
Di rumah kiayi hasan kini tengah banyak orang untuk membantu mempersiapkan jamuan untuk acara pengajian ini khusus untuk mirza dan juga Atiqah.
.para ibu-ibu sudah heboh di dapur untuk membuat berbagai macam makanan.ada banyak bahan-bahan untuk di masak,bumbu yg lengkap sudah tersedia dengan berbagai macam,para tetangga kiayi hasan serta santri wanita sudah ikut membantu.
Umi bilqis sekarang tengah heboh sendiri,bagaimana tidak ialah sangat khawatir ada yg kurang untuk acara nanti malam,umi bilqis lah yg merencanakan ini semua kiayi hasan sebagai seorang suami tentu sangatlah mendukung istrinya .walau menguras isi dompet tapi tak apa ini semua niat yg bagus ,apalagi acara pengajian ini juga untuk mirza dan juga Atiqah.
Para ibu-ibu sebagian juga di dapur untuk memasak ,ssebagian lagi di bagian ruang tengah untuk memotong atau mengolah Bumbu,sedangkan para santri pengurus putri yg hanya sekitar sepuluh orang ,membantu untuk membungkus makanan yg sudah siap ke dalam box plastik bening untuk di bagikan nanti.
Sementara itu kiayi hasan ,mirza dan laila sedang duduk bersantai di balkon kamar mirza,untuk menghindari hebohnya ibu-ibu di bawah sana .semilir angin menerpa mereka bertiga ,terasa sejuk dan segar .kiayi hasan duduk bersila di depan mirza .
Sudah lima belas menit mereka duduk bersama di balkon
"abi aku masih tidak percaya sebentar lagi kakak akan menikah " ucap laila seraya tersenyum
" kakak mu kan sudah dewasa dia harus segera menikah ,supaya dirinya ada yg mengurus "
kiayi hasan mengucapkan kepala laila yg tertutup hijab,kiayi hasan tau kalau laila menyayangi kakak nya .
"Nah laila kamu harus menjadi seperti kakak mu dia sangat taat pada perintah allah ,cerdas dan sangat bertanggung jawab,kakak mu itu sangat menyangi abi dan umi"
mirza tersenyum miris saat abi nya berkata seperti itu .hatinya terasa teriris ,ia jadi teringat penyakit yg sekarang sedang ia rasakan .sebenarnya mirza sering merasakan sakit tapi ia bisa menahan ya.
Laaila menatap kakak nya lalu tersenyum kembali
"Kak saat kau menikah nanti jangan lupa kau harus selalu memberikan pelajaran tambahan agar aku bisa mengimbangi kecerdasanmu "
"tentu adik ku sayang kakak mu pasti akan selalu membingbing dan mengajarimu sampai kapan pun"
__ADS_1
kiayi hasan menatap mirza ia sangat aneh dengan anak sulungnya semenjak pulanh dari turki mirza semakin kurus aja ,wajah mirza juga sering terlihat pucat bahkan sekarang mirza sering keluar rumah entah pergi kemana.
kiayi hasan sendiri sudah menanyakan pada mirza ,tapi mirza selalu bilang bahwa dirinya ada urusan.
" mirza"
panggil kiayi hasan wajahnya sngat khawatir
" iya bi"
" entah kenapa bahwa abi merasa Bahwa kamu menyembunyikan sesuatu dari kita semua tolong bicaralah nak abi sangat takut terjadi sesuatu padamu".
Mirza tersenyum lalu meraih tangan kanan abi nya untuk mirza genggam.
" percayalah aku baik-baik saja ,abi tidak perlu khawatir seperti itu.buktinya sekarang aku sehat dan masih berada di depan abi"
setiap harinya rasa khawatir ini semakin menghantui pikiran kiayi hasan ,seperti bukan mirza yg dulu yg penuh semangat .
"Kak kau baik-baik saja kan?" tanya laila yg ikut khawatir
mirza mengangguk saja pada laila mirza tidak ingin semua org ikut khawatir
" nak kalau ada apa-apa tolong beri tahu abi atau umi mu"
" insyaallah abi doakan saja semoga mirza selalu di berikan kesehatan oleh allah swt" ucap mirza dengan tersenyum lembut pada abi
" pasti nak"
__ADS_1
mereka pun berbincang-bincang membicarakan seputar pesantren .
***
Di amerika..
Sementara Arsyad kini ia sedang menuju apatermen dengan menaiki taksi .
tidak terasa taksi pun sudah sampai di depan gedung apatermen.sesudah membayar Arsyad langsung turun dan masuk pergi ke dalam apatermen.sesampai nya di kamar Arsyad langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.
" sial"
umpatnya kesal bagaimana tidak kesal empat hari yg lalu Arsyad telah menghubungi kakak nya untuk menanyakan soal Atiqah yg sudah bertunangan dan akan segera menikah.
Tapi rizky malah tidak menjawabnya
" kakak ipar ifah juga pasti tidak akan menjawabnya dan baim sekarang dia Sibuk bekerja"
Arsyad bangun dan langsung mendudukan dirinya di sisi ranjang tangannya mengacak-ngacak rambut hitam nya yg tebal.pikiran ya selalu saja tentang Atiqah,Arsyad sangat cemas dengan rencana pernikahan Atiqah dan ustadz mirza.
Bagaimana kalau itu sampai terjadi,Arsyad tidak ingin orang yg di cintai nya di miliki oleh orang lain.apalagi rasa cinta Arsyad ke Atiqah begitu sangat besar .
cinta nya semakin tumbuh besar dan tulus pada Atiqah ,sejak kecil ia sudah menyadari nya kalau ia sudah jatuh cinta pada Atiqah.tapi ia pendam agar Atiqah tidak mengetahuinya ,lebih baik mencintai dalam diam dari pada harus mengungkapkannya.
Bukanya tidak berani untuk menyatakan cinta pada seorang wanita ,Arsyad bisa saja menyatakan cinta kapanpun yg ia mau,tapi itu terlalu buru- buru baginya menyatakan cinta yg paling tepat adalah saat pergi ke rumah wanita yg ia cintai lalu menemui kedua orang tuanya untuk mengkhitbah anaknya .
bukanya itu tindakan cinta yg paling nyata kalau kita mencintai seseorang.
__ADS_1
" dek aku sangat merindukanmu " ucapan Arsyad dengan sendu