
flashback on....
*pesantren*
perasaan laila sudah lebih tenang ,dia sudah memasrahkan semua kepada Allah.apapun yang terjadi,laila yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuknya.
Dia mengalihkan pikiran dengan banyak belajar mengaji,mengikuti kajian-kajian bersama santri putri lainnya.
"Assalamualaikum " laila mengucap salam saat memasuki rumahnya.siang itu dia baru saja kembali dari mengikuti kajian.
"Waalaikumsalam nak" umi bilqis menjawab salam anaknya
"hari ini umi memasak sop buntut kesukaan mu,apa kau sudah lapar? Umi akan menghangatkan untukmu"
"wah sepertinya lezat,perutku jadi ikut lapar mendengarnya.biar aku yang panaskan umi,umi sudah makan?"
"belum sayang,kita makan sama-sama ya"
"ayo umi " laila menggandeng lengan sang umi nya.
"Hm...nak..bagaimana keadaanmu?" umi bilqis bertanya kepada anaknya dengan hati-hati.Dia khawatir anaknya kembali sedih.
" baik umi" jawab laila.
umi bilqis yang mendengar jawaban anaknya langsung menoleh ke arahnya berusaha menebak apa yg di rasakan ya sekarang.laila yang merasa di perhatikan melihat ke uminya.
"Umi jangan khawatir ,apapun keputusan yang akan kak firman berikan kepadaku,aku sudah siap umi,aku tidak akan memaksa keadaan,bagaimana pun Allah lebih tau apa yg terbaik untukku" laila tersenyum .
Dia tau ibunya sangat mengkhawatirkannya perihal ibunda firman tidak merestui hubungan mereka lebih tepatnya firman ingin di jodohkan oleh ibundanya sendiri.
"Alhamdulillah kamu bisa menghadapi permasalahan ini dengan tegar,ternyata putri kecil umi sudah dewasa,andai saja kakak mu masih ada dia pasti senang adiknya sudah ada yang di incar " ucap umi bilqis dengan mata yang berkaca-kaca .
__ADS_1
"insyaallah umi,kalau memang nantinya keputusan yang harus di ambil adalah ternyata kami tidak dapat meneruskan apa yg sudah di rencanakan sebelumnya,berarti kak firman memang bukan jodoh yg di sediakan Allah untukku, umi jangan sedih kita doakan semoga kak mirza di tempatkan di sisi Allah swt". Jawab laila dengan tetap tersenyum .umi bilqis pun ikut tersenyum dan mengangguk.
"Abi kemana umi?" tanya laila karena dia tidak melihat sang abi semenjak dia pulang tadi.
"Abi sedang mengisi pengajian di desa sebelah nak" terang umi bilqis .laila hanya mengangguk mendengar jawaban sang ibunya.
"Umi tadi aku mengikuti kajian tentang ketaatan istri kepada suami.ternyata banyak sekali pahala yg bisa kita dapatkan dari melayani suami kita.bahkan ridho Allah ada pada keridhoan suami"
"alhamdulillah semoga kamu bisa mengamalkan di kehidupan pernikahan mu nanti nak.karena pahala melayani suami itu setara dengan pahala jihadnya kaum lelaki"
"benarkah umi?" laila melebarkan matanya.
"Ya,hal ini di kisahkan saat ada seorang wanita mendatangi rasulullah saw menanyakan kepada rasulullah,jika seorang laki-laki bisa mendapatkan pahala jihad berperang,dan para istri yang merawatnya,lalu bagaimana jika para istri ingin juga memperoleh perang itu? Lalu rasulullah bersabda "sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu jumpai bahwa taat kepada suami dengan penuh kesadaran maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah.tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yang menjalankannya"
"masyaallah sungguh indah kehidupan pernikahan " laila tercengang mendengar penjelasan sang umi.
" Semoga kamu mendapatkan jodoh terbaikmu nak.lalu taatlah kepada suami mu nantinya,layani dia dengan penuh keikhlasan.Allah menjamin surga bagi istri-istri yang taat kepada suaminya dalam hal ma'ruf atau kebaikan."
Malam hari pun tiba ,seperti biasa laila sedang bercengkerama dengan uminya selepas berjamaah shalat isya .tiba-tiba mereka kedatangan tamu.
