
Ceklek
Lea terjengkit kaget kala pintu terbuka secara tiba- tiba.
"El," gumamnya yang terkejut.
Lea langsung beranjak dari ranjang hendak menghampiri El.
El langsung merebut ponsel Lea.
"Siapa yang barusan kau telpon?" tanyanya dengan suara dinginnya.
Lea berusaha merebut ponselnya.
"Bukan siapa- siapa, tolong kembalikan ponselku," pintanya mencoba merebut ponselnya.
Brugh
El mendorong Lea hingga ia terhempas di atas ranjang.
Lea membuka mulutnya tak percaya kala El begitu kasar padanya.
Ting
Lea menoleh dengan cepat kala mendengar suara notifikasi dari ponselnya.
El memicingkan matanya kala melihat transferan masuk ke dalam ponsel Lea sebanyak 500 juta euro.
"Zen, siapa dia?" tanyanya sembari mendekati Lea di ranjang.
"Kamu tidak perlu tahu siapa dia, kembalikan ponselku," pintanya pada El.
"Siapa dia?" tanyanya sekali lagi di mana El masih mencoba untuk tetap bersabar.
"Bukan siapa- siapa, tolong kembalikan ponselku," pintanya sembari merebut ponselnya.
"SIAPA DIA LEA?" teriaknya begitu keras pada Lea.
Lea yang kali pertamanya dibentak seseorang, terjengkit kaget.
Dengan keterkejutannya , Lea mencoba menyadarkan dirinya.
"Temanku. Puas kau sekarang? Kembalikan ponselku sekarang," pintanya pada El.
"Lalu kenapa ia mengirimkan uang sebanyak itu padamu? Apa hartaku kurang untukmu?" tanyanya yang ingin tahu meski sebenarnya El sudah mendengar semua obrolan Lea dan Zen sejak tadi di luar pintu.
Lea diam, ia mencoba menahan tangisnya saat ini.
"JAWAB LEA, UNTUK APA KAMU MINTA UANG PADANYA?" bentak El dengan keras membuat air mata Lea langsung turun dengan sendirinya.
Lea masih bungkam dan mengusap kasar air matanya.
"Untuk membayarmu, kenapa?" tanya Lea balik membuat El menautkan alisnya dengan tajam.
"ZIKO!" teriak El begitu keras dan lantang.
Ceklek
"Ya tuan," jawab Ziko yang langsung menghampiri El.
"Bawa keluar baby Enzo!" perintahnya pada Ziko.
__ADS_1
Ziko langsung membawa baby Enzo keluar dari kamar El.
Lea menatap arah lain di mana ia kini tengah berperang dengan pikirannya sendiri.
"Untuk membayarku? Lalu setelah membayarku apa yang akan kau lakukan?" tanya El dengan sengit dan sinis.
Lea tak menjawab apalagi menatap wajah El, ia lebih memilih untuk bungkam dan diam.
El langsung mengangkat dagu Lea dengan picingan matanya.
"Setelah membayarku, kau akan kemana?" tanyanya sekali lagi pada Lea.
Lea menelan salivanya dengan melemparkan tatapan tajam pada El.
"Pergi darimu!" jawabnya dengan singkat dan padat.
El yang mendengar hal itu terdiam dengan tatapan yang dalam pada manik mata Lea.
Jujur El tak tega melihat kedua mata Lea yang begitu sembab saat ini.
"Baik, kau ingin pergi dariku kan?" ujarnya sembari berjalan menuju ke pintu.
Klek
El mengunci pintunya lalu melepas jasnya.
Lea yang melihat hal itu kini langsung siaga dan was- was dengan rasa takut dan cemasnya.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Lea kala El melepas kemejanya.
"Bukankah sudah kukatakan beberapa kali padamu, aku tak akan melepaskanmu begitu saja sekalipun itu hanya sebentar, akan kubuat kamu mengandung benihku, sekalipun kamu akan membenciku nanti," ujarnya sembari melemparkan kemejanya ke sembarang arah.
