
Pukul 9 malam El dan Lea baru pulang dari acara pernikahannya.
Mereka kini telah tiba di mansion.
El dengan semangat yang membara, bergegas untuk turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Lea.
"Terima kasih," seru Lea kala El dengan cepat membantu dirinya untuk keluar dari mobil mengingat gaunnya yang panjang dan berat.
"EL!" pekik Lea terkejut saat El mengangkat tubuhnya.
"Yaaa, cepat turunkan aku. Aku sangat berat," serunya pada El.
"Ini bukan masalah berat atau apa sayang, aku ingin segera membuatkan cucu untuk mama dan papamu," jawabnya menggoda Lea sembari menaiki anak tangga menuju lantai atas.
Lea memukul dada bidang El sembari mengeratkan pelukannya pada leher El untuk menyembunyikan senyum malunya.
El membuka pintu kamarnya dan ya, kamarnya sudah dipenuhi dengan lilin, mawar serta balon yang serba merah.
Jangan tanya ini ulah siapa, tentu ulah mamanya dan Ziko.
El mendudukkan Lea di tepi ranjang dengan sangat hati- hati.
Terlihat di dekat jendela ada beberapa makanan serta anggur merah.
"Apa mama yang melakukan semua ini?" tanya Lea penasaran.
"Tentu, ia akan melakukan segalanya untuk menantu tercintanya ini," jawab El sembari membelai pipi chubby Lea.
"Aku akan menyiapkan air hangat untukmu," ujarnya yang langsung bergegas pergi ke kamar mandi.
Lea segera melepaskan semua aksesorisnya dan bergegas mandi karena hari juga sudah larut malam.
Hingga tatapannya tertuju pada box hitam di dekat handuk yang dibentuk angsa tersebut.
Lea segera meraihnya untuk melihat apa isinya.
Lea sedikit syok kala ia membukanya dan melihat isi dari box tersebut.
Baju? Untuk Lea?
"Sayang, air hangatnya udah selesai," ucap El dengan tiba- tiba membuat Lea sedikit terkejut dan langsung menutup boxnya.
"Ya terima kasih," jawab Lea yang sedikit gelagapan.
"Sini biar kubantu untuk melepas gaunnya," ujar El dengan senyuman jahilnya.
"Tunggu," ucap Lea yang tak siap dengan hal itu.
Lea menelan salivanya dan berusaha untuk mencari alasan yang tepat saat ini.
__ADS_1
"Bisa tolong ambilkan tas hitam yang di mobil tadi? Sepertinya aku datang bulan," bohong Lea membuat El langsung membasahi bibir bawahnya.
"Datang bulan?" Lea mengangguk dengan wajah yang menggemaskan membuat El tak sanggup untuk membiarkan hal itu begitu saja.
El mengangguk lalu segera melenggang pergi untuk mengambil tas hitam yang Lea maksud.
Lea menghembuskan napas lega kala El sudah keluar sekarang.
"Maaf ya aku terpaksa bohong," gumamnya yang bergegas pergi ke kamar mandi sebelum El kembali.
Sedangkan El yang tengah turun ke lantai bawah terus menggerutu dengan segala kekecewaannya.
"Siapa suruh tadi ekspetasinya tinggi banget, giliran sekarang tertunda kesel sendiri," dumelnya sembari mengambil tas hitam tersebut dan membawanya masuk ke dalam.
Guk guk
El menoleh kala mendengar suara wolfy ketika berada di lantai 2.
"Yaaa, apa kau sedang mengejekku?" tanyanya yang kini kesal pada wolfy.
El mendengus sebal lalu menghampiri wolfy.
"Kau ditelantarkan lagi oleh tuanmu? Saat ia pulang lahap kedua kakinya hingga habis agar ia tak lagi kelayapan dan membiarkanmu kelaparan seperti ini, " ujarnya pada wolfy sembari menuangkan makanannya.
El lagi- lagi membuang napas kasar.
"Mending mandi di sini ajalah, palingan dia juga udah tidur karena kecapekan," gumamnya yang masuk ke dalam kamar Ziko untuk mandi.
"Kuharap ia tak marah karena aku terlalu lama," gumamnya yang sekarang takut Lea marah setelah sejak tadi mendumel.
El membuka pintu kamarnya dan betapa terkejutnya ia kala melihat Lea saat ini.
