Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
jadikan ini sebuah pelajaran


__ADS_3

Hari ini Atiqah berkunjung ke kantor Arsyad.saat dia melangkah masuk ke dalam lobby kantor itu Atiqah merasa ada beberapa karyawati yang berbisik-bisik dan memandanginya,namun yang terpancar bukan tatapan sinis,seolah tatapan kekaguman.


Atiqah terus berjalan menuju lift khusus para petinggi di antarkan security.security itu menekan lantai dimana ruangan Arsyad berada.


"Silahkan bu"


Dia menunduk hormat kepada Atiqah mempersilahkan untuk masuk ke dalam lift .Atiqah mengangguk,kemudian security itu ikut masuk dan berdiri di sebelah tombol di mana menunjukan banyak angka sedangkan Atiqah berdiri di bagian belakang dekat dengan tombol lift .tak lama bunyi lift berdenting.security itu lagi-lagi mengangguk mempersilahkan Atiqah keluar terlebih dahulu.dan mengantarkan Atiqah menuju meja lidia sekertaris Arsyad .


Lidia yang melihat ke datangan Atiqah pun langsung berdiri.


"Selamat siang bu" ucap lidia menunduk


"selamat siang,apakah suami saya ada?" tanya Atiqah


"tuan Arsyad sedang ada meeting bu,apa perlu saya sampaikan kedatangan ibu? Tanya lidia


"Tidak perlu lidia,boleh saya menunggu di ruangannya saja?" tanya Atiqah sopan,walaupun sebenarnya hal itu tidak perlu di tanyakan karena atiqah adalah istri pemilik dari perusahaan ini.


"Tentu bu,mari saya antar"


"terima kasih lidia" lidia mengantarkan Atiqah ke ruangan Arsyad.


Setelah hampir satu jam Arsyad tak kunjung kembali,Atiqah pun keluar ruangan,dia merasa lapar,karena sejak tadi dia belum makan,dia sengaja datang ke kantor Arsyad karna ingin bertemu suaminya.tiba-tiba dia ingin makan siang bersama suaminya,namun kondisi Atiqah sedang hamil membuatnya gampang merasa lapar dan Arsyad masih belum juga selesai dengan meetingnya.


"Hmm..lidia apa meeting suami saya masih lama? "Tanya Atiqah lidia melihat ke arah jam tangannya.


"seharusnya sudah selesai namun bapak masih berada di ruang meeting bersama pak zaidan di rektur PT gemilang bu.atau perlu saya sampaikan kalau ibu menunggu beuliau?"


"tidak..saya tidak apa-apa menunggunya..ouh ya,lidia dimana letak kantin di kantor ini?" lidia menaikan alisnya heran


"apa ibu membutuhkan sesuatu? apa perlu saya belikan?tanya lidia,namun Atiqah menggeleng.


"tidak perlu saya hanya ingin melihat-lihat makanan di kantin saja ,ada di lantai berapa?"


"mari saya antar bu" jawab lidia kebetulan memang sudah memasuki waktu jam makan siang ,sehingga lidia boleh meninggalkan mejanya.


"sudah waktu jam makan siang,dimana biasa kamu makan siang?" tanya Atiqah kepada lidia


"Saya biasanya makan di kantin juga bu hehe"


"wah bagus lah,kamu bisa menemani saya ya"


"jika ibu tidak keberatan,saya akan menemani ibu" jawab lidia sopan


"terima kasih lidia"


"sama-sama bu"


mereka berdua beriringan menuju kantin.saat tiba di sana,kantin sudah ramai,lidia segera menyediakan tempat untuk Atiqah.semua karyawan di situ tau siapa yang sedang berjalan bersama lidia,istri bos besar mereka.

__ADS_1


"Saya pesan nasi goreng saja ya"


saat memasuki kantin,Atiqah mencium aroma nasi goreng yang sangat menggugah selera.


"Baik akan saya pesankan" ucap lidia sembari berlalu.


Di sebelah mejanya ada sekumpulan karyawati yang sedang mulai makan,namun Atiqah merasa mereka terus mencuri pandang ke arah Atiqah.tiba-tiba dari arah belakang Atiqah muncul seorang karyawati lain ke arah mereka


"haii resa...eh aku penasaran dari mana kamu dapat foto istri bos ,gila kamu bisa aja ya! Tapi sumpah dia cantik banget,baru pernah aku lihat wajah secantik itu .di balik penampilannya yang tertutup ternyata menyimpan kecantikan yang dahsyat"


Resa sudah mengedipkan matanya ke arah temannya yang bernama amel itu,namun sayangnya dia terlambat menangkap sinyal yang di berikan resa.


"apa maksud kamu"? Arsyad yang ternyata telah sampai di depan mereka pun mendengar percakapan itu.Atiqah pun menghampiri Arsyad.


"Ppp...pak aaa..Arsyad " keenam karyawati itupun menunduk ketakutan


"kalian ikut ke ruangan saya" ucap Arsyad dengan nada tegasnya mereka berenam pun berjalan dengan lunglai.


mereka sudah merasa akan menerima hukuman yang berat.mungkin jika hanya di pecat mereka sudah sangat bersyukur,tetapi jika Arsyad menuntut mereka,inilah akhir dari kisah mereka semua.


Mereka memasuki ruangan Arsyad ,Arsyad duduk di kursi kebesarannya,dengan di dampingi Atiqah yang berdiri di samping arsyad.ke enam karyawati itu berdiri berjejer di depan Arsyad ,siap menerima hukumannya.


"sekarang jelaskan apa maksud kalian!"


mereka semua menunduk tidak ada yang berani bersuara.


