Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
makan malam


__ADS_3

Di apatermen Arsyad...


Setibanya di apatermen Arsyad membuka pintu apartemen dan mengucapkan salam


"assalamualaikum?" Arsyad mengucap salam saat memasuki apatermen mereka.


"Waalaikumsalam" Arsyad tertegun ada 2 suara wanita yg menjawab salamnya.


Tak berselang lama Atiqah muncul menyambut suaminya.


"mas sudah pulang? Sedari sore tadi aku menghubungi mu tetapi ponselmu tidak bisa di hubungi" Atiqah mencium tangan Arsyad.


"Maafkan aku,ponselku mati,aku lupa mengisi batteraynya" terang Arsyad.


"Ouh ya ada temanmu yg datang,katanya dia mau mengantarkan agendamu yg tertinggal di kantornya,kenapa kau tidak bercerita bahwa kau akan meeting dengan teman lamamu hari ini" tanya Atiqah.


Arsyad mengerutkan keningnya masih belum paham dengan apa yg Atiqah maksud,namun kemudian muncul seorang wanita dan membuat semuanya masuk akal setelah melihat wanita itu.


"Bianca?"


"hai Arsyad kita bertemu lagi,maaf mengagetkan mu tetapi agendamu tertinggal di ruang meeting ku tadi,aku pikir lebih baik aku mengantarkan ke apatermen mu sekaligus berkenalan dengan istrimu." Bianca tersenyum.


Arsyad hanya menganggukan kepala namun masih banyak pertanyaan dari dalam benaknya mengenai tujuan Bianca sebenarnya.


"Bianca,kau akan makan malam bersama kami? Aku akan menyiapkan makan malam untuk kita makan bersama" tanya Atiqah .


Atiqah tidak mencurigai kedatangan Bianca sama sekali.


"Bolehkah? Aku akan sangat tersanjung jika di perboleh kan makan malam bersama kalian" jawab Bianca sembari melihat ke arah Arsyad.


"Boleh kan mas? Lagi pula hari ini aku memasak banyak,zahra bilang tadi akan menginap di sini tetapi tiba-tiba membatalkannya karna ada urusan lain" tanya Atiqah meminta izin pada suaminya.

__ADS_1


"Ya,terserah kau saja sayang" jawab Arsyad yg di ikuti lirikan Bianca karna merasa terganggu dengan panggilan mesra mereka.


"Aku akan membersihkan diri terlebih dahulu"


"baiklah mas ,aku sudah menyiapkan pakaianmu di tempatnya,aku akan menyiapkan makan malam untuk kita"


Arsyad hanya mengangguk sekilas dan melangkah ke arah kamar mereka.Arsyad merenung saat tengah mandi bagaimana bisa Bianca tiba-tiba datang ke apatermennya,sebenarnya apa maksud dia mendekati Atiqah.


Arsyad keluar dari kamar mandi yg ada di kamarnya hanya mengenakan handuk di setengah badannya.


"Apa yg kau lakukan di sini?" Arsyad setengah berteriak,dia membulatkan matanya terkejut dengan keberadaan Bianca di kamarnya.


"Upss...sory tadi aku sedang mencari kamar mandi,tetapi sepertinya aku tersesat" ucap Bianca namun bukannya pergi dia justru mendekati Arsyad.


Saat Bianca akan menyentuh dada Arsyad dengan cepat Arsyad menahan pergelangan tangannya.


"Jangan pernah mengganggu ku atau ...".


"dari mana kau Bianca?" tanya Atiqah saat Bianca memasuki ruang makan.


"Maaf tadi aku mencari toilet" ucap Bianca.


"Ouh ya? Kenapa kau tidak bertanya padaku? Toilet ada di sebelah sana" ucap Atiqah Menunjukan arah yg berbeda dari arah Bianca masuk tadi.


"Maaf tadi kau sedang serius memasak,aku tidak ingin mengganggu mu "


lalu Bianca duduk di depan meja makan.Atiqah mengerutkan keningnya,merasa ada yg janggal dengan jawaban Bianca.tetapi kemudian teralihkan karna ke datangan Arsyad.


"Duduklah mas aku akan menyiapkan makanan untuk mu"


Arsyad duduk di samping istrinya .Atiqah sibuk menata makanan di piring Arsyad.

