ASI Untuk Bayi Mafia

ASI Untuk Bayi Mafia
Part 25


__ADS_3

Pagi harinya di apartemen ada Glen dan Flo yang masih terlelap pulas di atas ranjangnya.


Tapi bukan hal itu yang membuat heboh.


Melainkan cara tidur mereka yang layaknya suami istri.


Satu ranjang.


Di mana Flo kini memeluk erat Glen begitu juga dengan sebaliknya.


Entah mereka melakukannya secara sadar atau tidak tapi yang pasti mereka terlihat sangat manis dan romantis.


Hingga Glen bangun lebih dulu karena merasakan kebas pada tangan kirinya.


Dengan mata yang begitu lengket, Glen menunduk untuk melihat apa yang ia peluk.


Glen membungkam mulutnya sembari membulatkan matanya kala melihat Flo dalam pelukannya.


"Aku mugkin sungguh gila, bagaimana bisa aku melakukannya," gumamnya lirih sembari berusaha melepas perlahan pelukan Flo.


Namun semakin ia lepas Flo semakin erat memeluknya.


"Bagaimana jika ia bangun nanti? Aku tak ingin mati di tangannya, aku masih harus bersaing untuk bisa mendapatkan Lea," gumamnya lirih sembari berusaha menarik tangan kirinya karena rasa kebas yang tak tertolong.


"Arghh," rengek Flo kala Glen dengan paksa melepas pelukannya.


Flo semakin erat memeluk pinggang Glen di mana ia membenamkan wajahnya di dada bidang Glen.


Glen yang sudah pasrah karena Flo sangat sulit sekali untuk dilepaskan pelukannya, kini ia hanya bisa pasrah.


Hingga ia teringat akan sesuatu.

__ADS_1


"Kenapa aku tidak seperti Ziko saja," gumamnya sembari meraba ponselnya di bawah bantal dengan sedikit kesulitan.


Setelah mendapatkan ponselnya, Glen langsung mengirimkan pesan pada Sarvel dan Alvino.


Ia tak bisa menahan senyumnya dan tak berhenti membayangkan bagaimana reaksi mereka berdua nantinya.


Lama Glen menunggu namun tak kunjung juga mereka datang.


"Bagaimana cara membangunkannya? Ia baru tidur pukul 2 tadi," gumamnya sembari menatap wajah Flo yang begitu damai dan pulas sekali tidurnya.


Hingga tangan Glen mulai bergerak merapikan rambut Flo yang sedikit menutupi wajahnya.


Kini perhatian Glen tersita pada bibir tipis nan pink alami milik Flo, di mana Glen ingat dulu ia pernah mencuri first kiss Flo dengan paksa kala mengetahui jika teman sekelasnya menembak Flo.


Glen tersenyum malu kala mengingat hal itu.


Rasanya ia sedikit keterlaluan dengan Flo dulu.


Di mana prinsipnya meski ia ditolak oleh Flo, setidaknya ia orang yang telah mencuri first kiss Flo.


Ia ingin mengulang ciuman 5 tahun yang lalu di mana ia berakhir babak belur di tangan Flo.


Ceklek


Sarvel dan Alvino datang memergoki Glen yang hendak mencium Flo.


"Oh tidak mata suciku ternodai," buka suara Sarvel membuat Glen menoleh dan aksinya terhenti.


Keduanya langsung balik kanan dan kembali keluar.


"Ah tidak, tunggu jangan pergi," teriak Glen yang tidak tahu jika mereka sudah datang.

__ADS_1


Sontak Flo terbangun karena teriakan Glen.


Flo mendongak dan tatapan keduanya bertemu.


"Tidak, jangan salah paham denganku. Aku tidak berniat untuk memanfaatkan keadaan, aku bangun dan kita sudah saling berpelukan begini, tolong jangan," ucapan Glen terhenti saat Flo dengan santainya menjawab.


"Apa yang kau katakan, aku selalu memeluk apapun yang ada di sampingku," jawabnya sembari membelakangi Glen dan menarik selimut tebalnya.


Glen dibuat terdiam dan melongo dengan jawaban Flo.


Hingga Glen teringat akan sesuatu saat SMA dulu.


"Jadi, waktu kau menginap di apartemen Kelvin, kau juga memeluknya seperti memelukku tadi?" tanyanya tak percaya.


Flo hanya diam membuat Glen langsung duduk dan menatap kesal punggung Flo.


"Yaaa, kau mendengarku atau tidak?" tanyanya dengan nada suara yang kesal sendiri.


Flo berbalik dan menatap tajam Glen.


"Kau bosan hidup?" tanya Flo di mana itu adalah peringatan untuk Glen segera kabur sebelum ia babak belur.


Glen menghela napas pelan sembari menggelengkan kepalanya dan segera turun dari ranjang.


Flo yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis dan kembali tidur.


"Bagaimana bisa ia seorang perempuan dan tidur dengan memeluk siapapun yang ada di sampingnya. Bagaimana jika yang ia peluk suami orang, kau begitu ceroboh sekali, untung aku pria gentle yang tahan godaan," dumel Glen di dalam kamar mandi di mana Flo yang baru saja memejamkan mata kini sangat terganggu oleh dumelan Glen.


Prak


Flo melemparkan sandalnya pada pintu kamar mandi.

__ADS_1


Glen yang tengah sikat gigi, hampir saja tersedak.


Ia lalu memilih diam daripada keluar kamar mandi nanti babak belur.


__ADS_2