APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 14


__ADS_3


...----------------...


Keesokan harinya.



Di bukit belakang mansion.


Mereka sedang berkebun, lebih bisa di sebut piknik.



" Kakak, bukankah kau ingin bermain pedang, kenapa sekarang malah ikut duduk di sini. " Ucap Agnes.


" Lagi pula, si pungut itu tidak datang, tadinya aku ingin memperlihatkan bagaimana cara bermain pedang. " Ucap Robert.


" Kakak, aku sudah bilang jangan bicara yang aneh-aneh. " Ucap Agnes.


Agnes menatap Alexia yang sedang melamun, dan dia bertanya.


" Alexia, kemana Killian? " Tanya Agnes.


Alexia yang sedang melamun, dia berbalik dan menjawab pertanyaan Agnes.


" Aku tidak tahu. Dia hanya bilang, bahwa dia benci pedang. " Ucap Alexia.


" Dia bukan benci, dia memang tidak bisa bermain pedang. " Ucap Robert.


" Aku tidak mengerti, kenapa kau terus berbicara buruk tentang Killian. " Ucap Alexia.


" Itu karena dia menyebalkan. " Ucap Robert dengan wajah sedikit sebal.


" Kau jauh lebih menyebalkan. " Ucap Alexia.


Dari pada itu, sekarang Alexia sedang memikirkan Pangeran Clovis Lais Lamond, yang Alexia ingat, pertemuan pertama antara Agnes dan Clovis yaitu hari ini, tapi dia lupa di mana tempatnya.


| Saat ini aku sedang memikirkan pangeran ke 3 Clovis Lais Lamond, pangeran yang bernasib buruk. |


| Pertemuan pertama Agnes dan Clovis terjadi hari ini, jika aku tidak salah ingat. | Pikir Alexia.


" Dari pada aku di sini dan mendengar ocehan kakakku, lebih baik aku memetik bunga. " Gumam Agnes pelan.


Agnes berdiri dari duduknya dan dia berbicara kepada Alexia.


" Alexia, aku ingin pergi memetik bunga, apa kau ingin ikut? " Tanya Agnes.


" Tidak, aku tidak ikut. " Ucap Alexia.


| Aku bosan memetik bunga. | Pikir Alexia.


" Baiklah, kalau begitu aku akan pergi memetik bunga sendiri. " Ucap Agnes seraya meninggalkan mereka berdua.


Alexia di tinggalkan bersama dengan Robert, Robert pun mulai membuka mulutnya dan bertanya, kenapa Alexia tidak ikut dengan Agnes.


" Kenapa kau tidak ikut? " Tanya Robert yang sedang berbaring memikirkan sesuatu.


" Aku tidak mau. " Ucap Alexia.


" Aku tahu, kau ingin berdua-an denganku di sini kan? " Ucap Robert yakin.

__ADS_1


" Siapa bilang, aku hanya ingin memakan roti dan menikmati derup angin. " Ucap Alexia sinis.


Alexia mengambil roti, Robert melihat ke arah selai dan dia pun mengambil selai tersebut.


" Sini biar aku yang mengoles selainya. " Robert inisiatif.


" Tidak, kau benci kotor. " Ucap Alexia.


" Ini khusus untukmu, biar aku saja. " Robert mengambil roti yang di pegang Alexia dan dia mengolesi roti itu dengan selai perlahan.


" Sebenarnya kau ini kenapa? " Tanya Alexia.


" Hanya ingin saja. " Ucap Robert, seraya memberikan roti yang sudah di olesi selai.


" Nih. " Ucap Robert.


Alexia mengambilnya dan memakannya.


" Enak? " Tanya Robert.


" Tidak. " Ucap Alexia sambil mengunyah roti tersebut.



" Bilang saja enak, gitu aja susah. " Ucap Robert.


Tiba-tiba suasana menjadi tegang, saat Robert mengungkapkan kedatangannya kemari.


" Kau tahu kenapa aku ikut kemari? " Tanya Robert.


Alexia yang sedang mengunyah roti menjawab Robert.


| Kau datang kemari hanya untuk bertemu denganku dan melakukan perpisahan.| Pikir Alexia.


" Benarkah, kau tahu kenapa aku datang kemari. " Robert bicara.


" Ya. " Jawab Alexia langsung.


" Ternyata kau sudah tahu. " Ucap Robert murung.


" Sebenarnya aku ikut kemari karena aku harus melakukan perpisahan denganmu. " Ucap Robert sedih.


Robert terlihat murung, dia seperti sedang memaksakan sesuatu yang tidak dia sukai.


" Memangnya kau mau kemana? " Tanya Alexia seolah tidak tahu.


