


" Aku ingin mencium bibirmu itu....


" Apakah akan lembut dan semanis yang aku pikirkan.....


Killian berkata dengan wajah yang menyiratkan hasrat. Dia ingin mencium bibir Alexia dan merasakannya.


" .....Kenapa kau tidak mencobanya saja....


Mata Alexia melebar, sesuatu yang lembut baru saja menempel di bibirnya, dia bahkan belum menyelesaikan kata-katanya.


' Emmmmhh....


Tapi Killian dengan cepat membungkus bibir merah Alexia dengan bibirnya, baik Killian ataupun Alexia, mereka memejamkan matanya, kedua nya saling bertabrakan, mereka berkilat-kilat dengan agresif.


Kelembutan yang manis tercipta di dalam mulut mereka masing-masing.


' Haahh.....' Alexia dengan nafas tersengal.


Killian melepaskan ciumannya sebentar, lalu dia menatap lekat Alexia, mata mereka saling bertemu satu sama lain.


" ......Aku ingin ini bertahan lebih lama...." Killian bergumam dengan nafasnya yang halus.


" .....Apa.....tentu ini akan lama. " Ucap Alexia.


Killian tersenyum dan dia kembali mencium Alexia, ciuman itu mulai dari kening Alexia, kemudian menyusuri hidung, pipi dan kemudian bibir Alexia.


Entah berapa banyak kecupan dan ciuman yang di dapat Alexia.


Killian berhenti mencium Alexia, dia kemudian menarik Alexia untuk duduk di sampingnya dan menikmati makanan yang telah dia siapkan.


" ...Aku tidak tahu apa ini sesuai dengan seleramu atau tidak. " Ucap Killian.


Alexia hanya menatap meja yang di atasnya tertata banyak makanan.



" Ini lebih dari cukup Killian....


" Tapi, apa itu....kau menciumku dan sekarang kau bersikap biasa saja..." Alexia mengomentari.


" Mana mungkin biasa saja, jantungku berdegup kencang hingga rasanya akan keluar dari tubuhku. " Ucap Killian.


" Apa itu benar? " Tanya Alexia.

__ADS_1


" Ya, selalu seperti itu. " Ucap Killian.


Killian menyodorkan sepotong kue kepala Alexia, di ingin Alexia memakannya.


" Makanlah...." Killian menyuruh.


Alexia tidak bisa menolak dia pun memakan kue tersebut seraya menatap Killian.


" Tatap aku dengan matamu, karena aku ingin menyihirmu.....


" Aku akan menyihirmu agar kamu tidak berpaling dariku Alexia....


Alexia yang mendengar perkataan Killiam dia malah tertawa, kenapa dia harus melakukan itu, jika Alexia memang sudah tidak bisa berpaling dari Killian.


" Untuk apa kau melakukan itu? " Tanya Alexia.


" Aku sudah bilang agar kau tidak berpalinh dariku. " Ucap Killian dengan mata yang terus menatap Alexia.


" Kau tidak perlu melakukan itu Killian, karena aku tidak akan berpaling lagi darimu. " Ucap Alexia.


Dengan perkataan Alexia, Killian lebih senang dia tersenyum puas dengan menyipitkan matanya.


| Bagus, kau tidak curiga sama sekali Alexia. Tersenyumlah, karena aku suka senyummu itu. | Pikir Killian.


...----------------...


Malam Hari.


Alexia masih berada di istana, dia membantu Killian mengerjakan dokumen yang belum dia selesaikan.


Sebenarnya itu bukan keinginan Alexia melainkan keinginan Killian.


" Killian, jangan main-main dengan stempel kerajaan. Kau memberikan stempel kerajaan begitu saja kepadaku. " Ucap Alexia.


" Kakakku memang seperti itu...." Lais juga ikut membantu Alexia, itu juga karena Killian.


Mereka duduk berdampingan, sedangkan Killian dia duduk di sopa.


" Lais, jangan terlalu dekat dengan Alexia, jika tidak kau tidak akan jadi menikah dengan Agnes. " Ucap Killian mengancam.


" Apaan sih!!! cuma duduk saja kakak sampai harus seperti itu!! " Ucap Lais.


" Geser sedikit!! " Killian menyuruh Lais untuk bergeser.


Alexia yang sedang fokus, dia pun mengalihkan pandangannya dari kertas ke Killian.


" Killian, kemari lah, kau harus duduk denganku dan mengerjakan dokumen ini bersama. " Pinta Alexia.



" Baiklah, karena aku tidak mau kau berdekatan dengan bocah itu. " Ucap Killian.


Lais yang di suruh menggeser, dia pun geser ke sebelah kanan, Killian duduk tepat di tengah mereka berdua.


" Aku hanya ingin menatapmu Alexia. " Killian menahan kepalanya dengan tangannya dan menatap Alexia lekat.


Lais yang melihatnya, dia merasa terasingkan dengan pasangan yang ada di sebelahnya.


" Kak, lebih baik aku pergi dan mencari Agnes. Karena ini tidak adil. " Ucap Lais.


" Pergilah, aku tidak melarangmu. " Ucap Killian.


Alexia kembali menatap Killian, dan dia mencubit hidunh Killian dengan dua jarinya.


" Aduh!! " Killian meringis.


" Kenapa kau melakukan itu? " Tanya Killian.


" Kau mempermainkan adikmu lagi Killian. " Ucap Alexia.


...----------------...


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


__ADS_2