ASI Untuk Bayi Mafia

ASI Untuk Bayi Mafia
Part 99


__ADS_3

Setelah membersihkan dirinya di markas tadi, kini El telah sampai di mansion hanya dengan hitungan beberapa menit saja.


Dengan langkah yang lebar ia berjalan menuju tempat olahraganya untuk segera menemui wanitanya.


Kosong.


El tidak melihat keberadaan Lea di saa.


"SAYANG," panggilnya sembari mencari keberadaan Lea d spot- spot tempat olahraga ataupun ruang ganti.


Namun, ia tak menemukan keberadaan wanitanya.


"PENGAWAL!" teriaknya dengan keras sembari berjalan mondar- mandir dengan cemas.


Tak beberapa lama datanglah para pengawal menghampiri El.


"Iya tuan," katanya


"Di mana wanitaku? Apa kalian melihatnya?" tanya El dengan suara yang sedikit ditekan.


"Nona sedang renang tuan," jawab salah satu dari mereka yang tadi melihat Lea berjalan menuju ke kolam renang.


"Renang?" pengawal itu mengangguk dengan sedikit ragu dan juga takut.


Dengan cepat El pergi menuju ke kolam renang.


"Gawat, bagaimana jika setelah ini bola mata kita dicongkel oleh tuan El?" ujar pengawal yang tadi menjawab jika Lea sedang renang.


"Kau yang menjawab, kenapa kami ikut dicongkel bola matanya," jawab temannya yang tak ingin ikut- ikut terkena masalah.


"Yaa, apa kau sungguh tega membiarkan mataku dicongkel? Kita sudah lama berteman dan bekerja di sini," katanya dengan takut sembari memegangi tangan teman- temannya.


"Aku tahu kita berteman, tapi jika urusan hukuman, kita pikirkan diri kita sendiri- sendiri, oke?" kata satunya yang mana mereka bergegas berlari keluar dari ruang olahraga.


"Yaaa," teriaknya dengan suara yang gemetar karena ketakutan.


Pengawal itu menghentak- hentakkan kakinya sembari memukuli mulutnya.


"Kenapa kau sangat jujur sekali tadi, bagaimana jika matamu setelah ini lepas dari tempatnya hanya perkara tak sengaja melihat nona Lea sedang renang, apa kau tak merasa kasihan jika anggota tubuhmu tidak lengkap?" gerutunya mengomeli mulut dan matanya sendiri.


Pengawal itu bergegas pergi keluar dari ruang olahraga untuk segera melakukan sesuatu menghindari El.


Sedangkan El dengan langkah lebar dan rasa penasarannya segera menuju ke kolam renang yang ada di samping mansion.


Langkah El langsung terhenti saat melihat wanitanya saat ini.



El melihat kanan kirinya sembari membungkam mulutnya tak percaya kala melihat pakaian Lea saat ini.


"Yaaa," teriaknya dengan spontan yang mana hal itu begitu mengejutkan Lea.


Lea langsung menenggelamkan tubuhnya sebatas leher dengan malu dan juga terkejut bukan main karena melihat keberadaan El di sana.


"Ka- kapan kamu pulang?" tanyanya dengan gugup.


El sedikit mendekat ke tepi kolam renang.

__ADS_1


"Baju apa yang kamu pakai sekarang? Bagaimana jika para pengawal melihatmu? Kenapa sangat pendek dan terbuka sekali?" omelnya tanpa henti sembari menatap marah Lea saat ini.


"Ini baju renang, apa salahnya jika terbuka dan sangat pendek," jawabnya sembari mengambang- ngambang lucu dan menggemaskan di mata El saat ini.


El beberapa kali menelan salivanya.


Ia melihat kanan kiri tepi kolam renang namun tidak menemukan handuk atau jubah mandi di sana.


"PENGAWAL," teriaknya dengan keras sembari berdiri membelakangi Lea.


Tak lama satu pengawal datang dan menghampiri El.


"TUTUP MATA KAMU!" perintahnya saat pengawal itu tak sengaja menatap Lea yang tengah bermain di kolam renang.


Pengawal itu menutup kedua matanya membuat Lea tersenyum lucu melihatnya.


"Tolong ambilkan handuk besar di lantai satu. Kembalilah dengan mata tertutup, awas aja kau membuka matamu saat kau berjalan ke arah sini, akan kucuci kedua bola matamu di kolam renang nanti, kamu paham?" pengawal itu mengangguk dengan mata yang tertutup di mana itu sangat lucu saat ini.


Pengawal itu berbalik dan segera mengambil handuk di lantai satu.


Tak lama ia kembali dengan mata yang tertutup.


"Ini tuan," ujarnya sembari menyodorkan handuknya yang mana itu sangat jauh dengan jarak El.


El berjalan mendekati pengawal itu dan mengambil handuknya.


El memegang kedua pundak pengawal itu dan membalikkan tubuhnya lalu mendekatkan wajahnya di telinga pengawalnya.


"Beritahu semua pengawal yang berada di lantai satu untuk keluar lebih dulu, aku ingin membawa wanitaku ke lantai atas, pastikan tidak ada satupun pengawal di lantai satu, kau tahu?" pengawal itu mengangguk dengan mantap sembari merinding ketakutan.


