
Beberapa hari ini laila sangat sibuk mempersiapkan acaranya.atiqah pun memberitahukan arsyad mengenai rencana pernikahannya laila.dan arsyad berjanji akan menemaninya mendatangi acara sakral laila.
Hari keberangkatann atiqah pun tiba.besok adalah hari bersejarah untuk laila.pagi-pagi sekali arsyad dan atiqah berangkat dari apatermen,kemudian menjemput kak ifah dan kak rizky untuk bersama-sama pergi ke pesantren. Mereka pergi pagi hari dan sampai di pesantren menjelang siang harinya.
Kedatangan atiqah sangat di sambut oleh para santri.mereka mengerubungi atiqah berebut mencium tangannya.atiqah pun menyalami mereka satu persatu.atiqah sangat merindukan para santrinya.setelah selesai bersalaman,mereka pun melanjutkan ke rumah ki ayi hasan.
"Assalamualaikum umi "
"waalaikumsallam "
umi bilqis keluar dari dalam dan segera memeluk atiqah,anak angkatnya yang terus di rindukannya.
"Umi sehat?" tanya atiqah masih memeluk umi bilqis dan mengussap lembut punggung umi bilqis.
"Alhamdulillah nak ,umi sehat" jawab umi Bilqis ,Arsyad pun menyalami umi bilqis
setelah itu bersalaman dengan kak ifah dan kak rizky.
"ayo semua duduklah"
Mereka pun duduk bersama.
"Umi dimana abi dan laila?" tanya atiqah
"abi sedang keluar sebentar,ada tamu di kantor pesantren.lalu laila sedang di dapur utama"
Laila memang sering membantu ibu-ibu pengurus pesantren untuk menyiapkan makan siang para santri.
"Assalamualaikum " tiba-tiba suara laila terdengar memasuki rumah.
"Kakak" teriaknya sangat senang melihat atiqah sudah sampai di pesantren. Atiqah pun berdiri menyambut laila,mereka berpelukan .siapa pun yg melihat hubungan laila dan atiqah tidak akan menyangka karena mereka terlihat seperti saudara kandung yg baru ketemu lagi setelah sekian lama.
Setelah puas melepas rindu dengan kakak angkatnya,laila menghampiri kak ifah dan kak rizky untuk bersalaman. Laila pun memberikan salam kepada arsyad dengan menyatukan kedua telapak tangannya.arsyad pun membalasnya dengan anggukan.
__ADS_1
"Bagaimana kabur mu laila?" tanya kak ifah kepada laila.
"Alhamdulillah aku sangat baik kak,"
"alhamdulilah kak ifah turut senang melihat wajahmu yg memancarkan kebahagiaan"
"terima kasih kak doakan aku,semoga aku tidak mengambil keputusan yg salah"
"kak ifah selalu mendoakan kalianAdik-adik kakak.kamu sudah kak ifah anggap sebagai adik kakak sendiri jadi kakak juga selalu mendoakan mu" laila yersenyum dan memeluk kak ifah.
"Bagaimana kabar kakak-kakak ku ini dan calon keponakan ku ?" tanya laila kepada atiqah dan ifah
"alhamdulillah kami sehat laila,lau bagaimana dengan perasaanmu?" tanya atiqah
"saat ini aku merasa bagaikan sedang menjalani mimpi indah,semua kenyataan ini sungguh membuatku masih tidak percaya kak" mereka pun tersenyum mendengar laila
"jadi kapan kamu akan berangkat ke kairo bersama firman?" tanya ifah
"Kamu harus terus mendampingi suamimu kemana pun suamimu pergi,kita bisa sering-sering berkomunikasi lewat vidio call" jawab atiqah laila pun tersenyum mengiyakan.
****
Esok hari pun tiba.firman bersama rombongannya datang memasuki masjid. Masjid itu terbagi menjadi 2 tempat untuk laki-laki dan perempuan ,di pisahkan oleh pembatas panjang.para pria duduk bersila mengelilingi sebuah meja yg nantinya akan turut menjadi saksi terucapnya janji suci dari mulut firman.para wanita tengah berada di balik pembatas masjid .
Laila berdandan sangat cantik mengenakan gaun pengantinnya berwarna gading,walaupun hanya gaun sederhana namun tak mengurangi pancaran kecantikan laila.dia duduk bersimpuh dengan senyuman yg selalu menghiasi bibirnya.hari itu dia merasakan sangat bahagia.ifah dan umi bilqis duduk di sampin kanan kiri laila,sedangkan atiqah ada di belakang mereka.
Tiba saat nya mengawali acara,firman terlebih dulu membacakan ayat-ayat suci al-quran dengan indah.mereka mendengarkan lantunan ayat suci dengan hikmat.kemudian acara pun di lanjutkan dengan pengucapan ijab kabul.
