Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
ngidam?


__ADS_3

Ifah menghampiri Atiqah setelah mendapatkan kabar bahagia ini,ia lalu duduk di samping Atiqah seraya tersenyum senang.


"Alhamdulillah atiqah.selamat ya sebentar lagi kamu dan Arsyad akan menjadi orang tua,semoga kandunganmu selalu sehat dan baik-baik saja"


Atiqah mengangguk


"terimakasih kak,semoga kandungan dan bayi kakak sehat selalu sampai lahiran nanti"


rizky dan Arsyad sudah berpelukan,melihat adiknya bahagia,rizky juga ikut bahagia.apalagi setelah Arsyad dan Atiqah menikah.sikap Arsyad berubah drastis menjadi lebih hangat seperti dulu.


sikap dingin dan datar itu menghilang,seiringnya Atiqah hidup dalam kehidupan Arsyad .tidak ada kata-kata ataupun tulisan,Arsyad merasa bahagia luar biasa,rasa syukur tak henti-hentinya Arsyad panjatkan.


hidupnya terasa berubah saat kala itu Arsyad mengikat Atiqah dalam ikatan suci.seperti sebuah cahaya yg datang di tengah kegelapan malam yg pekat,Atiqah sudah memberi sinar hangat yg nyaman bersemayam di relung hati.tidak bisa di pungkiri ,Arsyad telah jatuh dalam kehangatan itu,rasa cinta dan kasih sayang yg terbalaskan membuat nya kembali hidup.


Atiqah seperti menorehkan warna indah pada Arsyad ,semua warna indah itu seperti sebuah kenangan saat Arsyad dan Atiqah bersama .merajut rasa cinta dan kasih sayang yg semakin dalam bahkan kata dalam terasa kurang,mungkin lebih dalam dang sangat dalam. Kini kebahagian itu tidak mampu terbendung,kala mendengar bahwa wanita yg selama ini di cintainya tengah hamil.


setelah ucapan selamat dan membagi rasa bahagia, rizky pun pergi untuk bekerja sementara ifah pamit untuk beristirahat mengingat kehamilanya menginjak 7 bulan ia selalu mudah lelah .


Sia ini Arsyad .terus memeluk tubuh Atiqah,tangan ya mengusap perut Atiqah yg masih rata.sesekali terdengar suara tawa dari keduanya.pasangan suami istri yg tengah di landa kebahagiaan inu tak henti-hentinya tersenyum.


Apalagi Arsyad yg begitu bahagia dengan kehamilan Atiqah,.


"sayang aku sangat bahagia,bagaimana jika kita rayakan kebahagian ini?" tawar Arsyad


" maksud mas kita akan berpesta?" tanya Atiqah


"bukan pesta sayang,hanya semacam makan di luar dengan keluarga kita"


Atiqah diam seperti tengah memikirkan sesuatu.


"boleh kah kita merayakan ya dengan hal lain?" tanya Atiqah


" boleh sayang,katakan apa yg kau inginkan?" ucap Arsyad memeluk Atiqah.Arsyad memilih untuk tidak bekerja hari ini,karna seharian ini ingin terus bersama istrinya.


"Hmm...aku ingin mengundang doa bersama anak-anak yatim,apakah itu boleh?" tanya Atiqah menatap suaminya dengan penuh harap.


"approved!! Aku akan memberikan apapun yg kau inginkan selama itu baik sayang "

__ADS_1


mata Atiqah berbinar senang dan memeluk suaminya .


"terimakasih mas ,tapi dimana kita akan mengadakan doa bersama? Apa kita saja yg mendatangi mereka?


" no...kamu tidak boleh terlalu lelah,jika kau kesana kau akan melakukan perjalanan yg cukup jauh,sebelum lagi di sana kau tidak akan bisa istirahat"


"Lalu bagaimana? "


Atiqah mencebikan mulutnya.


"Aku akan menghubungi kak rizky dan meminta izin untuk mengundang anak-anak itu ke rumah,kau setuju?"


"apakah tidak merepotkan kak rizky? Atau mereka undang aja ke salah satu hotelmu?"


