Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
Rindu..


__ADS_3

Hamparan bintang di langit malam menjadi pemandangan malam ini.di temani semilir angin malam dan bunyi kendaraan yg setia mendampingi .dirinya berdiri di balkon kamar ,menatap langit cerah dengan dengan kegelapanya dengan nanar .ia ingat mata hazel milik seseorang ,manik yg teduh yg selalu berhasil mempesonanya setiap kali bersirobak dengan iris matanya.


penutup wajah yg di kenakanya,selalu membuat dia penasaran akan senyuman yg terpatri di wajah cantiknya.ia yakinkan itu ,matanya saja sudah bisa membuat nya mabuk kepayang ,apalagi jika seluruh wajah cantiknya tak terhalang kain cadar istrinya itu sangatlah cantik.


Arsyad tersenyum lebar memandangi langit gelap dengan hamparan bintang berkelap kelip memancarkan sinar.


rasa rindu pada sosok istrinya bertambah seiringnya waktu.hari berganti bulan sudah selama inikah dirinya berpisah dengan istrinya?


tak terasa besok dirinya sudah wisuda ,sudah satu tahun berlalu terasa lama dan hampa .jarak yg membentang jauh ,memisahkan dua makhluk hidup yg saling mencintai .


mengandalkan komunikasi dan kepercayaan sudah memperkokoh hubungan keduanya.


"aku merindukanmu dek,selama ini aku bener-bener kacau tanpa mu dek"


semilir angin malam ,menerpa permukaan kulit wajahnya .


sedangkan di kamar milik Arsyad seorang wanita sedang di landa rindu ,ia tak sabar untuk bertemu suaminya yg tak kunjung temu .


dimana suara yg menjadi candu baginya ,rasa rindu namun tak kunjung temu.


sunyi di rasa hampa ketika mengingat seraut wajah tampan sekelebat hadir bergantian dalam bayangan bagaikan slide film yg selalu datang bergantian.ingin rasanya bersikap biasa saja ketika di tinggal namun apalah daya ketika pikiran terus berperang.


" apakah ini yg dinamakan merindu tanpa bertemukah?"


batinnya sembari mengulang yg ulung kan badannya di atas kasur .


"ahhhh mas kenapa sih harus pergi ?jadinya kan sekarang aku tersiksa menahan rindu " batinya.


setelah puas merindukanya ia ingin memejamkan mata ,terdengar nyaring sebuah suara handphone hingga membuatnya mengurungkan niat untuk tidur.bergegas ia mengangkat tombol hijau di layar gawainya .


dia duduk bersandar dengan menempelkan benda pipih


pada telinganya,senyuman kembali merekah ketika mendengar suara seseorang memenuhi otaknya.


" assalamualaikum bidadariku ,"ujar Arsyad di sebrang sana.


"walaikumsalam mas "


"mas rindu kamu,mas butuh kamu dek" ucapnya semakin parau


ada rasa aneh di sekujur tubuhnya,rindu dirinya juga sangat merindukan sosok suaminya itu .jarak yg membentang jauh tak mampu Atiqah jangkau


selama ini hanya dalam doanya Atiqah menumpahkan segala rasa rindu .menyakitkan dan terasa sesak! ternyata rasa cinta untuk Arsyad telah tumbuh besar dan tak terbendung menyiratkan kerinduan yg mendalam.


jarak tidak pernah salah karna telah memisahkan keduanya .mungkin ini sebuah taqdir serta ujian pernikahan ya.Atiqah bersyukur selama ini Arsyad selalu mengabarinya walau hanya dengan tiga kata yg sering yerucap yaitu " aku merindukan mu"

__ADS_1


Atiqah mengerjap gugup.


" dua hari lagi kan mas pulang "


hanya itu yg mampu Atiqah ucap,suaminya yg terlihat berbeda membuatnya terasa kaku.


ada rasa sulit di jabarkan lewat kata-kata,.


rasa cinta yg tumbuh menjadi lebih besar terpupuk oleh rasa rindu yg terdalam ,kasih sayang yg selalu mengalir terasa menghangat di hati.


