Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
Dunia lain


__ADS_3

sudah seminggu keadaan atiqah tak ubah,.dan di dalam ruangan tersebut tidak ada hanya atiqah ,tetapi juga ada mirza putra sulungnya kiayi hasan.


Sementara itu atiqah sedang berjalan-jalan menyunsuri suatu tempat yg bernuansa putih.


"Dimana ini?" gumam atiqah


ia terus berjalan hingga ia sampai di sebuah tempat yg sangat indah dengan air terjun dan juga bunga-bunga yg menghiasinya.


"Atiqah "panggil seseorang,atiqah tersentak saat ada orang yg memanggilnya .dengan keraguan atiqah menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya saat ia melihat sosok yg selama ini ia sangat rindukan.


"A_abi,umi?"lirih atiqah .air matanya menetes ketika ia melihat kedua orang tuanya ada di hadapan ya saat ini.


Atiqah langsung berlari menghampiri ke dua orang tua dan memeluknya erat.


"aku sangat merindukan kalian" ucap atiqah terisak


"kami juga merindukanmu nak" seru sang abi.air mata atiqah mengalir cukup deras ,ia bener-bener rindu kehadiran orang tuanya .selama ini ia berusaha tegar .


"hei putriku menangis?" seru sang umi.


"aku menangis karna bahagia umi,aku bahagia bisa bertemu kalian."tutur atiqah


"kau harus kembali nak" celetuk sang abi


"kembali? aku tidak mau abi,aku ingin di sini bersama kalian" bantah atiqah


"tidak,kau tidak boleh ikut bersama kami,lihat lah mereka bersedih atasmu" sang abi menunjuk pada keluarga Arsyad.


"kau tidak bisa ikut bersama kami nak,ada seseorang yg tengah menunggumu di sana.kembalilah jaga suami mu dan sampaikan salam ku pada menantu ku "ujar umi.


"baik umi,abi aku pamit" ucap atiqah terisak .


"kamu sudah menemukan orang yg tepat nak,berbahagialah sayang".


atiqah pun mengangguk dan tersenyum.dan kedua orang tua atiqah pun ikut tersenyum lalu menatap kepergian putri satu-satunya itu.


setelah itu aku berjalan menyunsuri suatu tempat yg tak asing bagiku.di sebuah keramaian namun satu pun tidak ada yg menegurku.bahkan umi bilqis pun berjalan begitu saja.


jelas di dalam benakku terus melontarkan banyak pertanyaan ,yg tidak bisa aku jawab satu pun.


dan ini kenapa juga aku bisa berada di pesantren tempatku mengajar dulu.


"ada apa dengan semua orang?"


kesalahan apa yg aku perbuat sampai semua orang mendiamkan ku seperti ini? apa karna aku tidak jadi menikah dengan mas mirza?keluhku menatap sendu setiap orang yg terus saja berlalu lalang ,tanpa menghiraukan aku .


sudah hampir seminggu aku menjalani kehidupan aneh ini,aku juga tidak ada rasa ingin pulang atau kemana pun selain tempat ini.


aku menoleh menatap sekitar ku yg mulai sepi karna jam pelajaran mengaji sudah di mulai.


aku kembali berjalan hingga berhenti di asrama putri .tak banyak yg berubah tempatnya masih sama saja ,.selalu rapih dan bersih.

__ADS_1


aku duduk di ruangan aula tempat dimana aku sering menghabiskan waktu juga.udaranya sejuk dan disinilah tempat berkumpulnya para santri entah itu mengaji bersama atau pun sedang ada pengumuman.


"Atiqah" panggil seseorang yg membuat atiqah terperanjat kaget.


aku menoleh ke kanan kiri ku yg tidak menemukan pemilik suara yg memanggil nama ku.


percayalah,ini pertama kali ada orang yg memanggi ku setela seminggu yg lalu aku hidup bagaikan tak kasat mata.


"aku ada di belakang"serunya lagi sambil aku menoleh ke belakang ,lalu berdiri dengan jantung berdebar.


Dia..mas mirza???


"kenapa mas mirza ada di sini?"


seperti terakhir kali aku bertemu dengan pria ini.


mirza berjalan mendekat dan duduk di samping atiqah dengan jarak 1 meter.


"langit pagi ini sangat cerah ya?" tanya ya menatap langit dengan berbinar


"kalau nanti kita tidak bisa menatap langit yg sama ,aku yakin kamu pasti rindu sama aku" ucapnya sambil terkekeh


aku terkekeh sambil menggelengkan kepala.


