Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
kemarahan arsyad


__ADS_3

Hari begitu cerah,matahari semakin meninggi .semilir angin menghembus mengakibatkan dedaunan yg sudah mengering berjatuhan ke tanah .di atas sana ada sedikit awan putih,terlihat jelas hamparan langit biru yg sangat membentang luas,sesekali berterbangan.


Arsyad keluar dari apartemen milik baim.dengan gayanya yg keren membuat orang-orang yg sedang berlalu lalang melihat ke arah pria tampan yg sedang berjalan.


Berjalan di tengah teriknya matahari ,membuat kulit putih Arsyad terlihat sangat kontras ,bibir nya yg merah terlihat sangat jelas ,dagunya yg lancip membuat dirinya semakin tampan .semilir angin menghembus kulit wajah Arsyad.


Hari ini Arsyad pulang ke rumah pasalnya Arsyad belum memberitahu kakaknya rizky ,bahwa ia sudah pulang .anggap aja Arsyad ingin memberi kejutan .ada rasa rindu di relung hatinya.


Arsyad menaiki taksi untuk sampai ke rumahnya membutuhkan waktu sekitar 20 menit .


"Ibu ayah.aku sangat merindukan kalian" batin Arsyad.


Kejadian kecelakaan beberapa tahun yg lalu Arsyad masih ingat wajah kedua orang tuanya di penuhi dengan darah,bahkan pakaian yg ibu dan ayah nya kenakan waktu itu berlumuran darah.


Tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan Arsyad menepis semua kejadian buruk itu.selama ini,Arsyad sering bermimpi buruk tentang tragedi kecelakaan itu menimpa kedua orang tuanya.


mobil taksi yg di tumpangi olehnya sudah sampai


Di depan rumah besar mewah bercat putih.Arsyad keluar dari dalam mobil taksi ,selama empat tahun ini tidak ada yg berubah dari rumah ini terlihat sama seperti dulu.


Arsyad melangkah kan kakinya untuk masuk ke dalam rumah .pintu besar itu terbuka lebar,menandakan kak rizky dan kak ifah sedang berada di dalam rumah. Arsyad sudah berdiri di bawah lampu kristal besar yg tergantung di ruang tamu .ifah dan rizky sedang menonton televisi mereka tidak menyadari kehadiran Arsyad


" apa saking asiknya menonton televisi kalian tidak menyadari kehadiranmu"


rizky dan ifah mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara yg sudah tidak asing mereka dengar.


Saat rizky menatap Arsyad membuat dirinya terkejut bukan main.sementara ifah dirinya sudah berlari menghampiri Arsyad.


"Arsyad kau sudah pulang? Kapan kau pulang ? Kenapa tidak memberi tahu kami?" tanya ifah


Arsyad hanya diam saja tak berniat untuk menjawab pertanyaan ifah, ia menunjukan wajah datar dan dingin ya seperti biasa.

__ADS_1


Rizky menghampiri mereka berdua dirinya langsung memeluk Arsyad.pelukan ala adik kakak yg tidak memiliki hubungan baik.pelukan itu terlihat sangat canggung dan kaku.


"Kapan kau pulang?" tanya rizky dengan nada tak suka.


sudah Arsyad duga bahwa kakaknya itu pasti tidak akan suka kalau ia pulang sebelum waktunya.


" kemarin"


" kau keras kepala .kenapa pulang sebelum waktunya.? Aku kan sudah bilang jangan pulang .kalau kau butuh apapun tinggal bilang saja padaku ".


"kemarin? Kenapa baru pulang k rumah sekarang?" tanya ifah


" itu bukan urusan kalian. Kulihat kalian baik-baik saja,seharusnya aku tidak usah pulang kesini karena sepertinya kehadiranmu membuat kalian tidak nyaman".


rizky menghembuskan nafasnya secara kasar .sungguh menguras emosi kalau berbicara dengan Arsyad.


" aku tidak bermaksud seperti itu. .kenapa kamu selalu beranggapan kalau aku tidak suka ke padamu" rizky sudah menaikan nada bicaranya .


