Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
saudara syaiton


__ADS_3

"Mas,kak ifah mengajakku untuk berbelanja nanti,bolehkah? Aku juga ingin membeli stok bahan makanan kita" Atiqah meminta izin Arsyad saat sarapan bersama.


"Boleh pergilah ,tapi jangan sampai kau kelelahan"


"oke..terima kasih mas".


"Oh ya mas,kapan kita akan menemui dokter untuk berkonsultasi?"


"aku akan meminta baim mengatur jadwalnya"


Atiqah mengangguk dan tersenyum . dia sangat berharap bisa datang di hari bahagia laila,dan juga sudah sangat merindukan anak-anak santri.


Tiba-tiba kak ifah datang memasuki apatermen


" assalamualaikum Atiqah".


"Waalaikumsalam " jawab Arsyad dan Atiqah serempak.Arsyad melihat ke arah jam tangannya.


"Kakak sepagi ini sudah datang? Kalian akan pergi kemana? Jam segini belum ada mall yang buka."ucap Arsyad ketus


ifah tertawa mendengar protes adik ifarnya itu.


"Kami tidak akan pergi jam segini juga kali syad..aku sudah merindukan istrimu yg cantik ini ,beberapa minggu ini aku sibuk "


saat ini ifah terlalu sibuk dengan persiapan untuk menyambut kelahiran buah hatinya nanti. ifah mendekati Atiqah dan memeluk Atiqah sebentar ,lalu ifah duduk di samping Atiqah.melihat makanan di depannya dia pun menelan Saliva nya.


"Kakak belum sarapan?" tanya Atiqah


ifah menjawab dengan gelengan kepala dengan mata terus mengarah pada menu sarapan Atiqah pagi itu.


" ayo kak kita sarapan bersama"


ifah pun mengangguk .merekapun sarapan bersama.setelah menyelesaikan sarapannya,Arsyad berpamitan untuk berangkat kerja.Atiqah mengantarnya sampai ke pintu apatermen.


"Sayang aku pergi dulu,jangan sampai kau kelelahan " pesan Arsyad.


"Iya mas,aku hanya akan pergi sebentar saja".


"Kak ,aku titip istriku ya" ucap Arsyad setengah berteriak kepada ifah yang masih menikmati sarapan di meja makan.


"Oke..percayalah istrimu padaku " jawab ifah


"hati-hati di jalan mas,jangan lupa makan siang"


hari ini Atiqah tidak membawakan bekal karen siang ini Arsyad ada pertemuan dengan rekan bisnisnya makan diang bersama.

__ADS_1


"iya kau juga hati-hati " Arsyad mengecup kening Atiqah. Atiqah pun mencium tangan Arsyad.


Atiqah menutup pintu apatermen setelah kepergian Arsyad,ifah terlihat sudah menyelesaikan sarapannya dan duduk di depan televisi.Atiqah turut duduk di sebelah ifah.


"Kak,minggu besok laila akan melakukan lamaran pernikahan"?


"Serius kamu? Dengan siapa?"


ifah membulatkan matanya karna terkejut.Atiqah memang belum membicarakan hal ini dengan kakak ifarnya.


"Ada seorang hafizh yang mengajaknya ta'aruf "


" masyaallah alhamdulillah ...beruntung sekali laila,semoga dia bisa menjaga laila dengan baik.jadi kamu akan datang saat acara lamaran laila?"


"saat lamaran mungkin aku tidak bisa hadir kak,tetapi aku ingin hadir saat acara ijab qobulnya "


selain udah rindu dengan ki ayi hasan ,umi bilqis dan santrinya ,Atiqah juga ingin turut hadir menyaksikan hari bahagia laila.


"Kapan itu Atiqah?"


"kalau lamaran nya 3 hari lagi biasanya ijabnya tidak lama setelah lamaran kak.kakak akan datang?" tanya Atiqah.


" insyaallah nanti aku akan memberitahukan hal ini kepada mas rizky,semoga bisa datang ke acara laila" Atiqah pun mengangguk


"baiklah aku akan bersiap-siap dulu ya kak " ucap Atiqah ketika di rasa sudah waktunya berangkat,ia tidak mau pulang terlalu sore.


Atiqah masuk ke kamarnya untuk Bersiap pergi dengan kakak ifarnya .hari ini Atiqah memakai gamis berwarna hitam dengan motif garis putih di lengannya,seperti biasa hijab dan niqabnya pun senada dengan warna bajunya.


"Atiqah bagaimana jika nanti setelah berbelanja kita mampir ke salon temanku? Aku ingin memotong rambutku?" ajak ifah


Atiqah mengerutkan keningnya,dia bimbang karena dia tidak pernah melakukan perawatan diri ke salon,bahkan dia tidak pernah masuk ke salon sebelumnya.saat di pesantren jika dia ingin menggunting rambutnya maka Atiqah hanya meminta salah seorang penghuni pesantren yang memotong rambutnya .sebenarnya dia juga ingin memotong rambutnya yang menurutnya sudah terlalu panjang.


"Tenang saja Atiqah,di salon teman kakak ada area khusus wanita.jadi di jamin tidak akan ada lelaki yang melihatmu melepas hijab" terang ifah mengerti kekhawatiran Atiqah.


"Baiklah nanti aku akan meminta izin mas Arsyad."


