
Terik panas cahaya matahari mulai terasa,pemakaman umum yg luas dan udara yg sejuk mampu meredakan sedikit rasa panas.pepohonan berjejer dengan rapi,terlihat beberapa orang tengah berziarah dan berdoa.
Mobil rizky terpakir rapi di ujung sebrang jalan pemakaman ,rizky keluar dari mobil bersamaan dengan ifah dan Atiqah. Jas mahal dengan rancangan ternama membuat penampilan rizki mencolok,ifah memakai dres panjang putih dengan bagian pinggang berkerut,sementara Atiqah wanita itu memakai gamis syar'i berwarna dusty pink senada dengan kerudung dan cadar nya yg dirinya kenakan.
" mas jangan lupa bunganya bawa" suruh ifah seraya menuntun Atiqah untuk melangkah pergi duluan.
Rizky mengangguk patuh ,ukuran dua buket bunga itu cukup besar membuat rizky sedikit kesusahan. Dengan langkah lemas dan pikiran kalut membuat Atiqah gemetaran.
Sudah empat tahun ini kedua orang tuanya meninggal tapi seperti baru pertama kali dirinya kesini. Ifah berhenti melangkah menunjukan pemakaman kedua orang tuanya Atiqah.
Atiqah langsung berjongkok dengan kedua tangan yg terlulur mengusap batu nisan kedua orang tuanya.air mata yg sedari tadi dirinya bendung langsung beruraian dengan derasnya.
" aku rindu". Dengan lirih Atiqah mengatakan perasaan rindu yg semakin besar tak kunjung usai .
ifah ikut berjongkok dengan mengusap punggung Atiqah dengan lembut,memberikan ketenangan,bahwa dirinya harus sabar.
Rizky memilih diam mematung dengan memegang dua buket bunga yg cukup besar .
" umi ,abi besok Atiqah akan menikah dengan mas mirza anak sahabat dari abi,doain Atiqah supaya acara pernikahan ya lancar,maaf kan Atiqah tidak bisa memenuhi amanah dari mendiang ke dua orang tuanya Arsyad" dengan masih terisak ,Atiqah berdoa untuk kedua orang tuanya ,tak ada lagi doa yg paling muzarab selain doa anak.
"apapun yg terjadi aku akan tetap menikahkan Atiqah dan Arsyad,sesuai dengan janji dan perjodohan dulu"batin rizky
rizky memberikan satu buket bunga pada Atiqah,dengan senang hati gadis itu menerimanya seraya meletakan dimakam sang abi,Buket kedua rizky berikan kembali pada Atiqah,untuk diletakan di makam sang umi.
" saat terindah adalah bisa berkumpul dan bercanda tawa dengan abi dan umi.namun,saat ini aku hanya bisa bertemu dengan abi dan umi melalui doa dan mimpi,senanglah disana abi dan umiku .kalian malaikat ku yg paling mulia." batin Atiqah .
Atiqah bangkit di ikuti oleh ifah dan rizky.
" terimakasih banyak kak selama ini kalian sudah membantuku ,kalian kakak-kakak ku yg paling baik .aku kira setelah kedua orang tuaku tidak ada,aku akan sendirian.ternyata tidak,aku sangat bersyukur karna aku punya kak rizky dan juga kak ifah,yg selalu menyayangi ku" ucap Atiqah dengan tersenyum manis,air matanya masih beruraian membasahi kain cadar nya.
Ifah buru-buru merengkuh tubuh Atiqah ,tiba saja gadis itu tidak sadarkan diri .dengan sekali gerakan rizky langsung mengangkat tubuh Atiqah.
" mas,Atiqah kenapa?"
dengan khawatir ifah menggenggam tangan Atiqah yg terasa dingin. "
Sebaiknya kita bawa dia kerumah sakit"
__ADS_1
Rizki panik entah kenapa rasa tak ingin kehilangan Atiqah sangat kuat,mungkin dirinya yg sudah menganggap Atiqah sebagai adiknya sendiri.
****
Rumah sakit besar Assyifa
zahra terkejut melihat rizky menggendong Atiqah yg tak sadarkan diri,dengan rasa khawatir zahra berlari menyusul ifah dan rizky.
