
"Mungkin ini saatnya aku melepaskan mu dalam bagian doaku,maaf jika selama ini aku terlalu melangitkan namamu di hadapan ya"
Maaf jika selama ini memintamu sebagai jodohku adalah bentuk keegoisanku yg paling indah.jika selama ini aku meminjam namamu dalam doaku,inilah saatnya aku kembalikan dengan penuh keikhlasan.
Prof Atiqah khoirunnissa.✍🏻
Terimakasih sudah memberiku ruang untuk menantikanmu,menjadi bagian dari besar nya harapanku ingin bersama mu.
teruntuk muhammad Arsyad♥
________________________________
malam telah tiba,suara hewan malam terdengar nyaring di luar sana.setelah shalat isya dan makan malam Atiqah merebahkan tubuhnya di kasur pikiran ya terganggu oleh ucapan Arsyad kemarin .
air matanya sudah berderaian .rasa rindu yg teramat sangat pada kedua orang tuanya membuat Atiqah selalu menangis setiap malam .
beginilah Setiap malamnya menangis dan kesepian.apa-apa harus di lakukan sendiri,harus di rasakan sendiri,harus serba sendiri.tidak seperti dulu ,dulu Atiqah merasa sangat bahagia karena dapat bercerita pada kedua orang tuanya.tapi sekarang ia harus mengemban ya sendiri.
tangisan Atiqah terdengar sangat pilu dihati dan terasa sangat sesak .
Andai saja Atiqah bisa melihat mungkin saat ini ia akan melihat foto kedua orang tuanya.kain cadar nya ia lepas karena telah basah akibat air matanya sendiri.
wajah cantik nan ayunya sangat alami putih,bersih mulus .terlihat jika Atiqah tidak pernah melakukan perawatan. Atiqah menghapus air matanya dengan posisi yg masih rebahan.
"Aku rindu umi dan abi juga .duniaku Duniaku gelap dan sunyi.membuka atau menutup kedua mata ku ini tidak ada bedanya .sama-sama gelap gulita.bahkan setitik cahaya pun tidak bisa aku lihat ."
"aku ikhlas dengan keadaan yg dimana sekarang ini aku tidak bisa melihat"
Atiqah terus berbicara sendiri.tidak ada yg mendengarkan pun tak apa .bagi Atiqah sendiri ini terasa seperti curhat pada diri sendiri.Atiqah bru saja akan memejamkan matanya.tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumahnya
" malam-maalam begini siapa yg bertamu?" gumam Atiqah meraba-raba
Untuk mencari cadarnya.setelah memakai cadar Atiqah mengambil tongkat lalu beranjak dari tempat tidurnya berjalan keluar kamar.
"assalamualaikum " ucap seseorang dari luar
"waalaikumsalam" ucap Atiqah setelah pintu rumah terbuka
" Atiqah ini aku dan Arsyad" ucap ifah
" kak ifah" Atiqah langsung tersenyum senang.ifah langsung memeluk Atiqah.
"apa kabar Atiqah ? Maaf ya aku jarang kesini" ucap ifah
" alhamdulillah aku baik kak ,tidak apa kak soalnya Atiqah sering menghabiskan waktu di pondok pesantren"
__ADS_1
"aku senang mendengarnya" ucap ifah .
sementara dengan Arsyad,pria tampan itu malah asik menatap kedua mata Atiqah.dulu mata itu sangat indah dan teduh membuat sejuk untuk di pandang
" kedua mata Atiqah membengkak apakah dia habis menangis.kenapa dia menangis? Apa terjadi sesuatu? " batin Arsyad
" kak ifah ,Arsyad ayo masuk ke dalem" ajak Atiqah
ifah dan Arsyad pun masuk kedalam rumah .Atiqah sudah menutup pintu mereka pun langsung duduk di sopa ruang tamu.
" malam-malam begini malah bertamu pasti mengganggu waktumu
Pasalnya ifah sudah tidur tapi Arsyad malah membangunkan nya,memaksa dirinya untuk menemani Arsyad ke rumah Atiqah.
" tidak apa ko lagian aku belum tidur " ucap Atiqah
ifah pun langsung mendekati Arsyad lalu berbisik- bisik padanya
" Arsyad kamu sebenarnya mau bilang apa pada Atiqah" bisik ifah di telinga Arsyad
" aku mendadak lupa kak" bisik Arsyad pada ifah.
ifah langsung mengerjitkan dahinya ,bagaimana mungkin orang sejenius Arsyad bisa melupakan hal sekecil itu
" aku ingin berbicara berdua dengan Atiqah" ucap Arsyad yg sudah tidak berbisik-bisik lagi.