"haruskah begitu? Bukannya kamu tadi sudah izin pada Arsyad untuk berbelanja dengan ku?"


"ya kak,memang aku sudah izin pada mas Arsyad untuk berbelanja tetapi aku belum ijin padanya untuk ke salon"


"harus ya kita melaporkan detail kepergian kita ke suami kita?".


"Ya,karena kemuliaan seorang istri adalah ridho dari suaminya"


"hmm...oke aku akan mengingatnya"

__ADS_1


mereka pun berangkat menuju pusat Perbelanjaan. Mereka masuk ke dalam market yang ada di lantai dasar mall itu berbelanja bahan-bahan makan.setelah di rasa cukup berbelanja keperluan perut dan dapur,mereka memutuskan untuk berbelanja pakaian.Atiqah membeli beberapa pakaian ibu hamil.mereka memasuki butik pakaian langganan kak ifah.


"Loh ifah? Apa kabar? Lama tidak berbelanja ternyata kehamilannya sudah besar berapa bulan?" tanya pemilik butik tersebut yang merupakan ibu dari salah satu temannya.


"Iya tante,alhamdulillah ini mau ke 8 bulan ..hmm apa kalian juga menyediakan pakaian muslim?"


"tentu..silahkan ke arah sini.kau pilih-pilih saja dulu ,jika membutuhkan bantuan,tante akan kemari"


mereka memasuki ruangan khusus untuk pakaian muslim.Atiqah dan ifah mulai melihat-lihat. Atiqah melihat label harga salah satu pakaian yang ada dalam sebuah manakein dan terkejut,'bahkan harga sebuah pakaian bisa untuk makan anak-anak pesantren selama sebulan' batin Atiqah .


sedari dulu Atiqah memang tidak menyukai hal-hal yang berlebihan.pakaian yg ada dia kenakan tidak harus bermerek.Menurutnya yang terpenting adalah pakaian itu nyaman di pakai,jadi tidak harus mahal.


"Kak,sepertinya aku tidak jadi membelinya" ucap Atiqah.


"why?" tanya ifah


" pakaian di sini terlalu mahal" jawab Atiqah polos.


Ifah pun tertawa dengan jawaban polos adik iparnya itu.


"Ya ampun Atiqah..." ifah menepuk jidat nya.


"Apa kau lupa kau adalah istri dari Arsyad,bahkan harta nya bisa membeli lebih dari 10 mall seperti ini " kata ifah mengingatkan .


"aku tau kak tapi bukan berarti aku harus menghabiskan banyak uang hanya untuk membeli sebuah pakaian,masih banyak hal yg lebih baik yang bisa di lakukan dengan mempergunakan uang itu.pada dasarnya uang yang kita miliki bukanlah kepunyaan kita pribadi yg mutlak.harta yang kita miliki hanyalah sebuah titipan,ada hal orang lain di sebagian harta itu.lebih baik kita berada di tengah antara sikap berlebihan dan sikap kikir. Belanja berlebihan adalah termasuk kategori tabzir yg di larang ,tabzir adalah mengingatkan sesuatu bukan pada jalan yg benar.sedangkan terlalu mengirit adalah kikir tidak terlalu boros dan tidak terlalu kikir adalah keutamaan " terang Atiqah


"jadi menurutmu pemborosan juga di larang dalam islam?" tanya ifah.


"Menurutku iya kak karena ada dasar yang mengatakan ya ,terdapat dalam firman allah ,hadis,dan pendapat para ulama yg melarang hidup boros. Tertuang dalam Al-Quran surat Al-isra ayat 27 :


( sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaiton dan syaiton itu adalah sangat ingkar kepada tuhannya)


" kakak tidak mau bersaudara syaiton kan?" tanya Atiqah menggoda kakak ifarnya di tengah nasihatnya .dia tidak mau kak ifah merasa tersinggung karena sikapnya. Atiqah hanya ingin mengetahui apa yang benar dalam agama mereka.


"Ihh amit-amit dehh Atiqah,,ya aku ga mau lah sodaraan sama syaiton" Atiqah tertawa mendengarnya.


"Jadi kita tidak jadi membelinya?" tanya ifah melihat busana muslim yg ada di tangannya.Atiqah tidak menjawab ,hanya tersenyum,dia tidak akan melarang,juga tidak akan mengiyakan,Atiqah ingin kak ifah mengambil keputusan berdasarkan hal-hal yg tadi sudah Atiqah sampaikan.


"Baiklah aku akan menjadi istri yang baik tidak akan boros! Semangat ifah kamu bisa "


ifah menutup matanya dan memegang dadanya berusaha mensugesti dirinya agar bisa tidak hidup boros,tapi yg d ikatan Atiqah ada benarnya juga selama ini ia selalu memikirkan tentang dirinya sendiri,padahal di luar sana masih banyak orang yang kesusahan.


Ifah dan Atiqah melangkah keluar


"tante saya tidak jadi belanja saya permisi ya"

__ADS_1


"loh kenapa sayang? Kau tidak menyukai modelnya? Busana ini adalah rancangan designer ternama,dan limited edition ,sesuai dengan seleramu" ucap pemilik butik menyakinkan,dia tau ifah adalah seorang istri dari muhammad rizky . selama ini ia selalu memborong pakaian branded dari butiknya.


"Hehe maaf ya tante"


__ADS_2