__ADS_1


"Hm...Atiqah maaf bukannya Arsyad tidak suka dengan paprika ini? Kenapa kau memasakkan daging dengan paprika untuknya?" pertanyaan Bianca mengagetkan Atiqah.dia pun menghentikan kegiatannya saat menuangkan lauk itu ke piring Arsyad.


"Benarkah itu mas?" tanya Atiqah ,dia merasa malu karena orang lain lebih tau tentang apa ke sukaan Arsyad di banding dia istrinya.Arsyad pun tidak pernah mengatakan itu padanya.


"kata siapa aku tidak menyukainya,kau salah.jangan sok kenal dan seolah serba tau apa tentangku karna kau tidak mengenalku melebihi istriku mengenalku."


Bianca dan Atiqah terkesiap mendengar Jawaban Arsyad.Atiqah menyerngitkan keningnya melihat Arsyad dan Bianca secara bergantian.sedangkan Bianca hanya menundukkan kepalannya setelah itu Bianca menatap Arsyad dengan pandangan terlukanya.


"Sepertinya ada yg harus aku tanyakan pada mas Arsyad" batin Atiqah


Atiqah mulai bisa meraba apa yg terjadi .dia melihat tatapan Bianca memandang Arsyad suaminya.Atiqah menatap tajam perempuan yg ada di hadapannya.dia melepas niqab nya dan duduk di samping Arsyad .


Bianca menoleh melihat Atiqah,dia sampai menjatuhkan sendok dari tangannya.dugaanyya salah ,bahkan istri Arsyad jauh lebih cantik di bandingkan dirinya. Atiqah hanya tersenyum dan mempersilahkan Bianca untuk melanjutkan makan malamnya. Mereka makan bertiga dalam diam .


Arsyad segera meninggalkan meja itu setelah menyelesaikan makan malamnya .tinggallah Atiqah dan Bianca di ruangan itu.


"Bianca jika tujuanmu datang kemari karena ingin menyambung tali silaturahmi ,maka aku akan membentangkan ke dua tanganku menyambut mu. Namun jika ada maksud lain,sebaiknnya Kau mulai berpikir kembali.karena apapun alasannya,mengganggu rumah tangga orang lain sama saja dengan merendahkan martabatmu sebagai seorang wanita" terang Atiqah dengan ketenangannya.


"Apa maksudmu ? Kenapa kau berfikir demikian?" tanya Bianca berpura-pura tidak mengerti apa yg di maksud Atiqah.


"Aku bukan perempuan bodoh yg tidak bisa mengartikan tatapan mata orang lain saat memandang suamiku" jawab Atiqah tetap tenang.


"Ya oke aku akan jujur,ya Atiqah aku mencintai suamimu Arsyad.lalu kau mau apa setelah mengetahui hal itu? Lagi pula saat ini kami sedang menjalin kerja sama yg penting,kau hanya ibu rumah tangga yg tidak tahu menahu tentang bisnis bukan? Jadi kau cukup diam di rumah,urusanku dengan Arsyad di luar,anggaplah bukan urusanmu" balas Bianca .


Atiqah tersenyum menanggapi Bianca yg mulai di liputi emosi.


"aku memang tidak pandai berbisnis dengan sesama manusia.tetapi saat ini yg sedang ada di hadapanmu adalah seorang istri sedang berbisnis dengan akhiratku,aku bukan mencari keuntungan duniawi tetapi aku mencari pahala untuk bekalku nanti dengan mempertahankan rumah tanggaku.aku harap kau mengerti dengan apa yg aku maksud.silahkan keluar dari sini,kau masih ingat jalan keluarnya bukan?" Atiqah mempersilahkan Bianca pergi dari apatermennya.


Bianca berdiri dengan emosi,dia menghentakan kakinya hendak meninggalkan Atiqah.


"Ouh ya satu lagi nona Bianca yg terhormat,mengenai perjanjian kerja sama aku yakin suamiku akan ikhlas melepaskan kerja sama kalian,bahkan 100x lipat ke untungan yg akan kau tawarkan dalam kerja samaa ini ,aku yakin dia akan tetap melepaskannya jika harus berhadapan dengan orang yg akan menghancurkan rumah tangganya."

__ADS_1


kali ini perkataan Atiqah benar-benar membuat Bianca tak bisa berkata apa-apa ,dia segera pergi dari apatermen Arsyad dengan penuh emosi.


__ADS_2