"Jika ada satu saja pengawal yang berada di sana, aku akan mencuci bola matamu di kolam renang nanti," takut- takutiny pada pengawalnya.


El tersenyum tipis lalu berbalik menatap Lea.


Lagi- lagi El memalingkan wajahnya sembari membuang napas berat kala melihat Lea berenang.


"Cepat naik sebelum aku turun menghujammu," ancamnya membuat Lea berdecak dan menyipratkan air pada El.


El terkekeh kala melihat wajah cemberut Lea yang berenang ke tepi kolam renang.


"5 menit lagi, kumohon?" pintanya pada El dengan menunjukkan puppy eyesnya.


El menggelengkan kepalanya pelan sembari menjulurkan tangannya pada Lea.


"Kamu sudah terlalu lama berenang, besok lagi aja renang denganku," katanya membuat Lea berdecak.


"Ayo cepat naik sayang," ajaknya sembari mengulurkan tangannya pada Lea.


Lea menatap tangan El dan terlintas ide jahil di otaknya.


Lea memegang tangan El lalu menariknya begitu kuat untuk ikut masuk ke dalam kolam renang.


BYUR


Tawa Lea sontak menggelegar kala melihat EL basah kuyup saat ini.


"Bagaimana dingin bukan?" tanya Lea sembari sedikit menjauh dari El untuk menghindari serangan tiba- tiba.

__ADS_1


El yang tak bisa marah dengan Lea hanya bisa tersenyum dan menatap wanitanya itu yang semakin menjauh darinya.


"Ya, dingin sekali. Sampai- sampai aku ingin menghujammu agar kita berdua bisa merasa hangat," jawabnya sembari berenang ke arah Lea.


Lea yang mendengar ucapan frontal El sontak langsung memelototinya dan bergegas untuk menjauh darinya.


Hap


El langsung menangkap Lea dan menyudutkannya di tepi kolam renang.


"Maaf- maaf, aku hanya ingin mengajakmu untuk berenang bersama, tolong jangan marah," ucapnya sembari menangkupkan tangannya di depan dada tanda ampun.


El hanya tersenyum di mana tangannya yang berada di bawah kini sedang membelai paha mulus Lea.


"Aku tidak marah sayang, justru aku merasa senang saat ini," kata El sembari membelai lembut paha mulus Lea.


"Bukankah kita bisa mencoba gaya bercinta di dalam kolam renang?" bisiknya di telinga Lea.


Lea memercikkan air ke wajah El.


"Dasar pria cabul, tidak bisakah kamu tidak menyangkut pautkan semua hal dengan hal dewasa?" katanya dengan galak pada El.


El tertawa lalu menatap lekat wajah Lea.


"Kenapa kamu tadi mengirimiku foto seksimu jika kamu tidak ingin berakhir begini? Kau tahu sendiri aku tidak bisa menahan diri saat berada di dekatmu sayang, apa kau sedang menguji kesabaranku?" tanyanya sembari meremas paha mulus Lea.


Lea menelan salivanya beberapa kali sembari menatap gugup El.


"Aku hanya ingin memberitahumu jika berat badanku terus naik padahal setiap hari aku olahraga," jawabnya yang ingin menjelaskan kesalahpahaman El.


El mendekatkan tubuhnya pada Lea dengan tangan di bawah sana yang sudah bergerilya dengan bebas.


"Persetan mau naik berapa banyak, aku akan selalu tergila- gila denganmu bukan tubuhmu, kau paham?" tegasnya pada Lea sembari menempelkan keningnya dengan kening Lea.


Lea hanya bisa memejamkan matanya merasakan remasan pada pahanya saat ini ditambah hembusan napas El yang membuatnya semakin gila.


El langsung memangut bibir biru Lea dengan lembut sembari meremas paha mulus wanitanya.


Remasan itu semakin naik ke atas hingga sampai di squisy Lea.


"Akhhh," desah Lea yang melepaskan ******* El kala ia merasakan remasan pada benda kenyalnya.


Lea mendongakkan kepalanya kala remasan itu semakin kuat membuat El langsung mencumbui leher jenjang Lea dan meninggalkan setiap tanda di sananya.


"Engh hmph El hentikan akh," desahnya sembari meremas rambut basah El kala cumbuan itu hampir sampai di belahan bawah lehernya.


El mengecup singkat benda kenyal itu dari luar lalu menatap mata sayu Lea saat ini.


"Aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat nanti malam, aku sudah menyiapkan sesuatu di kamar," beritahunya pada Lea.


Lea hanya mengangguk sembari membasahi bibirnya kala tangan El tak juga pergi dari benda kenyalnya.


Meski hanya mengusap tak meremas namun itu sungguh membuat Lea geli dan merinding tak karuan.


"Aku hampir gila karenamu," ucap El dengan serak basah dan mata yang sayu menatap Lea.


Lea langsung ******* bibir El membuat El tersenyum tipis di sela ciumannya.

__ADS_1


Ciuman itu kembali terulang di mana tuan El sepertinya tidak bisa lagi menahan diri saat ini melihat ia begitu agresif dan liar bahkan hampir kelepasan.


__ADS_2