
Biasanya setelah Atiqah dan Arsyad melakukan shalat subuh,Atiqah akan memulai aktivitasnya,membuatkan sarapan untuk suaminya.namun kali ini dia merasakan kepalanya berputar.dia pun memutuskan untuk berbaring sebentar.
"kenapa kepala ku pusing" ucap Atiqah duduk di tepi tempat tidur,Atiqah menyerngit dan memegang kepalanya.di liriknya pintu kamar mandi masih tertutup,Arsyad masih sedang mandi di dalam.
" ya allah sang maha penyembuh sembuhkanlah sakit kepalaku" Atiqah menggumamkan doa .
Atiqah pun memaksakan diri untuk turun dari tempat tidur. Atiqah melihat jam dinding kamarnya.
"Aku harus membuatkan sarapan untuk mas Arsyad" .dengan langkah perlahan dia berniat ke dapur,namun belum sampai langkahnya menjangkau pintu kamar itu Atiqah limbung,Atiqah berusaha menggapai apa yg ada di sampingnya namun dia hanya berhasil menggapai sebuah vas bunga yg di atas meja sehingga vas bunga ikut jatuh bersamaan dengan Atiqah yg pingsan tak sadarkan diri.
Arsyad yg telah selesai mandi langsung menyambar handuk saat mendengarSuara keras dari jatuhnya vas bunga itu.
" astagfirullah" Arsyad berteriak melihat Atiqah tergeletak di lantai.
"Sayang,kau kenapa?" buru-buru Arsyad menggendong tubuh Atiqah,keringat dingin membanjiri kening Atiqah.
Dengan perlahan Arsyad membaringkan Atiqah di tempat tidur mereka.arsyad mencari ponselnya dan menghubungi malik.
"Malik,cepat panggilkan dokter untuk istriku,sekarang!" teriak Arsyad panik.selama Atiqah menikah dengan Arsyad,baru pernah Arsyad melihat Atiqah sakit sampai pingsan seperti ini.Atiqah tidak pernah mengeluhkan sakit apapun selama ini.
Malik yg masih terlelap pun terkaget karna dari ponselnya.tetapi begitu melihat layar dan tertera nama Arsyad di sana,dia langsung mengangkatnya .
"apa dia bilang? Untuk istrinya berarti harus perempuan kan ya?" malik bermonolog dengan dirinya sembari mengutak atik ponsel di genggamannya dia segera memanggil dokter keluarga Arsyad. Namun dia bingung,dokter keluarga Arsyad adalah seorang laki-laki.
"Hallo dokter Himawan ?tolong kirimkan seorang dokter Perempuan saya"
walaupun dokter itu sebenarnya ingin bertanya kenapa harus perempuan namun dia tetap menghubungi dokter cantika ,rekan sejawatnya dan meminta untuk segera ke apatermen Arsyad.
"Sayang kau kenapa? Tolong jangan membuatku khawatir .." ucap Arsyad sembari mengelap keringat Atiqah.
Atiqah masih belum sadarkan diri .Arsyad segera berpakaian karna akan ada dokter yg datang.tak berapa lama bel pintu apatermen mereka berbunyi.Arsyad berlari untuk membuka pintu .
"dokter tolong istri saya" pinta Arsyad menunjukan jalan ke kamar mereka . dokter itu memasuki kamar melihat Atiqah terbaring.
"Saya akan memeriksanya terlebih dahulu"
dokter itu terkesiap melihat wajah Atiqah .wajah cantik bak putri tidur ,'jadi ternyata seperti ini rupa istri tuan Arsyad ,aku sebagai perempuan pun mengakui kalau dia sangat cantik' dokter itu tersadar dari keterkejutannya dan segera memeriksa Atiqah,dokter itu memeriksa suhu tubuh,denyut nadi dan tekanan darah,semua normal.
__ADS_1
Dia pun berusaha menyadarkan Atiqah .Atiqah membuka Matanya,Arsyad melihat istrinya telah tersadar,dia menghela napas lega. Arsyad mendekati Atiqah .
"sayang,apa yg kau rasakan mana yg sakit?" tanta Arsyad.Atiqah hanya menggeleng pelan,dia masih merasakan sedikit pusing.
"aku tidak apa-apa mas..hanya tadi sedikit pusing ,sekarang sudah membaik" Atiqah menyentuh tangan Arsyad menenangkan suaminya.
"Kapan terakhir nyonya Atiqah mendapatkan tamu bulan?" tanya dokter
Atiqah menyerngit mengingat kapan terakhir kali dia mendapatkan tamu bulanan,dan menyadari bahwa sudah sebulan dia terlambat haid.
"Sepertinya sebulan yg lalu dok" Atiqah masih belum mengerti arah pembicaraan sang dokter.
"Sepertinya nyonya Atiqah tengah hamil muda,namun untuk lebih pastinya,silahkan nyonya memastikannya dengan alat tes kehamilan ini" dokter itu memberikan kotak seperti tespek .
