Asmara Terlarang

Asmara Terlarang
Asmara Terlarang ● Bab 54


__ADS_3

Deliska masih tidak terima dengan hasil pemeriksaan dokter. Dia tidak percaya jika dirinya mengidap kanker, dan harus operasi angkat rahim. Hingga akhirnya, Deliska ngotot minta pindah rumah sakit. Dia yakin hasil pemeriksaan di tempat lain akan berbeda.


Dylan pun menyetujui permintaan Deliska. Meski yakin jika pemeriksaan dokter tidak salah, tetapi dia melakukan itu untuk menenangkan hati Deliska, agar istrinya bisa menerima keadaan dan mau operasi demi kesembuhannya.


Deliska dan Dylan pindah rumah sakit sampai lima kali, dan hasilnya memang benar sama. Deliska tetap divonis kanker ovarium, dan harus angkat rahim.


"Sayang, kita ikuti saja ya saran dokter. Angkat rahim agar kamu bisa sembuh. Aku nggak mau kalau kamu sakit kayak gini terus," ucap Dylan, berusaha memberikan pengertian untuk sang istri.


"Nggak! Sampai kapan pun aku nggak mau angkat rahim. Aku ingin hamil!" teriak Deliska.


Dia bersikeras menolak saran dokter. Tidak peduli konsekuensi yang akan diterima, dia tetap mempertahankan rahimnya, karena impian terbesarnya adalah memberikan anak untuk Dylan.


"Sayang, aku tahu kamu ingin punya anak, tapi jangan mempertaruhkan nyawa kamu demi itu. Aku nggak masalah kita nggak punya anak, asal kamu sehat dan nggak sakit-sakit lagi."


"Kamu bicara begitu karena sudah mengharap anak dari Fella. Iya, kan?" jawab Deliska sambil menatap tajam.


Dylan menggelengkan kepala. "Ini nggak ada hubungannya dengan Fella, Sayang. Aku cuma nggak mau kenapa-napa."


"Berobat nggak cuma ke rumah sakit doang, ada alternatif lain yang bisa menggunakan herbal, dan nggak perlu operasi. Aku akan mencoba cara itu," kata Deliska, tetap menolak operasi yang akan membuatnya tidak bisa punya anak.

__ADS_1


Mendengar itu, Dylan diam dan menunduk. Dia sudah kehabisan cara untuk membujuk Deliska. Dylan tak tahu lagi harus bagaimana menghadapi istrinya.


**


**


Beberapa bulan kemudian, usia Fidela sudah genap satu tahun. Fella mengajaknya berkunjung ke tempat Papa Ferdinan dan Mama Larissa. Ibunya itu sudah kembali sehat, dan kini hubungannya dengan Fella juga membaik.


Di sana, Fidella dipangku dan diajak bermain oleh Mama Larissa. Wanita itu sangat menyayangi Fidella, dan Fidella pula tampak nyaman bersama neneknya.


Namun, keseruan mereka tidak berlangsung lama. Mama Larissa mendadak panik ketika melihat Fidella menangis, dan menggaruk-garuk tubuhnya yang kemerahan.


"Mama juga nggak tahu, Fel, tiba-tiba dia gatel-gatel gini pas makan cokelat di meja, bekas kamu tadi," jawab Mama Larissa sambil berusaha menenangkan Fidela, yang terus menangis.


"Aduh, Ma, aku belum pernah kasih dia cokelat." Fella semakin panik, apalagi ketika tangis Fidela kian kencang.


Pada saat keduanya masih panik, tiba-tiba Dylan datang, dan menghampiri mereka. Dyla pun menanyakan kondisi Fidela yang gatal-gatal, dan Mama Larissa menjelaskan jika bocah kecil itu baru saja makan cokelat.


"Mungkin dia alergi almond yang ada di coklat itu, soalnya aku juga alergi sama almond," ucap Dylan.

__ADS_1


Fella terkejut mendengar itu, namun dia tak banyak membantah. Saat ini yang paling penting adalah pertolongan untuk Fidela. Jadi dia tidak meributkan omongan Dylan. Langsung saja ke rumah sakit, dan memeriksakan kondisi Fidela. Sebelum terlambat, pikir Fella. Saat ke sana, Fella diantar oleh Mama Larissa dan Dylan.


Karena ikut khawatir dengan keadaan Fidela, Dylan melajukan mobilnya dengan cepat. Hingga tak membutuhkan waktu lama untuk tiba di rumah sakit tujuan.


"Jangan nangis lagi ya, Nak, sebentar lagi dokter akan mengobatimu," ucap Fella sambil menggendong tubuh Fidela, dan membawanya turun dari mobil.


Melihat Fella melangkah cepat, Mama Larissa dan Dylan pun melakukan hal yang sama. Mereka berjalan, dan mengikuti Fella dari belakang.


Tak lama kemudian, Fidela sudah mendapat pertolongan dari dokter. Ia langsung dibawa masuk, dan diperiksa di sana. Fella dan yang lainnya menunggu di luar ruangan dengan cemas.


"Semoga Fidela tidak apa-apa." Sebuah doa yang terus terucap dari bibir ketiganya.


Setelah beberapa saat menunggu, dokter akhirnya keluar dan menghampiri Fella. Dokter memberitahukan keadaan Fidela yang gatal-gatal karena alergi. Dan saat Fella masuk untuk melihat anaknya, Mama Larissa tertegun di tempatnya.


"Kok bisa ya Fidela alergi kayak kamu. Padahal, selama ini kan Fella nggak punya alergi apa-apa?" celetuk Mama Larissa sambil menatap Dylan.


***


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2