"aku pikir lebih baik kita udang mereka di rumah ini saja,jika di hotel aku khawatir akan menimbulkan fitnah ,aku pernah mendengar dari salah satu ceramah kiayi hasan ,bukankan ada suatu ayat yg mengatakan bahwa menyembunyikan sedekah itu lebih baik di bandingkan tidak menyembunyikan ya? Aku lupa bunyinya"


"jika kalian menampakan sedekah (kalian) ,itu adalah baik sekali,dan jika kalian menyembunyikan sedekah kalian itu serta kalian memberikanya kepada orang-orang kafir itulah yg lebih baik bagi kalian.Q.S Al-Baqarah (2):271.aku bangga mas mengingat tentang itu "


Atiqah tersenyum bangga mendengar suaminya berpikir ke arah sana.


tanya Arsyad


" insyaallah mas,,aku pun bukan perempuan yg sempurna karna kesempurnaan hanya milik allah ,kita hanya bisa berusaha terus berbuat baik" Atiqah merasa dia masih banyak kekurangan dan akan terus berusaha memperbaikinya.


"Hey,kau sangat beruntung karna akan mempunyai ibu yg sangat luar biasa" Arsyad mengelus lembut perut Atiqah dan berbicara kepada janinya .


"insyaallah.." Atiqah menjawab dan tersenyum.


"jadi kapan kita akan mengundang mereka mas? Kau hari ini sudah tidak ke kantor ,kapan waktu yg tidak mengganggu pekerjaanmu? Tanya Atiqah.


tiba-tiba Arsyad teringat bahwa akan ada meting penting di kantornya .


"hmm sayang sebenarnya besok akan ada meting penting di kantor,bagaimana kalau urusan kantor sudah selesai?" ucap Arsyad dengan hati-hati.


"Ya mas tidak apa-apa ,kau punya tanggung jawab sebagai pemimpin kan?maka kerjakanlah tugas mu dengan baik mas"


"siap tuan putri,insyaallah" Arsyad merasa lega .

__ADS_1


tiba-tiba Atiqah merasakan mual yg amat sangat,dia turun dari tempat Tidurnya dan berlari ke arah kamar mandi.


"sayang? Hati-hati jangan lari seperti itu" Arsyad yg melihat Atiqah berlarian pun kaget dan menyusul istrinya .


Atiqah memuntahkan semua yg ada di perutnya.saat Arsyad akan mendekat Atiqah mengangkat tanganya menghentikan langkah Arsyad.


"jangan ke sini ini sangat menjijikan "lalu dia pun memuntahkan isi perutnya lagi .


Arsyad yg khawatir melihat istrinya pun tidak memperdulikan larangan istrinya,dia mendekati Atiqah,memegangi rambutnya supaya tidak terkena muntahnya.Arsyad juga memijit pelan tengkut Atiqah.


''Bagaimana bisa kau berpikir aku akan merasa jijik melihatmu seperti ini,kau seperti ini karna mengandung anakku,terimakasih sayang" Arsyad mencium pucuk kepala Atiqah.


Atiqah kembali ke kamar mereka dengan di papah oleh Arsyad dan di baringkan ke tempat tidur mereka.


"Assalamualaikum ,anaknya ayah.semoga anak ayah dan bunda sehat selalu dan menjadi putra atau putri yg sholeh dan sholehah,jaga bunda mu dengan baik ya nak,jangan membuat bunda mu ke susahan " ucap Arsyad sambil mengelus perut istrinya yg masih rata itu.


Atiqah tersenyum senang mendengarnya,rasa bahagia dan haru selalu tak henti-hentinya terasa.memiliki seorang suami seperti Arsyad.yg membuat hidup Atiqah terasa sempurna juga sudah sangat bahagia ,dan sekarang allah menambah kebahagiaan itu lagi.hadirnya buah cinta dalam hidupnya membuat rasa bahagia yg terasa semakin membuncah memenuhi rongga dada .


"mas aku lapar"


mendengar istrinya berkata lapar,membuat Arsyad menoleh pada jam dinding .supaya sudah waktunya makan siang ,pasti Atiqah sudah sangat lapar ,apalagi tadi pagi Atiqah hanya makan sedikit.


"Ya udah kita makan dulu,mau makan apa sayang?"


"aku mau makan di rumah makan waktu kamu ajak makan di luar mas.aku mau ikan bakar"


Arsyad yg sudah duduk ,langsung tersenyum saat mendengar permintaan istrinya.apa mungkin Atiqah sedang ngidam?


"Di rumah makan itu ya,kamu mau banget makan itu?"


Atiqah mengangguk.


"Kamu ngidam sayang?


"Ga tau mas.tiba-tiba aku ingin makan ikan bakar yg ada di rumah makan itu,ayo mas kita kesana " ajaknya seraya menarik tangan Arsyad.


Arsyad terkekeh geli,untuk pertama kalinya Atiqah menginginkan sesuatu apalagi ini terlihat sangat ingin sekali untuk di turuti.

__ADS_1


__ADS_2