Asmara Terlarang

Asmara Terlarang
Asmara Terlarang ● Bab 27


__ADS_3

Fella tetap menolak permintaan Daffi. Dia tidak mau menambah masalah hidupnya dengan menjadi istri Daffi yang baru dikenalnya.


Saat ini Fella sedang hamil dan fia tidak mungkin menikah. Walaupun, mungkin tujuan Daffi memang baik untuk melindungi masa depan anaknya. Namun, anak itu bukaah anak Daffi, dan mereka juga akan membohongi nenek Daffi demi pernikahan ini.


“Aku akan merahasiakan masa lalumu. Aku yang akan menjadi ayah dari anakmu. Kalau kamu keberatan melanjutkannya, kita bisa bercerai dan anak itu akan tetap menjadi anakku!”


Ucapan Daffi terus terngiang-ngiang di kepala Fella. Dia sampai tidak bisa tidur dan terus memikirkan penawaran Daffi yang sangat tidak masuk akal.


“Apa pernikahan itu sebuah mainan? Bukankah aku akan membohongi banyak orang jika menikah dengan Daffi. Apalagi, aku baru saja mengenal laki-laki itu!”


Pikiran Fella berkecamuk. Secara egois, memang penawaran Daffi itu sangat menguntungkan, apalagi anakmya yang akan lahir tanpa seorang ayah pasti akan mengalami kesulitan nantinya.


Wanita itu coba memejamkan mata dan coba menghilangkan pikirannya yang sudah terpengaruh oleh Daffi.


*


*


Pagi-pagi sekali, Daffi sudah menunggu Fella di depan pintu kamarnya. Laki-laki itu sudah membawa makanan yang dia khususkan untuk Fella yang sedang hamil.

__ADS_1


“Kak Daffi, ada apa lagi?” tanya Fella yang cukup terkejut saat membuka pintu dan bertemu dengan Daffi.


Daffi sedikit mengangkat makanan yang sengaja dia beli untuk merayu Fella. Usahanya memang tidak main-main untuk menjadikan wanita itu sebagai istri, karena memang keadaan Fella saat ini sangat tepat untuk dijadikan istri dadakan.


“Aku bawa ini spesial untuk anak kamu!” kata Daffi dengan percaya diri. Meski dia sudah ditolak mentah-mentah kemarin, tetapi dia tidak mau menyerah begitu saja.


Fella mengernyitkan kening dengan pandangan tertuju pada bungkusan berisi makanan yang dibawa Daffi.


“Ini makanan sehat untuk ibu hamil. Kamu harus coba, Fel!” timpal Daffi sambil memindahkan bungkusan makanan itu ke tangan Fella.


Fella sudah menebak bahwa Daffi sebenarnya sedang berusaha mengambil hatinya. Namun, tetap saja rasa ragu itu lebih mendominasi hatinya saat ini.


“Fella, ini makanan khusus wanita hamil. Jadi, kamu harus memakannya karena aku tidak hamil dan tidak bisa memakannya.


Daffi segera melarikan diri setelah mengatakan hal itu. Dia tidak akan memaksa Fella sekarang, yang terpenting wanita itu harus tahu bahwa dia benar-benar peduli dan bisa menerima keadaannya. Tentu saja tujuannya supaya dia tidak dicoret dari daftar penerima warisan.


Fella memandangi makanan yang sudah dibelikan oleh Daffi. Sayang sekali jika tidak dimakan dan akan terbuang sia-sia. Wanita itu pun memutuskan untuk menikmati saja makanan yang sangat sehat dan kaya gizi untuk kehamilannya itu.


Malam hari, Fella sedang menunggu angkot karena dia baru pulang bekerja. Selain mencarikan tempat tinggal, Daffi juga berbaik hati membantu Fella sampai bisa diterima kerja di sebuah restoran.

__ADS_1


Rupanya, laki-laki itu juga datang menjemput Fella yang kesulitan mencari angkutan umum. “Yuk, naik!” titahnya setelah motor itu berhenti di halte tempat Fella menunggu kendaraan umum.


Fella jelas tahu kehadiran Daffi, tetapi malam ini dia tidak mau lagi menerima kebaikan hati laki-laki itu. Sudah jelas sekarang apa tujuan Daffi mendekatinya.


Daffi yang merasa diabaikan pun akhirnya melepas helm dan turun dari motor. “Kamu mau nunggu angkot jam segini? Nggak sadar apa kalau ini udah malam, Fel. Kasihan anak kamu butuh istirahat!”


Fella menatap Daffi dengan sinis. “Kenapa sih kamu begitu baik sama aku. Kamu sengaja ya biar aku merasa hutang budi sama kamu!”


Daffi menghela napas dan menatap Fella dalam-dalam. “Aku peduli sama anak kamu. Aku mau menerimanya sebagai anakku Fella. Anggap saja aku sedang mengasihani anak kecil dan ingin mengadopsinya sebagai anak. Apa aku salah?”


Bukannya merasa terharu, Fella justru melayangkan tatapan dingin. “Kamu ingin menganggapnya anak, atau menjadikannya alasan supaya aku mau menikahimu. Coba kamu pikir, mana mungkin nenekmu akan menerima cucu dari laki-laki lain. Kamu pikir juga gimana kalau sampai kebohongan ini terbongkar!”


Daffi terdiam cukup lama. Lalu, dia kembali angkat bicara.


“Selama kamu tidak mengatakannya, nenek tidak akan pernah tahu tentang ayah kandung anakmu. Dan soal identitas, mantan pacar aku adalah seorang yatim piatu. Jadi, kita bisa menikah tanpa memberitahu orang tuamu, karena yang nenek tahu kamu adalah mantan pacarku itu.”


***


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2