"Kak,Atiqah kenapa?"
ifah yg melangkah cepat langsung menoleh cepat pada zahra yg sedang mengimbangi langkah kaki nya.
" saat di pemakaman dia pingsan"
zahra mengangguk dengan penuh rasa khawatir .harap-harap cemas ,semoga sahabatnya itu baik-baik saja.
Rizky langsung di bantu para suster untuk membaringkan Atiqah di bed hospital ,di bawa masuk ke ruang perawatan .rizky dan ifah menunggu di luar dengan perasaan khawatir.sementara zahra dirinya masuk untuk ikut memeriksa kondisi Atiqah.
Beberapa menit telah berlalu,zahra wanita bercadar itu keluar.ifah dan rizky langsung berdiri dan menghampiri seraya bertanya pada zahra.
" bagaimana dengan atiqah,apa dia baik-baik saja ?" tanya ifah cemas zahra menghembuskan nafasnya pelan.
rizky mengusap wajahnya gusar entah kenapa ia jadi bingung begini.
" yaelah.batalin ajalah pernikahan ya malah bagus itu buat Arsyad.celetuk ifah dengan riang.
Rizky dan zahra menoleh dengan terkejut pada ifah.bisa-bisa nya ifah berucap dengan entengnya.
" astagfirullah kak"
"buset dah .ni istri,omongan ya" ucap rizky seraya meng geleng-geleng kan kepalanya.
" lahh kesempatan bagus ini.bilang aja pernikahan ya di batalin,calon pengantin wanita nya sakit gitu doang gampang kan?" saranya.
Rizky yg semula tidak setuju,kini berubah pikiran.tersenyum menyeringai seraya menatap istrinya.
" kesempatan bagus ini,pasti si Arsyad senang bukan main".
__ADS_1
Zahra menepuk jidat nya sendiri .pusing! Kenapa pasutri yg ada di hadapan ya ini malah seenak jidat nya.
" ya allah ,ada apa dengan mereka berdua"batin zahra
" kak,ngebatalin pernikahan itu ga gampang.masa ini malah seenak jidat nya, seharusnya di bicarakan baik-baik .apalagi hubungan ustadz mirza dan Atiqah itu baik jadi ga ada alasan untuk di batalin "
" nah ini nih kamu malah mihak ke mirza .jadi ga dukung kita iya ga mas" rizky mengangguk setuju
" bukan gitu kak aku cuman kasih saran aja" tegas zahra
ifah berdecak sebal,seraya menghembuskan napasnya kasar.
" zahra ,dukung kita supaya Arsyad nikah sama Atiqah.mereka kan saling mencintai"
" jadi Atiqah dan Arsyad ,mereka saling mencintai " batin zahra
" jadi mereka beneran saling mencintai?" tanya zahra
ifah menghela napas seraya mengangguk sebagai jawaban .
" ko aku ga tau"
" makanya kamu harus dukung kita" ucap ifah seraya mengerlingkan sebelah matanya
" ehh"
Setelah perdebatan kecil yg terjadi antar zahra,ifah dan juga rizky.zahra memilih diam dan tidak memihak pada siapapun,dirinya malah lebih mendukung hubungan mirza dan Atiqah .sangat serasi dan terlihat pantas untuk bersanding di pelaminan.
Atiqah telah sadar,keluarga mirza sudah datang menjenguk dan sampai sekarang masih menemani Atiqah .
" nak kalau butuh sesuatu bilang aja ya jangan sungkan karna kamu anak umi dan abi " ucap umi bilqis seraya tersenyum merekah penuh kehangatan Atiqah tersenyum
" terima kasih umi .maaf ya Atiqah malah ngerepotin umi dan abi"
kiayi hasan tersenyum dengan mengusap kepala Atiqah dengan sayang
" tidak nak,kamu anak abi dan umi.besok adalah hari pernikahanmu dengan mirza jadi jangan banyak pikiran,istirahatlah"
__ADS_1
Atiqah mengangguk serayaa tersenyum ramah.