Asmara Terlarang

Asmara Terlarang
Asmara Terlarang ● Bab 51


__ADS_3

Sehari setelah Dylan memberikan perintah, orang suruhannya sudah menghubungi dan membawa informasi yang dia inginkan. Dylan sangat tak sabar mengetahui siapa ayah kandung Fidela.


"Dari bukti-bukti yang berhasil saya kumpulkan, Tuan Daffi menikahi Nona Fella ketika beliau dalam keadaan hamil."


Dylan mengembuskan napas panjang karena sekarang semakin jelas kalau Fidela memang anaknya.


"Nggak mungkin Fella hamil duluan dengan Daffi. Karena jika benar begitu, dia nggak mungkin ngotot kalau hamil setelah menikah. Itu pasti hanya alasan Fella untuk menutupi semuanya dariku," batinnya.


Setelah mendapat informasi yang akurat itu, Dylan terus berusaha mengejar Fella. Berulang kali dia datang ke rumah Daffi, hanya demi menemui Fella. Tidak peduli meski tindakannya sering sia-sia karena Fella tak mau menemuinya, tetapi Dylan pantang menyerah. Dia rela menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkan kejujuran dari adiknya.


Namun, Dylan tak sadar jika perbuatannya itu membuat Deliska memendam kekesalan. Deliska curiga dengan Dylan yang sering berangkat lebih awal, dan pulang terlambat. Dia tak percaya jika semua itu hanya karena urusan pekerjaan.


"Aku harus mencari tahu, apa yang dia lakukan di belakangku," batin Deliska.


Dia bertekad untuk mengikuti Dylan secara diam-diam, dan menyelidiki apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Karena saat ini dia curiga jika sikap Dylan ada hubungannya dengan Fella.


Pagi itu, Deliska mulai melancarkan aksinya. Beberapa saat setelah Dylan berangkat meninggalkan rumah, Deliska pun ikut berangkat. Dengan menggunakan taxi dia terus mengikuti ke mana mobil Dylan melaju, dan ternyata bukan ke arah kantor.


"Benar kan dugaanku, nggak mungkin kesibukan ini hanya karena kerja, pasti ada sesuatu yang lain," batin Deliska dengan tangan yang mengepal erat.

__ADS_1


Setelah cukup lama, akhirnya mobil Dylan berhenti di depan rumah mewah, yang sangat asing bagi Deliska. Dia belum tahu kalau itu rumah Daffi.


"Tunggu sebentar ya, Pak, saya akan ke sana," ucap Deliska kepada sopir taxi.


"Baik, Non."


Deliska kemudian keluar dan berjalan pelan-pelan ke arah Dylan. Suaminya itu tampak berbincang serius dengan penjaga yang ada di sana. Raut mukanya masam dan seperti menahan kesal, Deliska penasaran apa yang terjadi dengannya. Dia pun berjalan lebih dekat, hingga mendengar ucapan Dylan yang membuatnya naik pitam.


"Aku ingin bertemu Fella, sekali ini saja." Ucapan Dylan yang terdengar jelas di telinga Deliska.


"Oh, jadi ini yang kamu bilang sibuk kerja? Ternyata kamu hanya mencari-cari Fella, dan nggak jujur sama aku!" Deliska tak bisa menahan diri lagi, langsung menyahut ucapan Dylan sebelum penjaga sempat menjawab.


"Sayang, kok kamu ada di sini?"


Mata Deliska melotot tajam. "Kenapa? Kamu takut karena aku udah mengetahui pengkhianatanmu?"


"Sayang, tenanglah! Ini nggak seperti yang kamu kira." Dylan menggenggam tangan Deliska, dan membawanya menjauh dari penjaga.


"Penjelasan apa lagi yang kamu maksud? Semua ini udah jelas, kamu menghabiskan waktu untuk mencari Fella. Kenapa? Apa kurangnya aku? Hingga kamu tega membohongiku dengan cara kayak gini?" Suara Deliska mulai meninggi. Bahkan, dadanya juga terlihat naik turun karena amarah.

__ADS_1


Dylan menggelengkan kepala, lalu menggenggam erat kedua lengan Deliska.


"Ini bukan tentang kurang atau nggak, Sayang. Aku mencari Fella karena ada alasannya."


"Alasan apa lagi? Kamu mau menggunakan Mama untuk menutupi kesalahan ini, iya?" jawab Deliska sambil menepis kasar tangan Dylan.


"Bukan, Sayang. Aku melakukan ini karena kemungkinan besar anaknya Fella adalah anakku. Aku mencari dia hanya untuk memastikan hal ini," ucap Dylan dengan pelan.


Dia khawatir jika jawaban itu akan membuat Deliska tersinggung. Tetapi, dia juga tak bisa berlama-lama menyembunyikannya. Dan benar saja, setelah dirinya mengatakan itu Deliska langsung melangkah mundur. Bibirnya bergetar, dan matanya berkaca-kaca.


"Sekarang aku tahu kenapa kamu nggak mau cepat-cepat punya anak, kamu juga nggak masalah meski aku sulit hamil. Ternyata ini jawabannya, karena kamu udah mengharap anak dari Fella. Kamu keterlaluan, Dylan!" bentak Deliska.


"Sayang!"


"Cukup! Aku nggak mau lagi dengar pembelaan kamu!" teriak Deliska sambil membalikkan badan, lalu berlari menuju taxi dan bergegas masuk ke sana.


"Sayang! Sayang! Ahh!" Dylan menggeram kesal karena begitu cepat taxi melaju, dan membawa istrinya.


***

__ADS_1


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋💋


__ADS_2