Arsyad yg mendengar ini sudah ingin berteriak kegirangan,namun dia menahannya ,dia ingin jawaban yg lebih pasti. Atiqah di bantu Arsyad untuk ke toilet.
" aku bisa melakukanya sendiri mas" Atiqah tersenyum Melihat Arsyad akan ikut masuk ke dalan kamar mandi.
"Tapi sayang..."
"tidak apa-apa,mas tunggulah sebentar saja" Arsyad pun mengangguk pasrah .Arsyad menunggu dengan gelisah ,besar harapan ya bahwa apa yg dikatakan dokter itu adalah benar.
"Alhamdulillah terima kasih ya allah engkau mempercayakanku untuk mengandung makhluk titipanmu,akan aku jaga dengan penuh kesungguhan" Atiqah mengucap syukur dalam hatinya secara refleks dia mengelus perutnya yg masih rata .
tiba-tiba terdengar pintu di ketuk,rupanya Arsyad sudah tidak sabar ingin mengetahui hasilnya.Atiqah tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Sayang,bagaimana? Kau baik-baik saja? Apakah butuh bantuan?" tanya Arsyad daari balik pintu kamar mandi.
Atiqah keluar dari kamar mandi dan menyembunyikan tespek yg tengah di pegang di balik badan ya.
"jadi? Bagaimana? "Arsyad bertanya dengan antusias
Atiqah tidak menjawab hanya menundukkan kepalanya. Arsyad langsung membawa istrinya ke pelukan ya,membelai kepala Atiqah didadanya.
"Tidak apa-apa jangan bersedih ,kita akan berdoa dan berusaha sampai allah mempercayakan malaikat kecil hadir di hidup kita ya" Arsyad yg belum tahu jawaban Atiqah berusaha menenangkan istrinya,dia berpikir dia saja merasa kecewa apalagi istrinya.
Atiqah berbisik " allah telah mempercayakanya mas"
__ADS_1
Belaian tangan Arsyad di kepala Atiqah langsung terhenti.dia melihat wajah Atiqah.
" maksudmu?" tanya Arsyad.
lagi-lagi Atiqah tidak menjawab hanya tersenyum mengangguk dan memperlihatkan hasil taspek di tangan ya.
"Alhamdulillah ya allah" Arsyad sangat bahagia dia langsung membopong Atiqah dan berputar-putar saking girangnya,Atiqah yg terkejut pun langsung mengalungkan kedua tanganya .
Arsyad menurunkan Atiqah untuk berdiri kembali dan mengecup keningnya.dokter cantika lagi-lagi di buat bengong melihat Arsyad,selama ini dia terkenal sebagai seseorang yg sangat dingin dan kejam tetapi melihat interaksi yg terjadi di hadapanya sungguh di luar dugaan.dia tersenyum turut merasakan kebahagian dua orang di depanya.'sungguh pasangan yg sangat sempurna ,lelakinya tampan ,istrinya sangat cantik dan sangat terlihat kasih sayang diantara mereka.
"ekhhhmm" dokter cantika berdehem untuk mengingatkan kedua insan di hadapanya yg tengah berbahagia itu bahwa masih ada orang lain di situ.
Arsyad dan Atiqah serempak melihat ke dokter cantika dan tertawa malu
"Maafkan saya dok,saya sangat bahagia mendengar kehamilan istri saya .hhmmm..jadi apa lagi yg harus kami lakukan dok?"
dokter cantika tersenyum kemudian menjelaskan apa saja yg baik di lakukan untuk kehamilan Atiqah .dia juga memberi sebuah resep vitamin untuk ibu hamil.
"selamat atas kehamilan anda,perbanyaklah istirahat dan jaga pola makan,perbanyak juga konsumsi makanan yg banyak mengandung nutrisinya"dokter itu berpesan pada Atiqah.
"terimakasih dok"
"baik kalau begitu saya permisi ,jika terjadi apa-apa silangkan langsung menghubungi saya"
" baik dok terimakasih"
Arsyad mengantar dokter itu ke pintu depan.
"Pak Arsyad ,hormon ibu hamil sangat labil,jadi anda perlu bersabar jika mood nyonya Atiqah juga menjadi tidak stabil dan tolong jaga istri anda untuk tidak stress karna akan mengganggu perkembangan janin nya" pesan dokter cantika kepada Arsyad.
Arsyad mendengarkan pesan itu dengan seksama
"baik dok terimakasih untuk kedatangan ya "
"sekali lagi selamat atas kehamilan istri anda .saya permisi selamat pagi"
"Selamat pagi dok"
__ADS_1
Arsyad menutup pintu apartemennya .
"bismillah ..semoga istriku dan kandunganya di beri kesehatan dan kelancaran sampai hari kelahiran ya nanti.aku mohon jauhkan dia dari orang-orang yg mempunyai jahat .aamiin" batin Arsyad berdoa dengan sungguh-sungguh.