"emang nya mas mirza mau kemana sih?selagi kita masih ada di dunia,jelas aja kita menatap langit yg sama!"jawabku.


pria itu terdiam cukup lama,dia seperti menikmati suasana tanpa menghiraukan ku yg tengah di buat keheranan di buatnya.


aku rasa pembicaraan ini semakin tidak jelas membuat aku semakin bingung tidak mengerti.


aku menghela nafas sejenak ,kembali menghirupkan dengan tenang.


baru saja aku ingin membuka suara,pria itu menoleh menatapku dengan seksama.


"Atiqah kamu harus bahagia bersama suamimu,mas akan tenang jika mau bahagia."


aku semakin menyengirtkan keningku,menatap pria yg hampir menjadi suamiku.


" sebenarnya mas bicara apa?"


bukanya menjawab,dia justru berdiri lalu berjalan berhenti di hadapanku.


"ini bukan dunia kamu!aku mas antarkan kamu pulang!sudah saatnya kamu pulang! "anaknya tersenyum


"pulang? pulang kemana?" beoku tidak mengerti


"berdiri dulu" titahnya


aku pun berdiri mengikuti arahan mas mirza.


"ikuti mas" instruksinya lagi

__ADS_1


disini aku sudah tidak banyak tanya,jujur aku sudah lelah dengan hari-hari ku yg cukup aneh ini.


****


aku berjalan dan memasuki di mensi lain lagi yg membuatku tak bisa berkata-kata lagi di saat aku menyaksikan sendiri tubuhku, sedang berbaring dengan banyak nya peralatan medis di tubuhku.


aku menoleh pada mas mirza yg membawa kan ku sampai disini.


"ma_maksudnya apa?" tanyaku terbata-bata.


mirza tersenyum,ia pun sedang mengamati tubuhku yg terbaring.


"entahlah ,aku juga tidak bisa menjelaskan apa yg terjadi di sini .aku berharap malaikat berbaik hati mengizinkan kita untuk bisa hidup di dunia".ucapnya dengan tatapan yg tak lepat melihatku yg terbaring.


"dibalik tirai itu..." dia menjeda kalimatnya berjalan menuju ranuang di sebelah tempatku tidur ,aku mengikuti.


"adalah aku yg bernasib sama sepertimu saat ini"sambungnya menjelaskan padaku.yg sejak tadi terus berusaha mencerna perkataan ya dengan baik.


aku hampir tidak percaya,jika benar dia adalah mas mirza.aku berjalan melewati mas mirza yg sedari tadi berbicara panjang lebar kepadaku,ku amati dengan jelas bahwa yg terbaring itu mas mirza juga.


setelah yakin aku menoleh menatap mas mirza yg berdiri di sana .


"jadi...selama ini tidak ada yg mengajak ku komunikasi karna ini?"


ucapku bergetar.


mirza mengangguk.


"kembalilah setelah operasi selesai,semua sudah menunggu kamu!"


"lalu mas?" tanyaku karna mas mirza ini selalu menyuruhku pulang,seolah-olah dia tidak akan pernah kembali.


mirza hanya diam,tidak menjawab tanpa bisa ku artikan.apa kah mas mirza sendiri tidak bisa menemukan jawaban ya?


"kita pulang sama-sama mas,bukan hanya aku yg sedang mereka tunggu,tapi mas juga!"ucapku.namun mas mirza hanya tersenyum tipis seolah-olah ini hanyalah mustahil.


mirza menoleh menatapku dengan seksama.


"titip orang-orang ygmas sayang.kunjungi mereka sebisa kamu,karna dengan begitu mereka bisa merasakan kehadiranku di sana"


aku menggeleng kuat.


"Allah yg menentukan taqdir manusia,mas pasti bisa kembali!"ucapku terus menyakinkan mas mirza yg mulai kehilangan kepercayaan ini.


"sekali lagi mas titip mereka ya,sampaikan salam mas untuk suamimu "


belum sempat aku menjawab kalimatnya lagi,mas mirza menghilang saat aku mengedipkan mata.


apakah secepat itu? kenapa aku tidak bisa menghilang? seperti apa yg mas mirza lakukan?


kenapa aku di sini seperti manusia yg benar-benar kehilangan arah dan tak mengerti apa-apa?

__ADS_1


ya rabb ..aku ingin semua ini berakhir sesegera mungkin.


__ADS_2