" Aku akan ikut pelatihan ksatria, sebentar lagi aku akan jadi ksatria, tapi dengan kondisiku yang gila kebersihan, aku tidak tahu harus berbuat apa. " Ucap Robert sendu.


Alexia menatap Robert dan dia menepuk bahunya seolah menenangkan.


" Pasti karena orang tua mu, aku tahu kondisimu. " Ucap Alexia.


" Aku tidak memberi tahu adikku tentang ini, mungkin jika dia mengetahuinya dia akan merengek dan memohon agar aku tidak ikut pelatihan. " Ucap Robert.


| Di kerajaan ini, pelatihan ksatria sangat ekstrim dan berbahaya. Pelatihan di lakukan di luar kerajaan. Mereka akan berlatih langsung dengan cara membasmi Naga, monster dan iblis. Maka dari itu banyak ksatria yang gugur dalam pelatihannya. |



| Robert, akan pergi mengikuti pelatihan selama 2 tahun, dia tidak akan bertemu dengan Agnes, ketika dia kembali setelah dua tahun itu, dia malah mendapatkan fakta bahwa adiknya telah tewas di hukum mati akibat tuduhan pembunuhan terhadap keluarga kerajaan. Robert yang selama 2 tahun tidak mendapat informasi apapun dari keluarganya dia merasa marah, dan dia melakukan pemberontak atas ketidakadilan yang di berikan kepada adiknya. |


| Tapi sayangnya, dia malah mati terbunuh dengan banyak tembakan di sekujur tubuhnya. | Pikir Alexia, yang mengingat sedikit alur novelnya.

__ADS_1


" Kau pasti bisa melewati itu. " Ucap Alexia.


| Tentu itu bohong, Robert tidak bisa melewati semuanya. | Pikir Alexia.


" Jika aku pergi pelatihan, aku mohon jaga adikku. " Ucap Robert.


" Aku dan Agnes usianya sama, kenapa kau memintaku untuk menjaganya. " Tanya Alexia.


Robert tersenyum pahit dan dia menjawab dengan suara lembut.


" Entah kenapa aku merasa kau sangat dewasa, kau bahkan tidak memanggilku kakak, padahal umurku dan kau berbeda beberapa tahun. "


| Umurku 14 tahun dan Robert 17 tahun, tentu kita berbeda 3 tahun.| Pikir Alexia.


" Aku tidak mau berjanji. " Ucap Alexia.


" Kenapa? " Tanya Robert.


" Entahlah, itu akan berat jika aku tidak menepatinya. " Ucap Alexia.


| Aku tidak mau berjanji. | Pikir Alexia.


" Baiklah, aku tidak akan memaksa, tapi kau harus menjaga adikku, jadilah sahabatnya. Aku takut dia akan kesepian saat aku pergi pelatihan. " Ucap Robert berat.


" Baiklah, jika ini membuatmu tenang. " Ucap Alexia.


...----------------...



Air mancur yang melesat ke atas, gemericik air terdengar di telinga, sebuah taman yang masih di kediaman Duke Winter Glass, di sisi lain terlihat.


Ada seorang anak laki-laki yang berumur 13 tahun, anak itu bersembunyi di bawah semak-semak, rambutnya yang putih abu-bau terlihat elegan, matanya merah seindah kristal, kulit putih bersih dan pakaian mewah menambah ketampanannya.


" Aku tidak mau menuruti ibuku, aku tidak suka!! " Gumam laki-laki itu.


" Kenapa ibuku selalu memaksaku untuk mengikuti pelajaran, padahal aku tidak mau. " Gumam anak itu sekali lagi.


| Aku tidak mau menentang kakak pertama, dia sangat menakutkan. Apalagi jika dia tahu bahwa ibu mendorongku untuk melakukan pendidikan yang di khususkan untuk putra mahkota. | Pikir anak itu.


" Aku bahkan harus bersembunyi di taman ini, dan aku tidak tahu taman siapakah ini. " Anak itu terus bergumam sendirian di bawah semak-semak.


' Kresek— Suara langkah kaki yang menginjak rumput.


" ?! " Anak itu panik saat dia mendengar suara langkah kaki.


Anak itu menutup mulutnya agar dia tidak mengeluarkan suara.


Saat kepanikan menghantuinya, tiba-tiba dia di kagetkan dengan munculnya anak perempuan, perempuan itu bertanya.


" Kau siapa? " Tanya Anak itu.


" Sttthh... " Laki-laki itu menaruh telunjuknya di bibirnya.


" Kenapa? " Bisik anak perempuan itu.


" Diam, jangan berisik. " Ucapnya.


...----------------...


BERSAMBUNG..........

__ADS_1


__ADS_2