ASI Untuk Bayi Mafia

ASI Untuk Bayi Mafia
Part 111


__ADS_3

Mansion El Zibrano


Ada El yang baru bangun kala mendengar suara ocehan.


Ia membuka kedua matanya dan melihat Lea membelakangi nya.


El langsung bangun dan terlihat begitu kesal kala Lea membelakangi nya.


Namun ia malah melihat putranya tampak begitu menggemaskan sekali saat ini.



"Yaaa, bagaimana bisa kamu sampai di ranjang mamamu?" tanya El pada putranya dengan suara kesal dan sinis.


"Apa mamamu yang membawamu ke ranjang?" baby Enzo dengan cerdasnya mengangguk seakan paham dengan ucapan papanya.


El membuang napas kasar dan langsung menarik perlahan tubuh Lea ke tengah untuk ia peluk.


Baby Enzo dengan cepat langsung mendekat pada Lea dan memeluknya erat.


"Ini punyaku, kenapa kamu naik ke atas ranjang kami dan membuatnya memelukmu, harusnya ia memelukku. Ia bahkan membelakangiku hanya untuk memelukmu," dumel El pada putranya.


Baby Enzo hanya menatap lekat papanya.


El lalu menciumi pelipis dan pipi Lea di mana ia memeluknya dengan gemas dari belakang.


"Ini milik kita berdua, cuma kita harus adil. Malam sampai pagi ini milikku, pagi sampai sore milikmu, bagaimana kau sepakat?" Lagi-lagi baby Enzo mengangguk membuat El tersenyum tipis dan mengusap sekilas kepala putranya.

__ADS_1


"Kau ingin minum susu nak?" tanya El di mana tangannya sudah menyelusup ke dalam selimut putih.


Baby Enzo hanya tersenyum membuat El ikut tersenyum jahil.


Ia mencium pipi Lea bersamaan dengan tangan yang meremas benda kenyal wanitanya.


"Akhhh," desah Lea yang langsung bangun kala El meremas benda kenyal nya.


"El!" tekannya pada El dengan tatapan tajamnya kala ia merasa remasan pada benda kenyal nya.


"Maaf sayang, tapi baby Enzo ingin minum susu," ujarnya sembari menciumi wajah Lea dengan tangan yang aktif di dalam selimut untuk meremas benda kenyal Lea.


"Baby Enzo atau kau?" tekannya dengan kesal sembari memukul lengan El.


"Kami berdua," jawabnya dengan kekehan.


Lea berdecak kesal membuat El tersenyum dan mencium sekilas pipi chubby Lea.


"Nak tolong abaikan suara mamamu nanti, yang penting kamu bisa minum ASI nanti, kamu paham kan?" baby Enzo mengangguk membuat Lea terperangah dan tersenyum lebar kala melihat baby Enzo seakan paham dengan ucapan papanya meski usianya masih 2 tahun.


El langsung masuk ke dalam selimut untuk pumping manual.


Lea menggigit bibir bawahnya kala El meremas dan menghisap benda kenyalnya.


Karena ada baby Enzo di sana, Lea berusaha untuk tidak brsuara yang aneh- aneh, karena itu ia memalingkan muka sembari meremas kuat spreinya.


El yang berada di dalam selimut tak bisa menahan senyumnya saat ini di mana ia ingin sekali melihat wajah wanitanya.

__ADS_1


El terus menghisap, memilin dan meremas dengan asyik membuat Lea benar- benar merasa tersiksa karena harus menahan suara.


"Aku akan menggantungmu di pohon belakang mansion jika tidak kamu hentikan sekarang," ancam Lea dengan suara yang parau dan serak karena menahan desahannya.


El keluar dari selimutnya sembari mengusap bibir bawahnya dengan ibu jari.


"Udah keluar ASI nya," serunya pada Lea.


Lea berdecak lalu langsung menyusui baby Enzo.


"Bagaimana nak, bukankah rasanya enak?" tanya El yang kini kembali berbaring di belakang Lea dengan tangan yang mengusap lembut perut rata wanitanya.


Baby Enzo hanya menatap El di mana ia asyik menghisap ASI Lea.


"Kamu harus mengonsumsi ASI mamamu sampai kamu usia 5 tahun ya sayang, dengan begitu kamu akan menjadi pria kuat seperti papa," ujarnya membuat Lea membuka mulutnya tak percaya.


"Yaa, apa kau sungguh akan melakukan itu? Bagaimana jika kamu saja yang menyusuinya? Sampai usia 3 tahun itu sudah sangat cukup untuknya, enggak sampai harus 5 tahun," protes Lea membuat El mendekatkan wajahnya ke telinga Lea.


"Sekalipun kamu menolak untuk tidak menyusui baby Enzo hingga usia 5 tahun, kamu sebentar lagi akan mengandung sayang, tentu kamu akan menyusui lagi nanti, jadi tidak ada alasan untuk tidak menyusui tanpa bantuanku nantinya," ucapnya dengan bangga.


"Apa kamu lupa, aku bisa mengeluarkan ASI tanpa bantuanmu. Kamu membantuku kan karena baby Enzo memiliki pergerakan lidah yang terbatas, bukan ASI ku yang tidak keluar," jawab Lea yang mana hal itu membuat El baru sadar dan kecewa.


"Yaudah sayang, kamu harus minum ASI mamamu sampai usia 7 tahun, oke?" baby Enzo kembali mengangguk membuat Lea terperangah dengan hal itu.


"Wahh, kamu sekongkol dengan papamu saat ini? Meski kecil kamu pandai juga ya," ucap Lea pada baby Enzo sembari menciumi gemas wajah baby Enzo.


El yang melihat hal itu tersenyum bahagia saat ini.

__ADS_1


"Jangan dengarkan ucapan papamu. Anak pandai hanya minum ASI sampai usia 3 tahun, jika baby Enzo tidak mematuhi ucapan mama, minum aja susu papamu," beritahunya pada baby Enzo membuat El tertawa dan menggigit gemas bahu Lea.


El lalu menciumi tengkuk belakang Lea dengan gemas hingga meninggalkan banyak tanda di sana.


__ADS_2