Asmara Terlarang

Asmara Terlarang
Asmara Terlarang ● Bab 14


__ADS_3

Fella menunduk dengan wajah takut. Dia tidak menyangka jika cinta yang dia rasakan kepada Dylan nyatanya membuat wanita itu terjebak dalam masalah yang semakin rumit.


“Fella, ada apa ini jelaskan!”


Suara sang ayah yang menggelegar membuat nyali Fella kian ciut. Dia sedang menghadapi amukan semua orang saat ini sehingga setiap kata yang keluar dari mulutnya harus dipikir matang-matang. Tidak bisa lagi dia berkata sembarangan seenak mulutnya sendiri.


“Aku ... sebenarnya aku.” Fella menghela napas dengan berat. Ya, memang semua ini terasa begitu berat, tetapi tetap saja dia harus bertanggung jawab dengan apa yang telah diperbuatnya itu.


“Jangan bertele-tele, cepat jelaskan dengan jujur!” bentak Dylan yang benar-benar tidak bisa sabar menghadapi adiknya itu. Masa depannya telah hancur gara-gara ulah sang adik yang terlalu egois.


Fella masih mencoba mengatur napasnya yang terasa sesak. Lalu, perlahan wanita itu mengangkat kepala dan menatap kakak dan ayahnya secara bergantian.


“Iya, aku yang salah. Aku cinta sama Kak Dylan, dan aku juga sengaja menjebaknya untuk tidur denganku supaya Kak Dylan menjadi milikku saja!” ungkap Fella dengan air mata yang terus mengalir deras.


Tangisan Mama Larissa pun pecah mendengar pengakuan Fella itu. Tak hanya sang mama, Dylan dan juga papanya sangat kecewa dengan pemikiran Fella yang sangat tidak waras.

__ADS_1


“Kamu tidak sadar dia siapa? Dia itu kakakmu Fella!” hardik Papa Ferdinan yang sungguh-sungguh tidak habis pikir dengan tingkah sang putri.


Rasa bersalah dalam diri Fella kian besar. Dia sama sekali tidak berani menyuarakan cinta dengan lantang seperti yang dia katakan pada Dylan beberapa saat yang lalu.


“Aku cinta Kak Dylan, Pa. Yang aku mau Kak Dylan nggak boleh jadi milik orang lain!”


Mendengar penjelasan Fella itu, Dylan rasanya ingin menammpar adiknya. Akan tetapi, dia tidak melakukan itu karena masih menghargai kedua orang tuanya.


“Yang kamu lakukan ini justru membuat aku semakin jijik sama kamu! Aku nggak nyangka kamu bisa berubah sejahat ini. Apapun yang terjadi merupakan menikahi Deliska. Aku benci sama kamu, Fella dan selamanya aku nggak akan pernah maafin kamu!” ungkap Dylan dengan kemarahan yang sudah di ambang batas.


Rasa cinta Dylan untuk Fella telah menguap tak tersisa lagi. Yang ada sekarang hanya rasa benci laki-laki itu kepada adiknya yang telah kehilangan akal.


Sementara Fella semakin tersiksa karena rasa bersalah. Dia sama sekali tidak menduga jika Dylan akan justru membencinya. Keegoisannya memang sudah menghancurkan semuanya.


“Fella kamu keterlaluan! Dylan itu kakak kamu sendiri, bagaimana bisa seorang adik bertindak seperti itu? Apa kamu sudah gila?” sentak Papa Ferdinand yang mulai merasakan sakit kepala luar biasa karena ulah putrinya itu. Dia tidak menyangka jika anak yang dibesarkan selama ini bisa mencoreng nama baik keluarganya.

__ADS_1


“Pa, Ma. Aku ... aku nggak bisa kontrol hatiku, aku beneran cinta sama Kak Dylan, Ma, Pa!”


Fella menundukkan kepala. Dia tahu kesalahannya kali ini sangat fatal dan mungkin tidak akan dimaafkan.


“Kamu sudah menghancurkan keluarga kita. Kamu benar-benar anak yang tidak tahu diuntung!”


Saat kedua orang tuanya belum selesai memberi tanggapan, tiba-tiba Devina menelepon Fella. Mau tidak mau Fella pun menjawab panggilan temannya itu karena Devina terus menelepon seolah ada berita penting yang harus disampaikan.


“A-ada apa, Dev?”


“Fel, datang ke kampus sekarang. Ada banyak hal yang harus kita bicarakan, sekarang!”


***


Masih tegang???? Ngopi dulu yuk💋💋

__ADS_1


__ADS_2