
Sosok pria tampan baru saja selesai dengan ritual mandinya.handuk putih melilit di pinggang,rambut hitam penatnya yg basah,terlihat jelas tangan yg kekar nan berotot itu sedang sibuk mengerikan rambut,perutnya yg kotak-kotak nampak sangat sexsi terlihat terukir sempurna. Arsyad yg telah tiba di amerika dari beberapa jam yg lalu .
kini Arsyad sudah berada di apartemen yg di pilih kan rizki .tubuhnya sangat lelah akibat perjalanan yg begitu jauh untung saja rendy temanya rizky membantu merapikan barang-barang nya ,kalau tidak Arsyad pasti sampai sekarang belum selesai .
setelah selesai berpakaian Arsyad langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur ,yg ukuran ya tidak terlalu besar .tapi terasa empuk dan nyaman.Sekilas bayangan Atiqah terlintas di pikiran ya.tanpa aba-aba Arsyad langsung menyunggingkan senyuman manis.
" apakah aku mulai merindukan ya"
memang tidak bisa di pungkiri kini hati dan pikirannya hanya tertuju pada Atiqah gadis bercadar yg selalu membuat hatinya selalu berdebaran.
Arsyad bangun dari tempat tidurnya langsung mendekat ke arah jendela besar yg langsung memperlihatkan gedung-gedung besar yg di luaran sana terlihat jelas banyak lampu yg menyala nampak terlihat indah dan berkelip-kelip.
Terlihat di bawah sana masih ramai dengan kendaraan beroda empat ,orang-orang berjalan kaki masih terlihat berlalu lalang di luaran sana .Arsyad mengamati semua itu masih terasa. Asing baginya tapi dirinya harus bisa menyesuaikan diri di sini.
Udara malam semakin terasa dingin menyelinap masuk kedalam ruangan. Kini rasa ngantuk sudah menghampirinya.tubuhnya segera beristirahat.besok Arsyad harus membeli beberapa perlengkapan yg belum lengkap karna dua hari lagi mulai masuk kuliah .
__ADS_1
***
Satu bulan telah berlalu begitu saja terasa sangat cepat,dimana suami dari sahabat nya berkunjung ke rumah Atiqah.dimana Arsyad juga pergi ke amerika untuk melanjutkan studynya.dimana zahra sering berkunjung ke rumah,dimana rizky dan ifah sering mengunjungi Atiqah.dan selama satu bulan ini Atiqah sudah mengajar di pondok pesantren kiayi hasan.
Hari demi hari Atiqah lalui dengan semangat ,tidak peduli dengan kekurangan yg tidak bisa melihat ,bagi Atiqah sendiri ini adalah ujian untuk dirinya dimana sabar dan keimanan ya sedang di uji oleh sang maha pencipta .Atiqah terima dengan senang hati ,ia tidak ingin patah semangat karna dirinya yg sekarang .
Atiqah terima semua ini dengan senang hati bukan kah taqdir dari allah ini harus di terima dengan senang hati ? Maka dari itu kita seperti org terkaya karna sudah menerima pemberian taqdir dengan senang hati.
Kini Atiqah tengah bersiap-siap untuk mengajar di pondok pesantren hari ini Atiqah memakai baju gamis syar'i berwarna maronn beserta kerudung yg menjuntai menutup lekuk tubuhnya ,tidak lupa juga dengan cadar yg senada berwarna maron.nampak elegan,cantik dan anggun.
Kini Atiqah sudah sampai di pondok pesantren di jemput oleh salah satu santri putri kiayi hasan. setelah itu Atiqah langsung menuju tempat mengajar nya. Saat tengah berjalan ada yg mengucap salam padanya dan suara itu tidak asing di telinga Atiqah .dengan begitu Atiqah menghentikan langkahnya.
" waalaikumsalam ustadz "
mereka berdua berdiri saling berhadapan dengan jarak dua meter karena untuk menjaga jarak dengan yg bukan mahromnya.terlihat jelas pria itu tersenyum pandangan ya tertunduk sesekali melirik ke depan untuk melihat lawan bicaranya.
__ADS_1
org itu mirza putra pertama kiayi hasan .
" ukhty mau berangkat mengajar?" tanya mirza
"Iya ustadz mirza" ucapnya pelan
" ukhty nanti kalau sudah pulang mengajar ukhty di suruh ke rumah abi dulu " ucap mirza menyampaikan amanah dari kiayi hasan.
" maaf,ustadz kalau boleh tau kenapa beliau menyuruh saya kesana"
" entahlah saya juga kurang tau"
" ada apa ya kenapa kiayi hasan menyuruh ku kesana? " batin Atiqah
" baikhlah ustadz mirza nanti setelah selesai mengajar saya akan pergi kerumah beuliau "
__ADS_1
" terimakasih ukhty kalau begitu saya permisi dulu,assalamualaikum"
" iya ustadz waalaikumsalam"