"Assalamualaikum" laila sejenak berpandangan dengan umi bilqis.mereka sudah biasa mengenali suara siapa itu.
"Waalaikumsalam " jawab umi bilqis dan laila.abi hasan yang baru saja selesai bertadarus pun keluar dari ruang persholatan dan turut menjawab salam.
"Sepertinya ada tamu umi bukalah " perintah abi hasan kepada umi bilqis yang kemudian di jawab dengan anggukan umi bilqis
"Nak firman,bu fatma mari silahkan masuk" firman datang bersama ibunya.
"Terima kasih.." firman mengangguk kepada umi bilqis .sedangkan bu fatma hanya melirik tanpa tersenyum kepada umi bilqis.
"Abi ada nak firman di depan
__ADS_1
"Baiklah abi akan menemuinya " abi hasan melangkah keluar ke ruang tamu di mana firman dan bu fatma menunggu.umi bilqis menatap laila.
"Bersiaplah nak,dan siapkan juga perasaanmu,ingat pesan umi,berserah "
laila mengangguk menjawab umi bilqis dan menuju kamarnya untuk bersiap.bukan untuk berdandan melainkan menyiapkan mentalnya menghadapi keputusan yang akan di ambil firman.
"Abi..." firman berdiri mencium tangan abi hasan dengan santun.abi hasan hanya mengangguk dan kembali mempersilahkan firman duduk.
"Maaf jika kedatangan saya mendadak tanpa memberitahukan abi .saya ingin menyampaikan keputusan yang telah tertunda " firman membuka pembicaraan mereka.
"Ya,sebentar abi panggilkan anak abi dulu,bagaimana pun dia juga harus dengar langsung dari nak firman.umi,tolong panggilkan laila."
"baik abi" jawab umi bilqis tak berselang lama,umi bilqis keluar dari dalam bersama laila.laila sempat bertemu pandang dengan bu fatma,namun perempuan paruh baya itu membuang wajahnya. Laila duduk di samping umi bilqis ,dia masih menggandeng lengan sang umi,seakan meminta kekuatan dan perlindungan dari umi bilqis.
"Sebelumnya aku meminta maaf padamu
atas kejadian malam itu" firman berbicara dengan laila dengan saling menundukkan pandangan.
"Aku sudah menjelaskan kepada ibu dan alhamdulillah ibu dan keluarga mengerti.maka dari itu,bismillah ...aku firman bin zaen malik malam ini berniat melanjutkan niat awal ku yaitu melamar siti lailatulqodariyah binti hasan ".
Hal ini tentu saja membuat laila terkejut,laila melihat ke arah ibu firman ,lagi-lagi dia hanya membuang muka,laila merasa ibunya belum menerimanya sepenuhnya,yang seharusnya firman melamar gadis pilihan ibunya ia malah memilih laila untuk menjadi istrinya.
"Bagaimana nak? Firman masih menunggu jawabanmu?" abi hasan menyadarkan anaknya dari lamunannya.
"Ya,aku bersedia menerimanya" laila kembali tertunduk.sebenarnya masih ada yang mengganjal dalam hatinya bagaimana jika calon mertuanya merasa terpaksa menerimanya.bagaimana jika hal ini akan mempengaruhi kehidupan pernikahannya dengan firman nantinya dan masih bagaimana bagaimana yang lain dalam hati laila.
Namun dia pun menyukai pria yang selama ini di sandingkan dengan rabbnnya begitupun sebaliknya,dan laila bertekad akan menjadi istri dan menantu yg baik,mudah-mudahan kekerasan hati mertuanya bisa luluh dengan pengabdianya kepada suaminya nanti.
' Aku menyerahkan hidupku padaMu Ya Allah ,bimbing aku dalam mengarungi kehidupan pernikahanku nantinya.beri aku ridhaMu untuk mencari keridhoan dari suamiku nanti 'laila berdoa dalam hati
Abi hasan juga tidak serta-merta menerima lamaran firman. Abi hasan lebih dulu melakukan istikharah.hasil yang di dapati cukup bagus meskipun terdapat sedikit jalan yg rusak dan berbatu.abi hasan meyakinkan hatinya yang sempat meragu,mempercayakan bahwa putrinya mampu mengaspal jalan yg rusak tadi. Abi hasan pun memberitahukan hasil istikhorohnya kepada sang putrinya.
__ADS_1
flashback off