"Saya terima nikah dan kawinnya siti lailatulqadariyyah bintin hasan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" suara firman terdengar lapang dalam mengucapkan kata-kata ijab kobul.para saksi pun mengesahkan janji suci yg terucap dari mulutnya.
laila menangis haru di dalam pelukan sang umi .Begitu pun dengan umi bilqis dan atiqah turut terharu melihat laila telah sah bersetatus sebagai seorang istri .
fatma ,ibunda firman melihat dengan sinis saat laila dan yang lainnya menangis haru karena laila telah sah menjadi istri firman.Dia memang belum bisa menerima laila. Laila mendekati fatma bagaimana pun perempuan itu telah menjadi ibu baru untuknnya.
__ADS_1
"Terima kasih karena telah menerima ku menjadi bagian dalam keluarga umi" laila hendak menyalami ibu mertuanya .namun sang ibu mertu hanya mengangkat sebelah alisnya dan menatap laila,dia membiarkan tangan laila terbiar begitu saja di udara.
"aku begitu menyayamgi putraku sehingga aku tidak sanggup menolak permintaannya untuk menikahimu,namun bukan berarti kamu telah aku terima dalam kehidupannku.sampai detik ini aku masih tidak mau bermenantukan wanita seperti mu,harusnya yg menjadi istri firman itu bukan kamu tapi tiara "
laila terkesiap mendengar penuturan fatma,begitu pun atiqah yg berdiri tidak jauh dari mereka,atiqah mendekati fatma dan laila
"Bertambahnya usia seseorang tidak menjamin bertambah pula kebijaksanaan dalam hatinya,tua hanyalah takaran usia,namun dewasa adalah sebuah sikap,semua orang pasti akan tua,tetapi bukan berarti dia akan mempunyai sikap dewasa.hidup ini akan lebih berarti jika kiita saling menghargai dan menghormati satu sama lain.kesempurnaan hanya milik Allah,harta hanya sebuah sebuah titipan ,dan gelar hanyalah sebuah sementara ,belajar lah menghargai dengan akal sempurna yang telah Allah anugrahkan kepada kita" atiqah berucap pelan kepada mertua laila.
"Heh siapa kamu dan apa maksudmu? Kamu itu hanya anak kemaren sore dan mau mengguruiku? Aku lebih banyak makan asam garam dalam hidup ini di bandingkan dengan mu .aku telah mendidik anakku dengan begitu baik sehingga bisa seperti sekarang .tetapi apa yg dia dapatkan? Wanita seperti dia tidak mempunyai gelar apapun,sangat tidak sederajat dengan kami. " bu fatma tidak terima mendengar apa yg di sampaikan Oleh perempuan bercadar yg baru pernah ketemu dengannya.
"Maaf aku atiqah kakaknya laila putri dari pemilik pesantren ini " ucap atiqah memperkenalkan diri.
Namun lagi-lagi fatma tidak menyambut tangan atiqah saat akan menyalaminya.
,"Allah telah mempertemukan saudariku laila dan putra anda firman,dengan kehendak Allah juga pernikahan ini bisa di laksanakan.bila anda menolak menerima apa yg di gariskan oleh Allah,artinya anda belum ikhlas dalam ketaatan kepada Allah,kesombongan adalah alasan mengapa syaiton di usir dari surga,semoga hal itu bukan menjadi alasan yg membuat anda tidak dapat mencium harumnya surga.berhati-hatilah saat anda menertawakan ataupun menghina orang lain .ayo dek,bukannya kamu harus mengemas barang-barang mu? Kakak akan membantumu." atiqah merangkul bahu laila dan berlalu dari hadapan fatma.
Fatma sangat emosi ,namun dia hanya bisa menatap kepergian mereka dengan kesal dan tidak bisa membalas perkataan mereka.
Sore harinya setelah acara ijab kobul ,laila pun di bawa oleh suaminya untuk tinggal bersama keluarga firman,seminggu lagi firman akan kembali ke kairo dan membawa laila.tangis haru kembali menghiasi suasana pesantren saat laila berpamitan kepada keluarganya.
"Umi ,kakak" laila memeluk umi dan kakaknya bergantian
"Jaga di rimu baik-baik,selalu beri kabar kepada kami ya nak" ucap umi bilqis dengan berkaca-kaca karna putrinya itu sudah ada yg menjaganya.
"baik umi,sebelum kami berangkat ke kairo ,aku usahaakan akan mampir ke rumah".
"Ya,kami tunggu kedatanganmu"
"laila ,taatlah kepada suamimu"
"baik kak akan selalu ingat pesan darimu "
sore itu juga laila di bawa oleh firman untuk ke kota asalnya.kota asal memang tidak jauh dari pesantren.hanya berjarak 2 kota saja dari pesantrennya.
__ADS_1