"Mmma....aaafff ppaak Arsyad,i...i..nni kkkesalahaan ssaya" akhirnya resa menjawab dengan suara bergetar


"sssayya dddiam-ddiam mmmmengangambil fottto ibu Atiqah pak"


resa menunduk semakin dalam.Atiqah sangat terkejut dan membelalakan matanya.


"Dari mana kamu mendapatkan foto istriku?"


"maaf...pak...maafkan saya...ssaya mengambil fotttoo ibu saat ddisalon 2 haarri yang lalu"


Arsyad berdiri dan menggebrakan meja kerjanya.terdengar bunyi keras yang membuat karyawati itu bertambah pucat.bahkan beberapa di antara mereka sudah menangis ketakutan,termasuk resa sendiri.


"Kalian saya pecat!!! Dan saya pastikan tidak akan ada perusahaan manapun yang akan menerima kalian kembali" ucapan Arsyad membuat mereka semua menangis namun mereka tidak berani membantah.


"Mas...istigfar..mas,apa aku boleh menyelesaikannya dengan caraku?" Atiqah bertanya pada Arsyad memegang lengannya dan berusaha menenangkan nya.


Arsyad pun melihat istrinya dengan kening berkerut.tetapi kemudian dia pun paham ,istrinya pasti mempunyai cara tersendiri untuk mereka.Arsyad pun mengangguk dan kembali untuk duduk


"Apa kalian tahu apa yang kalian lakukan telah melanggar hukum dan merugikan saya?" tanya Atiqah lembut.


"Maaf kan saya bu,saya tidak bermaksud untuk itu,hanya saja saya sangat kagum dengan wajah ibu" jawab resa masih tetap menunduk dan mengusap air matanya


"siapa saja yang mempunyai foto itu?" tanya Atiqah

__ADS_1


"hanya kami berenam bu,kami bersumpah demi Allah kami tidak menyebarkannya ke orang lain"


"boleh saya minta kalian untuk menghapusnya sekarang juga?" pinta Atiqah


"baik bu"


mereka semua mengambil ponsel masing-masing di saku mereka dan menghapusnya foto dari ponsel mereka.


"wajah memang bukan merupakan aurat,tetapi saya memutuskan untuk menutupi wajah saya karena saya ingin menghindari fitnah .saya telah menutup wajah saya sedari saya kecil,apakah adil bagi saya jika kalian begitu saja menyebarkan apa yang sudah saya tutupi bertahun-tahun lamanya?"


"kami sangat menyesal bu,kami mohon maaf,kami janji tidak akan mengulanginya lagi,jika boleh saya memohon ,jangan keluarkan teman-teman saya bu,saya yg bersalah dalam hal ini,saya akan menanggung hukumannya"


Atiqah melihat mata resa ,dia menemukan kesungguhan dan penyesalan di mata nya.


"baiklah untuk kali ini saya maafkan" ucapan Atiqah tentu saja membuat mereka semua melihat ke arah Atiqah termasuk Arsyad.mata Atiqah sangat teduh dan lembut,bahkan saat ini jika dilihat dari matanya dia tengah tersenyum.


"Jjadiii kami semua tidak di pecat bu?" tanya resa


"ya,saya minta kalian semua jadikan hal ini sebuah pelajaran berharga untuk kalian ,apa yang menurut kalian tidak ada artinya belum tentu hal tersebut juga tidak berarti di mata orang lain.apa kalian mengerti maksud saya?"


"kami mengerti ..kami betul-betul minta maaf,terima kasih atas kebesaran hati ibu dan pak Arsyad memaafkan kami.kami janji akan bekerja lebih baik lagi untuk perusahaan ini,terima kasih telah di beri kesempatan lagi .." resa sangat terharu melihat kelembutan hati Atiqah.


Dia benar-benar mengagumi sosok perempuan yang sekarang ada dihadapannya.


"Kalian keluarlah dan kembali bekerja" perintah Arsyad.


mereka pun menganggukan kepala dan keluar dariruangan setelah pintu di tutup Arsyad melihat ke arah Atiqah.


"Kamu yakin tidak memberikan hukuman pada mereka sayang?"


"tidak semua hukuman bersifat kekerasan atau menghancurkan mas,aku memberi mereka hukuman dengan rasa penyesalan"


Arsyad mencium kening istrinya, 'kamu memang wanita yang luar biasa sayang' batin Arsyad


"tapi mas kenapa tadi ada di kantin ? Bukankah mas sedang meeting tadi?"


"haha saat aku kembali ke ruangan ini ,aku mencium wangimu yang tertinggal di sini ,lalu aku menelepon lidia karena ponselmu tidak aktif ,dan dia yang memberitahu ku bahwa kamu sedang bersamanya di kantin".


"Ah iya maaf mas,ponselku habis battery " Atiqah pun tersenyum mendengar penjelasan suaminya.


"Jadi ada apa istriku yg cantik ini mendatangiku?" Arsyad menarik Atiqah duduk di pangkuannya


"maaf mas tadi di apatermen aku bosan ,jadi aku memutuskan untuk datang ingin bertemu dengan mu ,apa kau marah?"


"bagaimana aku bisa marah dengan rasa rindu mu kepadaku hmm?" Arsyad mengusap kepala Atiqah


"tapi mas sebenarnya aku masih ingin nasi goreng yg tadi aku pesan aku lapar"Atiqah menunduk malu


"haha maaf sayang aku lupa ,aku akan meminta lidia mengantar kesini kita makan siang bersama ya"

__ADS_1


__ADS_2