Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
kebenaran yg terungkap


__ADS_3

Dua hari telah berlalu akhirnya atiqah sudah bisa pulang.kondisi kesehatan pun sudah membaik ,semua hasil pemeriksaanya normal tidak ada masalah apapun.


Di sepanjang perjalanan menuju di kediaman Arsyad ,atiqah melemparkan pandangannya muar jendela mobil .


"bagaimana perasaan kamu hari ini?"


tanya Arsyad menggenggam tangan Atiqah tanpa mengalihkan fokusnya dari kemudinya.


"alhamdulillah mas aku baik" tatapan ya masih kosong ,ia merasa ada sesuatu yg mengganjal hatinya ,tapi apa??


"hufft.. jangan terlalu memikirkan apapun sayang,kamu baru sembuh " lirih Arsyad


"iya mas"ucap atiqah dengan senyuman lembutnya.


beberapa jam kemudian mobil yg telah di kendarai arsyad telah memasuki pelantara halaman rumah.


pepohonan yg rindang dan semilir angin yg sejuk telah menyambut kedatangan mereka.


"ayo kita masuk" ajak Arsyad sambil membawa tas milik atiqah yg berisi pakaianya selama di rumah sakit.


"asalamualaikum" ucap atiqah ketika memasuki rumah Arsyad ,ifah menyambut kedatangan mereka berdua.pelukan hangat pun ifah berikan kepada Atiqah.


"waalaikumsalam Atiqah,bagaimana keadaan mu?" tanya ifah menggiring Atiqah ke ruang tamu .


"alhamdulillah Atiqah sudah sehat kak" ucap Atiqah merasa bersyukur atas segala kesembuhan yg di berikan pada dirinya.


"alhamdulillah ,kakak seneng banget akhirnya kamu sehat dan pulang lagi ke rumah ini" ucap ifah tersenyum bahagia


"mas masih punya hutang sama aku" tanya Atiqah yg sedang duduk di sopa yg berada di samping suaminya.


"memang apa hutang mas ?" kata Arsyad merangkul pinggang istrinya


"apa yg sebenarnya terjadi selama ini mas?"


Deg


Arsyad dan ifah saling memandang ,apa yg harus ia katakan pada istrinya itu? apa ia harus berkata jujur ? akhirnya ifah pun mengangguk untuk memberitahukan kepada Atiqah,.


"sepandai-pandai nya menyembunyikan bangkai ,pasti akan tercium juga." Arsyad mengeluarkan pepatah nya.

__ADS_1


"percayalah dan dengarkan penjelasan ku sebelum kamu mengambil kesimpulan!"pesan Arsyad kepada Atiqah yg sudah penasaran dengan apa yg sebenarnya terjadi.


Atiqah menarik nafasnya dalam-dalam insyaallah ia akan siap tentang apa yg akan suaminya sampaikan.


"iya mas"


Arsyad terdiam seketika ia menundukkan kepalanya .lidah nya terasa kelu saat ingin menceritakan ustadz mirza yg telah pergi akibat dari penyakit nya itu.


"mas kenapa diam?" tanya Atiqah menggenggam tangan Arsyad .Atiqah melihat ada sesuatu yg terjadi sampai membuat Arsyad diam .


"sebelum nya mas minta maaf karna tidak memberi tahu mu dari awal,karna mas tidak ingin kondisi mu semakin buruk"jeda arsyad


ifah memilih diam ia serahkan semuanya pada adik ipar nya yg bisa menjelaskan pada Atiqah .


"ustadz mirza sudah meninggal sayang" ucap Arsyad mengangkat kembali kepalanya menatap Atiqah.


Tidak ada respon apa-apa ,mata Atiqah menatap suaminya nanar tanpa berkedip sama sekali,air mata mulai bergantian menetes untuk membasahi pipinya.


ifah langsung memeluk Atiqah,mereka yakin ini akan menjadi momen terpuruk dalam hidupnya,terlebih jika atiqah tau bahwa mirza telah mendonorkan matanya untuk Atiqah.


"ustadz mirza meninggal karna penyakit kanker darah stadium akhir yg sudah akut".lanjut Arsyad setelah mengambil nafasnya berulang kali.


