
Sore harinya..
Sekarang pukul 17:30 petang ,hari sudah mulai gelap aku yg masih setia duduk di balkon kembali masuk ke dalam kamar.aku menyimpan buku lalu bergegas masuk ke toilet ,beberapa menit dalam toilet aku pun keluar ,ku lihat mas Arsyad sudah lengkap dengan pakaian formalnya.
''Mas,mau kemana?" tanyaku bingung .
mas Arsyad berbalik lalu merentangkan tangannya ,aku pun berhambur masuk ke dalam pelukannya .
"berpakaian lah sayang setelah itu kita keluar" jawab mas Arsyad mataku berbinar menatap mas Arsyad
"benarkah mas?" tanyaku antusias.
Mas Arsyad tersenyum lalu mengangguk.aku pun bersorak bahagia dan mengecup dagu mas Arsyad singkat setelah itu berlari masuk ke dalam walk in close
"sayang,jangan lari nanti kamu jatuh ,allahu rabbi ya karim!"
mas Arsyad mengelus dadanya ,jantungnya rasanya akan copot dari tempatnya.ia menatap horor istrinya yg berlari dalam ke adaan kaki basah.akhirnya aku pun selesai ,aku berjalan keluar .
mas Arsyad yg sudah menungguku sejak tadi terpana melihatku ,aku yg di tatap seperti itu hanya bisa menunduk malu,mas Arsyad berjalan ke arahku dan memelukku serta mencium kening ku.
"Kau bidadari tercantik yg allah kirimkan untukku,love you sayang "
"love you too sayang"
mas Arsyad menggenggam tangan ku dan membawaku keluar ,aku pun dengan setia mengikuti mas Arsyad.hingga tiba di atas mobil mas Arsyad mengambil sebuah kain.
"Tutup mata yaa sayang" ujar mas Arsyad
aku kebingungan tapi tetap mengangguk, mas Arsyad pun menutup mataku menggunakan kain yg ia ambil dari dasbor mobilnya.setelah selesai ,mobil yg kami kendaraipun melaju meninggalkan mension mewah keluar mas Arsyad.
selama perjalanan yg ku dengar hanya suara mobil yg bersahut-sahutan .beberapa menit ,akhirnya kami pun sampai .mas Arsyad menuntunku sebab saat ini mataku sedang tertutup rapat.
Sesampainya di tempat yg menjadi tujuan kami,mas Arsyad mendudukanku
__ADS_1
" sudah siap sayang?" tanya mas Arsyad berbisik di telingaku .
aku pun menjawab pertanyaanya dengan anggukan.mas Arsyad mulai membuka penutup mataku,aku masih terpejam belum Berani Membuka mata.
" bukalah matamu sayang"
aku pun menurut dan membuka mataku perlahan ,aku terkejut dan melihat apa yg ada di hadapanku kini aku membekap mulut di balik cadar saking terkejutnya.lilin berbentuk love memenuhi tempat itu ,alunan biola dan piano menjadi pelengkap keindahan tempat itu.
belum selesai keterkejutan ku aku di kejutkan lagi dengan suara petasan aku berdiri dan melihat ke langit,beberapa tembakan petasan dan membentuk sebuah kata yg membuatku menintikan air mata
"I LOVE YOU ISTRIKU "
kata itu yg tertulis di langit.aku terus menatap ke arah langit dan tiba-tiba saja balon warna warni berbentuk love beterbangan.aku semakin di buat kagum mungkinkah suamiku mampu melakukan ini dalam waktu singkat,aku begitu bahagia di perlakukan layaknya seperti ratu.
mas arsyad memelukku dari belakang dan mencium pipiku dengan penuh sayang
"kau menyukainya sayang?" tanya mas arsyad lembut.
"Kita makan dulu ya sayang"
"terimakakasih banyak mas ,terimakasih banyak.."
aku berhambur memeluk mas arsyad .mas arsyad membalas pelukanku dan mencium keningku. Kami berdua pun duduk di kursi masing-masing yg saling berhadapan ,bunga mawar mewah dan putih sudah tersedia di atas meja .
aku dan mas arsyad menikmati makan malam yg romantis ini di temani dengan alunan musik yg menenangkan.