"sayang aku ingin kamu"


"iya mas nanti kamu juga pulang yg sabar ya"


"iya dek.gimana kabarnya sehat?"


" alhamdulillah mas sehat,mas sendiri?"


" alhamdulillah mas sehat,sudah makankahh ?"


"aku tidak berselera mas jika tidak ada kamu rasanya hambar "sepontan Atiqah mengatakan hal seperti itu.


" cie yg sudah bisa belajar ngegombal belajar dari masa sih?" ledek Arsyad dengan suara tertawa kecil membuat rindunya kini terobati.


"ya sudah sekarang adek makan ya jangan sampe telat makanya,nanti mas hukum kalau sudah pulang "


"iya mas iya ,aku mau makan ko " ucapnya dengan lirih.


"siap zaujati ,ya sudah ya jangan lupa makan yg banyak ,terus istrahat jangan kecapean mas matiin dulu assalamualaikum "


" waalaikumsalam"..


setelah mendapatkan telpon dari suaminya ,rasa rindu nya terobati.


****


Di rumah besar keluarga wiliamm..


Ifah tengah asik mengelus perutnya yg mulai membesar.di kehamilan pertamanya membuat dirinya sangat ekstra menjaga kesehatan.


sudah tiga tahun dirinya dan rizky menikah tapi belum berujung di karuniai.dan sekarang alhamdulillah allah telah mempercayainya .sekarang usia kandungan ya sudah lima bulan.


Atiqah menuruni anak tangga dengan tongkatnya ,lalu Atiqah mendekat ke ruang tamu dimana kakak iparnya itu sedang berada di sana.


Atiqah yg peka terhadap keadaan di sekitarnya bahwa ada kakak iparnya di ruang tamu,walaupun keadaan Atiqah tidak bisa melihat.

__ADS_1


Atiqah mendekat,seraya bertanya.


" kak rizky sudah berangkat kerja kak?"


ifah menghentikan elusan di perutnya,menoleh ke Atiqah yg sekarang sudah duduk di sampingnya .


"barusan sudah berangkat"


Atiqah mengelus perut buncit ifah


" iya kak,dede bayi sehat-sehat terus ya " ucapnya dengan tersenyum lebar


"kalau Arsyad sudah pulang cepet nyusul ya Atiqah.hamil langsung kembar aja malah bagus tuh rumah langsung ramai"


Atiqah mengerjap tak percaya


"ehh iya kak,,gimana di kasih nya aja" ucap Atiqah


" dua hari lagi Arsyad pulang ya?terus mau langsung kerja apa lanjut kuliah S3?aku denger dia dapat beasiswa lagi".


"iya kak,.tapi kalau soal kerjaan aku ga tau soalnya suamiku belum cerita kesana"


satu minggu yg lalu suaminya memberitahu dirinya ,mengabari kalau Arsyad mendapatkan beasiswa lagi ,tapi Arsyad bingung dirinya harus mengambil beasiswa itu apa di lepas aja.otak suaminya itu sungguh luar biasa.


"pendapat kamu sendiri tentang kuliah Arsyad bagaimana?"


"aku sih gimana maunya suamiku ,kalau diriku peribadi aku ingin dia kerja aja".


ifah tersenyum.


" setuju,emang bagusnya gitu sih.orang Arsyad sudah punya warisan berupa saham 50% "


" apa saham 50% ?"


"kaya banget kan suami kita? tetangga kita aja ngiranya sampai ternak tuyul"ucap ifah seraya bedecak kesal.


Atiqah tertawa geli


"masa sih kak segitunya,aku aja yg dengernya pengen ketawa"


"ga tau aku juga Atiqah,ogah banget kalau ternak tuyul,tuh tetangga mulut nya bener-bener ya"


" abaikan saja kak,karna penilaian orang lain itu berbeda-beda,mereka tidak akan tau kehidupan kita yg sebenarnya seperti apa "


" iyah Atiqah" ucapnya dengan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2