"lalu pas aku sadar kenapa aku bisa melihat kembali,operasi apa yg sudah aku lewati saat ini mas? "


Arsyad terdiam cukup lama .ia kembali menarik nafas sedalam mungkin ,mau tidak mau Arsyad harus memberitahukan kepada atiqah tentang kebenaran ini,karna memang Atiqah berhak tau walaupun rizky serta keluarga dari ustadz mirza mengatakan agar di rahasiakan dulu.


"almarhum ustadz mirza ia mendonorkan mata nya untuk kamu"


sekuat apapun Atiqah menjerit tidak akan pernah merubah apapun yg terjadi.selama dua minggu yg lalu Atiqah bertemu dengan ustadz mirza ,dan Atiqah tidak menyangka jika itu adalah pertemuan terakhir mereka.


"semua sudah takdir allah sayang,kita tidak bisa menentang takdir itu"


"mas harus antar aku ke makamnya ustadz mirza" pinta Atiqah.


"pasti mas akan bawa kamu kesana,setelah kamu sembuh sayang ya" kata Arsyad yg berjanji akan membawa Atiqah bertemu mirza.


****


beberapa hari kemudian ..

__ADS_1


sore setelah Atiqah selesai pekerjaan rumahnya,Atiqah sudah berniat untuk pergi ke makamnya ustadz mirza,pemuda baik hati yg sempat aku abaikan sebelum perpisahan berakhir.


mobil yg di kendarai Arsyad memasuki sebuah pelantaran pemakaman yg sangat luas,dengan lingkungan pemakaman yg bersih dan terawat rapi.


"saat mereka menginjakan kaki di area pemakaman itu,semilir angin telah menyambut kedatangan mereka.sorot mata Atiqah mulai memindai ke seluruh pemakaman itu,ini pertama kalinya ia datang ke tempat peristirahatan terakhir ustadz mirza.


ia tidak menyangka akan menemui ustadz mirza di tempat yg sunyi seperti ini.ia tidak akan bisa melihatnya lagi ,kini yg mampu ia lihat hanya sebuah gundukan tanah.


saat ia melangkahkan kaki nya menyusuri jalan menuju pusaran mirza,ada perasaan rindu yg tiba-tiba menelusup ke dalam hatinya.bayangan masa lalu kembali muncul mengiringi langkahnya.


perlahan masa lalu yg sempat ia lupakan kembali bermunculan,memberikan perasaan yg bergejolak di dalam hatinya.


Atiqah tiba-tiba menghentikan langkahnya,ia terdiam.sorot matanya seperti melihat bayangan mirza yg tengah berdiri dengan sebuah senyuman yg tersungging di bibirnya.


"terimakasih telah datang ,semoga kamu bahagia .mas telah bahagia di sini ,jangan khawatirkan mas " gumamnya .manik mata hitam itu menatap Atiqah lekat.


setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Atiqah.dadanya bergetar,ia tidak menyangka mirza akan hadir di hadapannya.semua itu seperti nyata ,Atiqah mencoba mengembangkan senyumnya.


"aku merindukanmu mas"


bisik Atiqah di dalam hatinya,kala perlahan bayangan sosok mirza terbawa angin yg berhembus.


"sayang!" panggil Arsyad menepuk pundak Atiqah.


"i_iya mas" jawab Atiqah kembali tersadar ,ia pun segera menghapus air matanya yg sempat menetes.


"kamu sakit?" tanya Arsyad yg khawatir melihat Atiqah diam.


"tidak mas aku baik-baik aja,ayo kita lanjutkan ke tempat ustadz mirza! " ajak Atiqah.


mereka kembali saling bergandengan menuju makam mirza.akhirnya mereka tekah tiba di sebuah pusaran dengan nisan bertuliskan nama muhammad mirza bin hasan.


"assalamualaikum ustadz"ucap Atiqah sambil meletakan bunga di atas makam mirza


"aku kira itu hanya sebuah bunga tidur,ternyata itu nyata" ucap Atiqah terkekeh sendiri menahan agar air matanya tidak kembali jatuh .


"terimakasih karna waktu itu ustadz mirza telah menemani hari-hari penuh misteriku .kalimat dan sebuah kebaikanmu akan selalu ku ingat".


"maafkan aku yg terlambat datang ustadz" tutur Atiqah mengelus lembut nisan itu.

__ADS_1


Arsyad pun hanya bisa terdiam mendengar semua ucapan Atiqah.


setelah berdoa di pusaran mirza,mereka memutuskan untuk kembali .


__ADS_2