Lea yang mendengar hal itu sontak langsung berlari ke arah pintu.
"El lepaskan aku," pekiknya kala EL mengangkat tubuhnya layaknya karung beras.
Brugh
El menghempaskan Lea ke atas ranjang dan langsung menindihnya.
"Tidak, kumohon jangan lakukan itu," tolaknya yang memberontak kala El merobek bajunya.
Srekkk
"Tidak, El jangan lakukan itu akhh," tolaknya dengan sekuat tenaga kala El langsung menyerbu menciumi brutal leher jenjangnya.
El mengunci kedua tangan Lea dan menciumi brutal leher jenjangnya.
Dengan sekuat tenaga Lea mencoba melawan namun tangan El begitu kuat dan erat dalam mengunci kedua tangannya.
"El kumohon lepaskan," pintanya sembari menarik tangannya dari cengkraman El.
El menghentikan ciumannya pada leher jenjang Lea dan menatap wajahnya dengan napas yang begitu berderu.
"Kau meminta ampun sekarang? Akan kuampuni setelah aku berhasil membuatmu mengandung benihku," tegasnya pada Lea.
Plak
Kali pertamanya El mendapatkan tamparan dari seorang wanita.
Jangankan wanita, mamanya aja tidak pernah melakukan hal ini selama 23 tahun El hidup.
__ADS_1
Lagi pula wanita mana yang akan sampai dan mampu mendekat hingga menampar Tuan El Zibrano.
Tapi malam ini, Lea memutuskan segala kemustahilan itu.
Suasana menjadi hening dan sunyi.
Tatapan Lea begitu dalam di mana matanya begitu memerah memendam kebencian.
"Apa kau selalu arogan seperti ini?" tanya Lea dengan pelan namun penuh dengan penekanan.
El menatap mata Lea yang mulai berkaca- kaca.
Hingga ia teringat akan ucapan Oliv yang terus terngiang dalam otaknya.
"Apa cintamu selama ini hanya pura- pura?" tanyanya dengan pelan dan suara serak basah seksinya.
Lea menampilkan senyum smirknya.
"Apa kamu berpikir aku mencintaimu?" tanya Lea pada El.
El diam, ia sudah tahu jawaban Lea.
Sayangnya El tidak sanggup mendengar jawaban dari Lea saat ini.
"Aku tidak pernah hmppp," El langsung membungkam bibir Lea sebelum ia mendengar jawaban yang hanya akan menyakitkan hatinya.
"Akhh," ringis El kala Lea menggigit bibir bawahnya.
"Tidak bisakah kamu hmpp," El kembali membungkam bibir Lea sekalipun bibir bawahnya sakit bekas gigitan Lea.
Plak
El kembali merasakan tamparan dari Lea untuk kedua kalinya.
Keduanya sama- sama diam dan saling menatap satu sama lain sembari mengatur napasnya.
"Maafkan aku," ucapnya lalu mencium lama kening Lea dan bangkit dari atas tubuh wanitanya.
Lea kini bisa bernapas lega kala El tidak melakukan hal buruk itu padanya.
El meraih tangan Lea untuk bangkit dari baringnya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Lea kala El memegangi borgol.
Klek
El memborgol tangan Lea dengan kepala ranjang.
"Lepaskan," berontaknya dengan keras pada El.
"Maaf aku harus melakukan ini, aku hanya tak ingin kamu pergi dariku," ucapnya dengan pelan dan tak tega.
Cup
El mengecup singkat kening Lea lalu pergi keluar kamar.
"Dasar bangsat," pekiknya dengan keras bersamaan dengan El menutup pintu kamarnya.
Lea yang sudah merasa putus asa dengan semua ini, kini hanya bisa menangis dan meratapi kesialan dirinya.
Ditambah ponselnya di bawa oleh El membuat Lea tidak bisa menghubungi siapapun.
__ADS_1
Termasuk Zen.