Cantik dan seksi.
Tidak hanya itu, segelas anggur yang Lea pegang membuat El tak bisa berkata- kata saat ini.
"Kamu dari mana saja? Kenapa lama sekali?" tanya Lea yang melihat El termenung di ambang pintu.
El langsung masuk ke dalam kamar dan menghampiri Lea.
"Kamu minum anggur sayang?" tanyanya pada Lea.
Lea hanya mengangguk pelan
"Kamu mau? Biar kutuangkan," tawarinya pada El.
"Aku punya cara sendiri untuk meminumnya," jawab El membuat Lea mengerutkan keningnya.
__ADS_1
El meraih dagu Lea dan menyesap lembut bibir tipis tersebut yang mana masih tersisa di sana rasa dari anggur merahnya.
Lea memejamkan matanya menikmati sesapan dari bibir El hingga ia merasakan tangan kekar El sudah bergerilya pada paha polosnya yang terekspos.
"Apa kamu sedang menggodaku saat ini? Kau sedang datang bulan dan malah berpakaian seperti ini, bagaimana jika aku sulit menahan diri?" gumam El serak sembari menatap lekat kedua mata Lea.
Lea menyunggingkan senyumnya sembari meletakkan gelasnya.
"Maaf membohongimu, aku tidak datang bulan, aku hanya malu berpakaian ini di depanmu, karena itu aku memintamu untuk turun ke bawah mengambil tasku," jelasnya dengan jujur membuat wajah El tampak sumringah bukan main saat ini.
"Jadi, kenapa tidak datang bulan?" Lea menggelengkan kepalanya membuat El membasahi bibirnya dan langsung mengangkat Lea menuju ranjang.
El menindih tubuh Lea tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah waitanya.
"Kenapa malu berpakaian terbuka di depanku, justru aku sangat menantikannya sayang," ucapnya pada Lea sembari membuka perlahan tali dressnya.
Lea mengalungkan tangannya pada leher El.
"Terima kasih sudah menjenguk papa beberapa kali hanya untuk meminta restu padanya meski papa belum sadarkan diri kala itu. Terima kasih juga sudah memberikan kejutan indah tadi dengan mendatangkan papa secara diam- diam dariku, aku sangat merindukan papa sejak kemarin, dan tadi aku benar- benar bahagia saat bisa melihatnya berada di hari pernikahanku denganmu," ujarnya dengan panjang lebar yang mana isinya penuh dengan ucapa terima kasih.
El mengecup singkat pipi chubby Lea.
"Jangan terus berterima kasih padaku, berikan aku imbalan yang lainnya," kodenya sembari meraba lembut paha polos Lea.
Lea tersenyum manis lalu ******* bibir seksi El.
"Aku siap malam ini," bisiknya lirih pada El dengan malu- malu.
El yang mendengar hal itu tak bisa menyembunyikan rasa senang dan girangnya.
Ia langsung ******* bibir Lea dengan tangan yang berusaha melepas semua kain yang menutupi tubuh Lea.
Kini keduanya sudah sama- sama telanjang di mana keduanya saling beradu pandang dengan napas yang menderu.
"Apa aku perlu izin?" tanya El pada Lea.
Lea tersenyum dan menggelengkan kepalanya membuat El kembali ******* bibir tipis itu selagi ia naik ke atas tubuh Lea secara perlahan.
El dengan sangat hati- hati mencoba memasukkan miliknya tanpa melepas pangutannya.
"Enghh akhh," desah Lea dan El bersamaan kala penyatuan itu berjalan sempurna.
El mendiamkan miliknya di dalam sana sejenak selagi ia mengecupi leher jenjang Lea.
"Aku akan membuatmu mengandung banyak anak dariku," bisiknya di daun telinga Lea sembari mengecupnya singkat.
Lea yang mendengarnya hanya tersenyum dan memeluk erat punggung kekar El.
Dan pergumulan panas itu berlangsung begitu indah dan syahdu terlebih El begitu lama menahan diri untuk tidak menyentuh Lea selama mereka dekat.
__ADS_1
Alhasil bisa dipastikan jika pergumulan panas ini akan berlangsung sangat lama atau bahkan berulang kali.
Apalagi tuan El Zibrano menginginkan banyak anak dari Lea.