Ifah menghela nafasnya sungguh merepotkan sekali.
" Atiqah aku ingin numpang tidur di kamarmu ya" ucap ifah dengan menatap Arsyad dengan tatapan jengah.
" silahkan kak"
ifah pun langsung beranjak dari duduknya.berjalan menuju kamar Atiqah setelah melihat kakak ifarnya masuk kedalam kamar Atiqah ,Arsyad langsung menatap Atiqah sambil tersenyum-senyum.
" saat seperti ini jantungku selalu berdetak cepat.apa jantungku ini sudah bermasalah" batin Arsyad.
Arsyad akan berusaha untuk membujuk Atiqah untuk membatalkan pernikahannya dengan ustadz mirza.kali ini ia ingin egois Arsyad adalah manusia biasa yg haus akan kasih syg,manusia biasa yg ingin di perhatikan ,manusia biasa yg ingin di cintai oleh seseorang yg ia cintai. Arsyad tipikal orang yg segala sesuatu yg ia inginkan harus segala tercapai.
Arsyad menghembuskan nafasnya pelan
" dek?"
" ya" sahutnya
"Apa kau sudah berniat sekali untuk mengingkari janji itu?".
__ADS_1
" maaf.maafkan aku kak.aku harus mengingkari nya"lirih Atiqah
" andai kau tahu .sebenarnya aku tak ingin mengingkari janji itu" batin atiqah.
lagi-lagi Arsyad menghembuskan nafasnya secara kasar.
" dek aku sangat mencintaimu .bisa tidak kau jangan menikah dulu tunggu aku satu tahun lagi aku akan segera mengkhitbahmu.aku mohon batalkan pernikahan itu aku Arsyad memohon padamu dek untuk membatalkan pernikahan kau dan ustadz mirza .aku sudah bingung harus bagaimana lagi agar kau membatalkan pernikahan itu ,aku bisa saja menculikmu dan membawamu secara paksa ke KUA agar kita menikah . tapi aku tidak ingin melakukannya karena aku menghargai mu"
" jika kita berjodoh maka allah akan mempersatukan aku bersamamu.tapi sekarang aku akan menikah dengan mas mirza jadi aku mohon lupakan saja aku.aku tidak pantas untukmu ,aku telah berdosa karena mengingkari janji itu,aku merasa sangat munafik sekali."
Atiqah terdiam sesaat
"Memang di hadapanmu aku menolak.tetapi di hadapan-NYA aku terang-terangan meminta agar di jodohkan denganmu" batin ya.
hati dan pikiranku sangat bertolak belaka ini sangat munafik sekali .hatiku menyebut namanya tapi saat ini menyebut namanya aku malah menyebut nama orang lain dari mulutku ini "batin Atiqah
tanpa di sadari air matanya telah berjatuhan membasahi pipi
"apakah dalam hatimu menyebut namaku?" ucap Arsyad dengan sedikit tak percaya.tapi ada perasaan senang di sana
" itu dulu saat pernikahan ini belum di rencanakan"
" tapi aku merasa hatimu selalu tertuju padaku" ucap Arsyad dengan tersenyum-senyum
" tidak tolong jangan salah sangka begitu" ucap Atiqah dengan terbata- bata.
" jangan mengelak.aku tahu itu,bahwa kau memiliki perasaan yg sama dengan ku"
"kak kamu salah paham maksudku bukan seper-" belum aja satiqah menyelesaikan bicaranya ,Arsyad telah memotongnya
" maksud ku seperti hatimu yg selalu menyebut namaku" ucap Arsyad tersenyum senang.
" kak itu tidak baik"
"Tidak baik untuk kesehatanmu dek.karna jantungmu itu selalu berdetak cepat saat sedang bersamaku"
"i-tu tidak benar"ucap Atiqah gelagapan sendiri
"ya allah ada apa dengan jantungku" batin Atiqah.
rasanya ingin sekali Atiqah memegangi dadanya sendiri,jantungnya terasa terpacu lebih cepat. Benar kata Arsyad barusan .jantung Atiqah akan berdetak cepat saat sedang bersamanya.
Atiqah mencengkram baju gamisnya dengan kuat.sungguh sangat tidak sehat untuk kesehatan jantungnya kalau berlama-lama dengan Arsyad.
setelah itu...
__ADS_1