
Papa Ferdinand sangat terkejut mendengar usulan calon besannya. Bagaimana mungkin dia tega menikahkan Fella dengan laki-laki lain di saat keadaannya yang seperti ini. Papa Ferdinand tidak ingin menghancurkan Fella yang sudah dianggap seperti putrinya sendiri itu, kian hancur karena pernikahan yang dipaksa dengan laki-laki lain yang tidak dikenalnya.
Fella sudah kehilangan mahkota yang sangat berharga, sedangkan laki-laki yang mungkin akan menikah dengannya belum tentu bisa menerima hal itu. Dia tentu tidak ingin jika Fella dianggap sebagai gadis murahan yang merelakan mahkotanya untuk kakaknya sendiri.
“Pa, aku nggak mau dinikahin sekarang, Pa!” mohon Fella pada sang ayah. dia benar-benar tidak mau menikah karena dijodohkan apalagi jika itu dengan laki-laki yang tidak dikenalnya sama sekali.
Papa Ferdinand menatap Fella yang dibesarkan sejak kecil. Laki-laki itu juga sangat menyayangi Fella. Semua yang dia lakukan ini, juga demi kebaikan putrinya itu. Meski sebenarnya, cara Papa Ferdinan tetaplah salah karena tidak mau mengungkapkan fakta yang sebenarnya.
“Kalau ke luar negeri apa kamu bersedia? Kamu juga sudah di D.O dari kampus, kan?” usul Papa Ferdinand setelah menimbang banyak hal.
Tanpa berpikir panjang lagi, Fella langsung menyetujui penawaran papanya itu. Dia pikir lebih baik kulihat di luar negeri daripada menikah dengan laki-laki yang belum jelas.
__ADS_1
*
*
Akhirnya, pernikahan Dylan dan Deliska pun dilaksanakan keesokan harinya. Kedua pengantin itu tampak bahagia di hadapan para tamu yang datang, terutama wajah Dylan.
Sementara Fella hanya bisa melihat dari kejauhan kakaknya yang sangat dia cintai bersanding dengan wanita lain. hatinya benar-benar hancur, tapi itu tidak bisa merubah apa pun. Dia harus merelakan Dylan sekarang karena laki-laki itu sudah menjadi milik orang lain.
Setelah Dylan dan Deliska sah menjadi suami istri, Fella diantar ke bandara oleh sopir. Dia menangis dan merasakan sakit hati yang mendalam. Dia sendirian yang pergi, sementara orang tua dan kakaknya tersenyum bahagia menyalami para tamu di pernikahan Dylan.
“Nggak, aku udah dibuang sama aku mereka. Rasanya aku nggak perlu lagi mengasingkan diri di luar negeri. Jika Kak Dylan masih bisa hidup bahagia dengan wanita yang sudah menyebarkan berita itu, kenapa aku harus menanggung akibatnya sendirian?”
__ADS_1
Fella mengusap air matanya. Dia sedang merencanakan cara untuk bisa melarikan diri tanpa diketahui oleh sopir yang mengantarnya.
Walau belum memiliki tujuan yang pasti, tetapi tekat Fella sudah bulat. Dia akan melarikan diri tanpa diketahui oleh sopir.
Fella terus diawasi oleh sang sopir saat mereka telah tiba di bandara. Wanita itu masih bersikap seperti biasa karena tidak mau menimbulkan kecurigaan. Sampai akhirnya, mereka benar-benar berpisah dan Fella bisa kabur dari bandara.
“Sekarang aku harus kabur ke mana?” Wanita itu sambil menoleh ke sekeliling dengan ekspresi bingung.
Dia memperhatikan jam di pergelangan tangannya lalu terbesit pikiran untuk menjual semua barang berharga yang menempel di tubuh dan juga bakalnya ke luar negeri. Wanita itu juga menguras semua uang yang ada di tabungan pemberian papanya.
“Dengan uang sebanyak ini, aku pasti bisa hidup dengan lebih baik dan melupakan mereka semua!”
__ADS_1
***
kembang Kopinya jangan lupa🤗🤗 kalau ada typo komen di paragrafnya ya guys💋💋