
Hati Fella terasa hancur sangat mendengar kata-kata jahat yang keluar dari mulut Ibu pemilik rumah. Dia baru saja mendapat kekuatan untuk mempertahankan anaknya, tetapi sekarang dia harus memikirkan nasib anaknya yang mungkin akan menjadi cacat karena hubungan saudara antara dia dan Dylan.
Tak ingin membuat keributan, Fella akhirnya memilih pergi dari tempat itu. Dia yakin bisa membesarkan anaknya seorang diri, di tempat yang lebih baik.
Wanita itu menyeret kopernya tanpa tujuan. Beruntung, dia baru saja gajian sehingga uang di dompetnya masih tebal. Namun, tetap saja dia tidak memiliki tujuan lagi.
Fella mengikuti langkah kakinya sendiri, berjalan tanpa tujuan sampai akhirnya tiba di stasiun kereta. Dia naik kereta yang entah akan membawanya ke mana, yang jelas sangat jauh dari kota ini.
Wanita itu sedang menatap ke luar jendela kereta dan mengingat kembali semua yang telah terjadi.
Mama, Papa, maafkan aku. Aku dan anakku pasti akan membuat keluarga kita malu. Aku minta maaf Ma, Pa. Aku harap kalian akan selalu bahagia.
Tanpa terasa air bening itu kembali lolos begitu saja dari mata cantik wanita itu. Kini, dia benar-benar akan meninggalkan segalanya, termasuk kota kelahirannya.
*
*
__ADS_1
*
Perjalanan panjang di kereta api, akhirnya membawa Fella ke sebuah kota kecil yang sangat jauh dari hiruk-pikuk ibu kota. Dia menghela napas setelah keluar dari gerbong kereta.
Tanpa alamat tanpa alat komunikasi, Fella melangkah keluar meninggalkan stasiun. Wanita itu mencari warung di luar stasiun demi menghemat pengeluaran.
Namun, saat sudah dekat dengan warung makan, tiba-tiba sebuah motor menyerempetnya hingga tersungkur di tanah. Fella terluka kaki tangannya lecet, sedangkan pemotor yang menabraknya masih bisa berhenti dengan selamat tak jauh dari tempat jatuhnya Fella.
Laki-laki yang tidak sengaja mencelakai Fella itu turun daro motor dan berlari menghampiri Fella.
“Ya ampun, Mbak. Mbak nggak apa-apa?” tanya laki-laki itu sambil melepas helm yang menutupi wajah tampannya.
“Maaf, Mbak, maaf. Saya beneran nggak sengaja,” ucap pemuda tampan itu.
Beberapa orang menghampiri mereka untuk melihat apa yang terjadi. Setelah mendengar cerita dari pemuda itu, orang-orang menyalahkan pemuda itu dan memintanya untuk membawa Fella ke rumah sakit sebagai bentuk tanggung jawab.
*
__ADS_1
*
Fella dan laki-laki yang telah menabraknya itu akhirnya tiba di puskesmas untuk memeriksa keadaan Fella. Si tampan itu merangkul Fella dan menuntunnya ke ruang gawat darurat agar segera ditangani. Keduanya yang masih sama-sama muda terlihat seperti sepasang kekasih.
Mereka disambut oleh perawat yang langsung mencerca dengan berbagai pertanyaan mengenai penyebab luka yang ada di tangan dan kaki Fella.
“Saya tadi lagi nerima telepon sampai nggak bisa konsentrasi terus nyerempet mbak ini!” jelas laki-laki yang menabrak Fella itu.
Fella hanya diam karena yang ada dalam pikirannya saat ini adalah anaknya saja. Dia khawatir kecelakaan itu membuat anaknya terluka di dalam perutnya.
Saat perawat masih membersihkan dan mengobati luka Fella, wanita itu memberanikan diri untuk bertanya, “Suster, apa anak di kandungan saya baik-baik saja?”
Pertanyaan Fella itu membuat sang Pemuda dan juga perawat mengerutkan kening. Fella terlihat masih terlalu muda untuk hamil sehingga mereka cukup kaget mendengarnya.
“Kamu sudah menikah, Mbak?” tanya pemuda yang menabrak Fella.
***
__ADS_1
kembang Kopinya jangan lupa guys 💋💋💋