
"Ketika cahaya dalam hidupku redup,bahkan bisa di katakan sirna kini hanya ada kegelapan ,tak ada bedanya dengan saat menutup mata,saat membuka mata pun akan sama yaitu gelap gulita"
_Atiqah khoirunnissa_✍🏻
____//__//_/_//___//__///____//___///__
Di rumah sakit ...
flashback on
Masih dimana Arsyad bersama Atiqah,kini Arsyad masih diam mematung
" kenapa? " tanya Atiqah dengan lirih
" maaf "
" maaf,untuk apa?"
Atiqah bangun dari tidurnya menjadi duduk.pandangan ya lurus ke depan
" aku ga bisa jagain kamu dek,seandainya aku ga pergi ke amerika waktu itu " ucap Arsyad dengan rasa bersalah.
" kak ini semua sudah taqdir dari allah!! Kita sebagai umatnya hanya bisa bersabar dan ikhlas untuk menghadapi musibah ini .aku ikhlas dan mencoba menerima kepergian alm kedua orang tuaku .pada dasarnya ini semua hanya milik allah dan akan kembali lagi kepada allah maha pencipta. Aku juga ikhlas kehilangan penglihatanku pada dasarnya ini semua hanya musibah aku yakin aku bisa Melewati semua ini" ucap Atiqah dengan tersenyum manis
" tapi dek"
" sudah jangan bahas lagi.lagi pula setelah mengantar kakak ke bandara aku berkunjung dulu untuk melihat ayah dari sabatku yg lagi sakit sekaligus menikahkan anaknya " ucap nya dengan tatapan kosong mengingat beberapa tahun yg lalu .
"tapi ini sudah taqdir yg maha kuasa aku sudah mengikhlaskanya ko "
" ouh ya kak,bukanya kamu harus ke amerika lagi dua hari lagi kan sudah tiba masuk nya kuliah " sambungnya.
Arsyad menghirup nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" ga jadi.lagi pula aku tidak ingin pergi kesana "
sebenarnya Atiqah sudah tau kenapa Arsyad tidak ingin pergi . tidak sengaja mendengar percakapan antara rizky ,ifah dan Arsyad tadi saat mereka di luar sangat terdengar jelas. Dan Atiqah merasa bahwa dirinya telah membebani mereka semua.
" apa karna aku kamu tidak jadi pergi?"
Arsyad terdiam.
__ADS_1
" kak rizky dan kak ifah telah menganggap ku adik kandungnya sendiri.jujur saja ,aku sangat senang!! Setelah kedua orang tuaku tiada aku masih punya keluarga baru. Nah berarti kakak itu kakak aku juga kan? Sebagai seorang adik ,pasti menginginkan kakak nya menjadi yg terbaik ,aku ingin kamu pergi melanjutkan pendidikan mu ke amerika .buatlah alm kedua orang tuamu bangga. Buatlah kak rizky juga bangga pasti mereka semua akan senang sekali bahwa adiknya sangat hebat".
Arsyad menatap Atiqah dengan penuh kecewa kenapa Atiqah menganggap dirinya seorang kakak! Walaupun umur kita beda dua hari .Arsyad itu mencintai Atiqah bukan perasaan sebagai kakak pada adik,melainkan seorang pria pada wanita
"Kak,aku mohon pergilah! Ini semua keinginan alm ayah mu juga kan.jadi buatlah harapan beuliau itu menjadi kenyataan.aku yakin kamu sebagai seorang anak tidak inginkan mengecewakan orang tuamu.meskipun mereka telah tiada tapi mereka orang yg paling berjasa dalam hidup kita,mereka adalah malaikat tanpa sayap buat anak-anak nya"
" kau bener dek. Tapi apakah adek tau prasaan kakak bagaimana?"
Tanyanya dengan penuh penekanan.
" aku tidak tau perasaan kakak bagaimana tetapi kau harus mendengarkan dan mematuhi ini mungkin semua ini buat kebaikan kakak juga".
" aku mencintaimu dek,makan dari itu aku_" ucap Arsyad terpotong oleh Atiqah
" aku mohon jangan bicara seperti ituBagiku kau adalah seorang kakak,walaupun umur kita sama dan kau yg lebih dulu ada ,soal dulu saat kamu mengkhitbahku itu lupakan saja kak.kita masih sangat muda maka dari itu lanjutkan pendidikan mu"
" ya aku hanya anak kecil yg belum dewasa,keras kepala dan egois!!!"
Arsyad tersenyum miris dirinya terlalu berharap pada Atiqah pada dasarnya Atiqah hanya menganggap seorang kakak.
" aku mohon pergilah ! Disini aku akan baik-baik saja ada kak ifah dan kak rizky yg akan menjagamu jadi jangan mengkhawatirkan aku "
" tapi aku tak ingin pergi dek".
"Maksudku bukan seperti itu dek.aku ingin menjagamu"
Atiqah diam dengan tertunduk,matanya berkaca-kaca.
Arsyad yg melihat Atiqah seperti itu langsung serba salah
" dek ?" panggil Arsyad
Atiqah terdiam
Arsyad menghela nafasnya kasar.
" baiklah aku akan pergi ke amerika"
" ahh syukurlah batin Atiqah
"apa benar kak?" tanya Atiqah
__ADS_1
" tentu untuk dirimu dan juga ayahkuAku akan pergi " ucap nya seraya tersenyum manis.
" syukurlah aku sangat senang mendengarnya" ucap Atiqah dengan girang
" hanya dengan aku menyetujuinya,kau sangat senang dek. Tapi perasaan ku sangat berat saat mengatakan ya" batin Arsyad
" tapi ada syaratnya" ucap Arsyad seraya tersenyum lebar.
Atiqah mengerjitkan dahinya.apa,syarat? Memang syarat apa yg akan Arsyad ajukaan pada dirinya.
" berjanjilah untuk selalu menungguku pulang" ucap Arsyad penuh harap .
Atiqah diam sejenak seraya berpikir
"Baiklah aku berjanji akan selalu menunggumu sampe pulang nanti" ucap Atiqah
Arsyad yg mendengarnya pun langsung tersenyum sumringah
" jaga diri di sana ,jaga agamamu dan jaga kesehatan mu juga dengan baik kak"
" aku tau, makan dari itu mau kah kau percaya padaku dan menungguku? Setelah itu aku akan melamarmu "
suara Arsyad terdengar sangat lembut dan terdengar penuh harap.
Atiqah mengangguk yakin ,seraya berkata .
" insyaallah aku akan percaya padamu kak,dan akan selalu menunggumu pulang "
kini Arsyad melangkah untuk lebih dekat di hadapan Atiqah.senyumnya yg mengembang,kini mereka saling Berhadapan dengan jarak satu meter.
Arsyad mengangkat jari kelingkingnya ke udara tepat di hadapan Atiqah.
" dek angkatlah jari kelingkingnya !! Jika kau berjanji untuk selalu percaya dan mau menungguku"
Atiqah menurut dan mengangkat tanganya seraya mengacungkan jari kelingkingnya ke udara
" janji" tanya Arsyad meyakinkan
"janji " jawab Atiqah yakin.
jari kelingkingnya seolah-olah saling bertautan .padahal masih ada jarak penyekat keduanya ,bisa saja Arsyad mengikis jarak yg ada di antara mereka berdua tapi mereka bukan mahromnya.
__ADS_1
Keduanya tersenyum dengan jari yg masih di angkat.walau senyuman Atiqah terhalang oleh cadarnya
Tapi Arsyad yakin,bahwa Atiqah juga tersenyum dan pasti senyuman itu sangatlah indah.