
Sedangkan di tempat lain ada Glen yang baru saja pulang dari kantor.
Ia tampak sumringah sekali di mana ia tak sabar bertemu dengan Flo.
"SAYANG!" teriaknya sembari masuk ke dalam mansion dengan girang.
Glen mengedarkan pandangannya kala ia tak menemukan Flo di lantai satu.
Glen meletakkan jas dan tas kerjanya di sofa.
"SAYANG!" teriaknya lagi sembari menaiki tangga dengan cepat.
Glen sedikit panik dan cemas kala ia tak bisa menemukan wanitanya.
"Kemana ia pergi?" gumamnya panik yang mana ia langsung menelpon Flo untuk bisa menemukan keberadaannya.
Glen kembali turun ke lantai satu dan melihat pengawal masuk.
"Tuan, anda harus pergi sekarang," ujar pegawal itu menghampiri Glen.
"Pergi kemana? Lalu di mana Flo?" tanya Glen panik.
"Anda akan tahu setelah pergi bersama saya setelah ini," jawab pengawal itu sembari mengeluarkan kain hitam.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Glen menolak saat pengawal itu hendak menutup kedua matanya dengan kain hitam.
Pengawal menghembuskan napas pelan.
"Saya akan mengantar anda untuk bertemu dengan nona Flo," bujuknya membuat Glen tampak luluh.
Glen lalu mengikuti apa yang pengawal itu lakukan padanya.
Pengawal itu lalu mengajak pergi Glen ke suatu tempat.
...
Kini mereka telah sampai di tempat tujuan.
"Apa kita sudah sampai?" tanya Glen yang berhati- hati dalam melangkah.
"Sudah tuan," jawab pengawal itu sembari menuntun Glen ke tempat tujuan.
__ADS_1
Pengawal itu lalu melepas tangan Glen dan melepas kain hitam yang menutupi kedua matanya.
"SURPRISE!" sorak Flo bersama dengan beberapa pengawal.
Glen tak bisa berbicara apapun dan membuka mulutnya tak percaya dengan kejutan yang Flo buat untuknya.
Flo berjalan ke arah Glen dengan kue yang ia bawa.
"Selamat ulang tahun," ucap Flo di depan Glen.
Glen tersenyum bahagia hingga ia tak bisa berkata apapun.
"Buruan make a wish," suruh Flo sembari menjaga lilinnya agar tetap menyala.
Flo menertawakan Glen yang kini menitikkan air matanya bahagia.
"Kenapa nangis?" tanya Flo sembari mengusap air mata Glen.
"Siapa yang menangis," elaknya sembari memalingkan wajahnya untuk mengusap sekilas air matanya.
Glen lalu berdoa dengan begitu hikmat di mana ia sedang bersungguh- sungguh dalam meminta pada Tuhan agar cintanya dengan Flo abadi sampai mereka tua nanti.
Glen lalu meniup lilinnya membuat Flo bersorak senang.
Flo membuka kedua matanya perlahan.
"Terima kasih untuk kejutannya malam ini," ucap Glen pelan dengan jarak wajah yang sangat dekat.
"Sama- sama," jawab Flo lalu meletakkan kuenya di atas meja kecil dekat tenda
Glen melihat tenda, lampu- lampu serta bantal- bantal yang tertata dengan indah membuat Glen tersenyum tipis.
"Apa kamu yang menyiapkan semua ini?" tanya Glen sembari merangkul bahu Flo untuk duduk menikmati kuenya.
"Ada kawanku yang bantu," jawabnya membuat Glen tertawa kecil.
"Kawan? Yang mana? Perempuan apa laki- laki?" tanyanya dengan protektif.
Flo hanya diam dan sibuk memotongi kuenya.
__ADS_1
"Jangan bilang jika yang bantu Kelvin?" tebak Glen tiba- tiba membuat Flo sangat geram dan menyesal menjawab pertanyaan Glen tadi.
"Kan ada banyak pengawal, kenapa minta tolong hmphhh," Flo langsung menyuapi Glen dengan sepotong kue.
"Bagaimana, enak bukan? Aku membuatnya sendiri tadi," tanyanya meminta pendapat
"Sangat lezat," jawab Glen sembari mengunyah menikmati potongan kue yang Flo suapkan.
Flo lalu ikut menikmati kuenya.
"Lalu mana hadiahku?" tanya Glen menagih.
Flo berhenti mengunyah lalu melemparkan senyuman manisnya.
"Aku lupa membeli hadiah untukmu karena seharian tadi buat roti," jawabnya dengan sedikit takut.
Glen tersenyum dan merengkuh kepala Flo.
Cup
"Aku hanya bercanda sayang, kejutan malam ini sungguh luar biasa," ujarnya sembari mengecup singkat kening Flo.
Flo tersenyum tipis lalu meletakkan kuenya di atas meja.
"Aku punya sesuatu untukmu," ujar Flo tiba- tiba membuat Glen tampak antusias dan begitu berbinar mendengarnya.
"Apa?" tanya Glen girang.
Flo menatap kedua mata Glen dan mengumpulkan keberaniannya.
Hingga Flo menarik tengkuk Glen dan ******* bibir seksi itu dengan penuh keberanian dan menyingkirkan segala rasa gengsinya.
Glen tersenyum di sela ciumannya dan menarik Flo untuk lebih dekat dengannya.
"Akhh Glen," lenguh Flo kala Glen menciumi leher jenjangnya.
"Banyak pengawal di sini," tekannya sembari menahan dada bidang Glen.
"Kamu ingin pulang sekarang atau membuatnya di dalam tenda?" tawari Glen pada Flo.
Flo memelototi Glen lalu memukul bahu kekarnya.
__ADS_1
"Yaaa, apa yang kau ucapkan," marahnya sembari melihat kanan kiri takut pengawal mendengar ucapan Glen barusan.
Glen tertawa dan memeluk gemas Flo.