" bagiku sekarang ada gunanya aku marah kau terlalu naif kak,selama ini aku selalu percaya padamu.tapi,sekarang tidak.kau tau alasan ya kenapa hm? Karena kau selalu menyembunyikan sesuatu dariku .bukan hanya itu saja,kau selalu saja mengingkari segala sesuatu padaku. ucapmu itu tidak sesuai dengan kenyataan .kau pikir dengan diamnya aku .aku akan menjadi kucing penurut dan bodoh!! Hahahahah tidak kak.aku ini terlalu pintar untuk kau bodohi " Arsyad tertawa mengerikan ,tapi ini seperti bukan sifat Arsyad mungkin saja akibat


Beban yg ia derita selama ini membuat dirinya berbicara sekadar ini,apalagi rasa sepi dan sakit hati selalu mendominasi suasana hatinya .


" aku sengaja melakukan itu demi kebagian mu hah!!" ucap rizky dengan penuh penekanan


" kebahagiaan yg mana? Dan kebahagiaan yg seperti apa maksudnya? Selama ini aku selalu diam dan sabar menghadapi hari-hari ku yg kesepian.kau selalu mengutamakan kerja ,waktu itu aku pernah tertabrak mobil dan tak sadarkan diri selama 4 hari,untung saja abinya Atiqah menolongku dan membiayai peawatan rumah sakit ku .tapi kau sebagai seorang kakak yg seharusnya melindungi adiknya apa pernah mencari atau menanyakan kabarku hah.sayangnya itu tidak pernah"


" kau selalu berakting menjadi kakak yg baik di depan semua orang padahal aslinya kau tidak peduli padaku"


rizky bungkam.benar semua yg dikatakan oleh Arsyad memang benar adanya.rizky tidak memperhatikan Arsyad dengan baik.malah selama ini ia sibuk bekerja dan bekerja.


" maaf"

__ADS_1


hanya kata maaf yg mampu rizky ucapan dalam hari ini.


Bodoh sekali dirinya selama ini membuat Arsyad kesepian dan tumbuh menjadi sosok pria dingin.rapuh, pasti selama ini Arsyad sangatlah rapuh apalagi semenjak kedua orang tuanya meninggal rizky berubah jadi tidak peduli pada Arsyad.


" ya aku sudah memaafkanmu ,asalkan kau gagalkan acara pernikahan Atiqah,kali ini aku ingin egois.aku ingi mendapatkan cintaku .org yg aku sayangi telah pergi semua.hanya ada kau dan Atiqah jadi tolong batalkan semua acara pernikahan nya"


"tapi sayangnya aku tidak bisa melakukan itu" ucap rizky dengan lirihnya.


rizky tidak ingin memaksa seseorang untuk menuruti perintahnya mengingat mirza yg memiliki penyakit kanker darah membuat rizky merasa kasihan.


waktu itu rizky sudah berbicara dengan Atiqah soal penyakit kanker darah yg sedang mirza idap.Atiqah tidak bisa meninggalkan mirza dalam kondisi seperti itu ,bagi Atiqah sendiri ia akan berusaha membuat mirza memiliki semangat hidup kembali ,Atiqah juga akan berusaha mencintai mirza


" kenapa hah?"


" kau tidak tahu kebenaranya"


" kebenaran apa?" tanya Arsyad


" cari tahulah sendiri.aku tidak ingin kau mengambil langkah terburu-buru.lupakan saja dulu,ini sudah siang sebaiknya kau makan siang dulu"


"iya Arsyad aku akan memasak ke sukaanmu siang ini" ucap ifah


" baiklah aku akan mencari tahunya sendiri" batin Arsyad .


Arsyad pun mengangguk saja .merekapun berjalan beriringan menuju dapur .ifah sudah mulai memasak dan dibantu oleh para pembantu .


sementara rizky berbicara dengan Arsyad ,mengenai tentang bagaimana selama Arsyad di amerika. Setelah makan siang Arsyad langsung pergi ke luar rumah untuk menenangkan pikiran ya sendiri.apalagi memikirkan seribu cara agar Atiqah dan mirza tidak jadi menikah.


" demi cintaku padamu dek aku akan memperjuangkan ya. Untuk saat ini mungkin aku akan mencari tahu tentang ustadz mirza "


" dek kau tega sekali telah mengingkari janji ini,padahal aku menjaga kepercayaanmu "batin Arsyad

__ADS_1


__ADS_2