Asmara Terlarang

Asmara Terlarang
Asmara Terlarang ● Bab 12


__ADS_3

Deliska sama sekali tidak menyangka jika Dylan dan Fella yang dia tahu adalah adik dan kakak ternyata memiliki hubungan yang terlarang. Keributan antara Deliska dan Fella pun tidak bisa dihindari lagi. Deliska benar-benar tersulut emosi karena melihat dosa besar yang sudah calon suami dan calon adik iparnya itu perbuat.


Mendengar suara ribut-ribut, Dylan pun akhirnya terbangun. Dengan kepala pening dan perut mual ingin muntah, laki-laki itu perlahan membuka matanya.


Dylan melihat langsung adik perempuannya sedang beradu mulut dengan seseorang di telepon. Yang lebih membuat Dylan terkejut adalah penampilan Fella yang sedang tidak mengenakan apa pun, hanya selimut tebal saja yang menutupi tubuh telannjang itu.


“Fella!” pekik Dylan yang berusaha mengumpulkan sisa-sisa kesadarannya.


Dia menatap sekeliling, masih di kamar Fella. Terakhir yang Dylan ingat, mereka sedang makan bersama dan menonton film, lalu kenapa tiba-tiba dia bangun bersama Fella dalam keadaan yang sama-sama tak memakai busana?


“Kak Dylan, kakak sudah bangun?” tanya Fella dengan gerakan dan nada bicara yang dibuat-buat.


Gadis itu pikir, Dylan akan menyukai pagi mereka yang istimewa ini. Nyatanya, dia salah besar. Sorot mata Dylan juga napasnya yang mendengus dengan keras, jelas mengisyaratkan hal yang seratus delapan puluh derajat berbeda.

__ADS_1


“Apa yang sudah terjadi, Fel?” teriak Dylan yang kini emosinya sudah berada di ubun-ubun.


Seperti gunung api yang siap meletus, emosi Dylan sudah tidak mampu dibendung lagi. Kini Dylan sudah mengingat dan mengira apa yang terjadi pada mereka semalam. Dia sadar, apa yang dilakukan Fella benar-benar keterlaluan.


“Kak Dylan kenapa marah? Bukankah tadi malam Kakak sangat menikmati semuanya?” tanya Fella dengan ekspresi tak tahu malu. “Kakak tadi malam mirip binatang buas!”


Tidak hanya Dylan yang geram mendengar ucapan Fella itu, Deliska yang juga masih mendengar lewat sambungan telepon pun merasa jijik dengan sikap calon adik iparnya itu.


“Kamu sudah gila ya? Kamu kerasukan setan apa, hah?” seru Dylan dengan emosi yang meluap. Laki-laki itu melotot dengan napas memburu merasakan panas di dada dan pikirannya yang juga kacau.


“Aku cinta kamu, Kak Dylan. Kamu juga cinta aku kan? Aku mau kasih hal yang istimewa buat kamu sebagai bukti kalau aku mencintai kamu, Kak.”


Pernyataan yang keluar dari mulut Fella itu menggoreskan luka yang terlalu dalam di hati Deliska. Dia merasa dikhianati, tetapi sakitnya jauh lebih parah daripada dikhianati dengan orang lain.

__ADS_1


“Kamu menjijikkan Fella. Kamu bukan adikku! Kamu iblis! Aku benci dengan kebodohan kamu ini!” pekik Dylan yang kemudian meraih celananya.


Deliska benar-benar tidak tahan dengan perdebatan kedua kakak beradik itu. “Jadi, sebenarnya apa yang terjadi pada kalian berdua?” jerit Deliska dengan hati yang sangat kecewa.


Dylan baru tahu jika yang sejak tadi berteleponan dengan Fella adalah Deliska, calon istrinya. Gadis itu pasti sudah mendengar banyak hal dan itu membuat Dylan semakin tak enak hati.


“Deliska, aku bisa jelaskan semuanya. Aku dijebak sama Fella!” Dylan merenggut ponsel miliknya yang tergeletak di kasur sejak perdebatannya dengan Fella. Dia memelankan suara saat berbicara dengan calon istrinya itu untuk mendapatkan pengampunan dari wanita yang kini bersemayam di hatinya itu.


“Dijebak kamu bilang? Aku nggak nyangka ya, Dylan kalau kamu sama adik kamu bisa melakukan hal yang menjijikkan ini!” teriak Deliska tak mau mempercayai Fella ataupun Dylan. “Aku benci kalian berdua.”


Deliska memutus panggilannya secara sepihak. Dia sudah merekam panggilan videonya itu sebagai bukti perselingkuhan Dylan dan Fella.


Karena emosi yang memuncak, Deliska mengirimkan rekaman itu pada seseorang yang menjadi mahasiswa di kampus tempat Fella menimba ilmu. Dia sudah terlanjur sakit hati karena pernikahan yang ada di depan mata harus terancam batal karena pengkhianatan ini.

__ADS_1


Asmara terlarang Fella untuk Dylan akan menjadi bom yang sebentar lagi akan menghancurkan keduanya.


***


__ADS_2