Masyaalah tabarakallah....
Setelah semalam acara makan malam romantis yg mas arsyad lakukan ke padaku,aku kembali menjalankan tugasku sebagai seorang istri,menyiapkan perlengkapan kantornya.sarapan dan bekalnya .
mas arsyad yg baru saja selesai mandi keluar dari toilet,aku betjalan ke arahnya dan mengambil handuk di tangannya,mas arsyad duduk di depan meja rias dan aku mengeringkan rambutnya dengan handuk.selepas mengeringkan rambutnya ,aku memoleskan sunscreen ke wajahnya agaar saat keluar ia tak terpapar langsung sinar matahari.
setelah itu aku memakaikanya pomate dan mrnyisirnya rapih. Setelah itu mas arsyad memakai bajunya,seperti ini terus setiap paginya dia bagai bayi besar jika akan berangkat ke kantornya
__ADS_1
"sayang,jam tangan mas kemana?" tanya mas arsyad.
Aku berjalan ke arahnya dan memutar lemari kecilnya tempatnya menyimpan aksesoris .
"semalam mas naro nya di mana?" tanyaku balik.mas arsyad berpikir sejenak
"hehe di mobil sayang" jawab mas arsyad dengan menyengir.
aku mencubit gemas pipinya dan menciumnya,tentu saja suamiku dengan senang hati menerimanya.
setelah semuanya lengkap,kami pun melangkah keluar,sepertinya kak rizky dan kak ifah sedang keluar.
"Duduklah sayang.." ujarku kepada mas arsyad.
Aku berdiri di dekatnya ,menyuapinya.jika aku menolak dia akan merajuk.sungguh suamiku ini lebih manja.
"sayang mas sudah kenyang" ujar mas arsyad menghentikan kunyahanya.
Aku pun menurut dan menyimpan sisa makananya setelah mas arsyad pergi aku akan menghabiskanya,mas arsyad meneguk air putihnya lalu setelah itu susunya.aku mengantar mas arsyad hingga ke depan pintu rumah.
"Hati-hati ya mas,semangat kerja ayah"
"iya sayang,jaga bunda yaa nak..ayah kerja dulu,love you istri dan anakku " ujar mas arsyad dengan mencium seluruh permukaaan di wajahku dan mengecup lembut perutku yg sudah mulai terlihat.
Aku mencium tangan mas arsyad takzim dan mendoakanya agar allah selalu menjaga suamiku dimana pun ia berada.aku melambaikan tangan saat mobil mas arsyad sudah meninggalkan pekarangan rumah.
aku berjalan masuk ke mansion menuju dapur,aku membuka lemari pendinginDan mengeluarkan beberapa jenis olahan makanan. Setelah pulang kakak ifarnya pasti lapar. Aku mulai memotong-motong sayuran ,cabai dan juga tomat.
hari ini aku berniat membuat menu makanan rumahan seperti biasanya.entah aku begitu ingin mencicipi makanan yg tak ada daging di dalamnya,selama tinggal bersama suaminya setiap harinya lauk pauknya pasti ayam dan makanan-makanan mewah lainya.
Aku merasa kesepian setelah duamiku bekerja,ternyata tinggal di rumah mewah tak seindah itu.beberapa jam memasak akhirnya selesi juga,aku menyimpan makananku ke dalam lemari khusus penyimpan makanan .aku membersihkan wajan ,panci dan piring kotor lalu setelah nya kembali ke kamar.para maid yg berpapasan tersenyum ramah,dan aku pun membalas senyuman mereka tak kalah ramahnya.
sesampainya di kamar ,aku merebahkan tubuhku ku pegang perutku yg usianya sudah hampir dua bulan 2 hari kedepan .rasanya aku sudah tak sabar ingin bertemu baby utun. Aku meraih buku dairy yg selalu menemani hari-hariku ,ku tulis bait demi bait ,kata demi kata di sana.segala luka ,sedih dan bahagia ku curahkan di dalam buku diary ku.
__ADS_1