
Dengan tangan yg saling bergandengan keduanya sudah sampai di sebuah rumah makan sederhana.ada banyak pengunjung ,tentunya karna makanan disini cukup terkenal enak.
Atiqah sudah memesan ikar bahkan dengan porsi lengkap .arsyad sangat senang saat melihat makan istrinya dengan sangat lahap.selesai makan dan membayar mereka pun pergi untuk pulang ke rumah.
****
ke esokan harinya setelah atiqah menyiapkan sarapan untuk suaminya ,atiqah bergegas masuk ke kamar,arsyad yg melihat istrinya buru-buru pergi segera menyusul takutnya terjadi hal yg tak terduga
"sayaaaaangg....
arsyad berteriak panik ketika melihat atiqah menjatuhkan diri ke kasur dan langsung meringkuk memeluk guling,perutku tiba-tiba saja sakit .seperti ada tusukan jarum yg menancap beberapa kali.
aku meringis menahan sakit di perutku .arsyad yg merasa panik segera melepas tanganku dan mengelus perutku lembut ,saat arsyad mengelusnya tiba-tiba damai dan tak terlalu sakit lagi.
"sayang apa yg kau rasakan? britahu mas!" ujar arsyad khawatir
aku tersenyum dalam hati melihat bagaimana khawatir dan paniknya suamiku.
"perutku hanya sakit sayang ,tapi setelah mas mengelusnya tidak terlalu sakit" jawabku dengan memejamkan mata,menikmati usapan lembut arsyad di perutku.
arsyad membalikan badan ku ia mendaratkan bibirnya di perutku yg masih rata.
" anak ayah dan bunda jangan nakal ya nak,kadihan bunda.bantu bunda dari dalam sana ya sayang ,bunda dan ayah menyayangi kalian"Arsyad berujar dan mengecup perutku,.
aku menitikan air mata,seperti paham apa yg di sampaikan sang ayah calon buah hatiku merespon dan sakit di perutku perlahan reda.Allah,senikmat inikah mengandung ,jika di izinkan aku ingin lagi merasakanya di kemudian hari.aku mengelus bahu arsyad ,arsyad pun segera menoleh ke arahku dan menatap manik mataku
"apa masih sakit sayang?"
aku menggeleng lalu mencium ke dua pipinya dan mengelus rambutnya ,ku rebahkan kepala arsyad ke dadaku dan mencium keningnya dengan sayang.
"Anak kita sepertinya mengerti dengan apa yg ayahnya sampaikan,dia merespon dengan baik mas" jawabku pelan mata arsyad berbinar cerah
"benarkah sayang?"
aku mengangguk lalu tersenyum arsyad segera bangun dan kembali menemoatkan wajahnya di depan perutku
__ADS_1
"assalamualaikum anak ayah,apa kau bisa mendengarkan ayah nak? Ouh ya Allah,orang lain akan mengatakan abi bodoh karna berbicara dengan perut bundamu,tapi tak apa ayah bahagia kau bisa merespon baik ucapan ayah nak"
"jangan menyiksa bunda ya nak Berkembanglah dengan baik di dalam sana kami di sini menunggu kehadiranmu dengan sangat bahagia.bantu bunda ya nak,kami menyayangimu" arsyad berkata seolah cabang bayi yg ada di perutku sudah bisa menangkap apa yg ia katakan.
Aku terkekeh pelan mendapati tingkah arsyad,aku begitu bersyukur memiliki suami yg siaga dalam keadaan apapun,seperti sekarang segala pekerjaannnya ia bawa ke rumah sedangkan rendi yg mengontrol perusahaan di sana
"mas" aku memanggil arsyad .
arsyad yg mengusap perutku pun berhenti dan beralih menatapku
"iya sayang?"
"mas tidak ke kantor?"
arsyad mencium ke dua pipiku dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leherku,ia bertingkah manja dan posesif semenjak mengetahui kehamilan ku arsyad enggan meninggalkan ku sedetik pun
"mas akan bekerja dari rumah sayang,entah kenapa mas juga merasa aneh jika jauh dari mu "ujar arsyad
jujur aku menyerngit heran
"aneh?
arsyad mengangguk dan mengeratkan pelukanya "iya sayang saat mas mengatakan akan ke kantor dan sejenak berpikir akan jauh dari mu beberapa jam ,tiba-tiba saja mas ingin menangis,apa mungkin ini hormon ke hamilanmu sayang? Tanya arsyad balik.
aku tertawa terbahak-bahak mendengar penuturanya ,aku mencubit kedua pipi arsyad lalu balas memeluknya erat
"jika ini hormon kehamilan sayang baiklah,istrimu ini akan ikut bersama mu untuk bekerja bagaimana?"tanyaku kepada arsyad lagi dengan menarik turunkan alisku.
Arsyad terdiam sejenak dan menaruh telunjuknya di depan dagu ,mungkin sedang berpikir
" lebih baik seperti itu sayang,tapi tidak tidak kandunganmu masih lemah ,mas takut terjadi sesuatu padamu dan juga buah hati kita.mas tidak mau,jadi sekarang menurutlah okey!?" jawab arsyad tegas
aku tertawa pelan ,suamiku ini memang unik dan penuh kejutan ,,ya! Aku begitu mencintainya meski sering kali ia sering menyebalkan hehe tatapan memuja dan penuh syukur ,kami berdua saling bertatapan hingga suara dering ponsel memecah keromantisan kami.
Arsyad berdecak kesal dan aku terkekeh,aku tahu apa yg saat ini suamiku inginkan,mas arsyad turun dari kasur dan berjalan mrnuju meja dimana handphone nya berada.
__ADS_1
"Ya hallo assalamualaiku "
rendi yg menelpon sungguh merasa tak enak pada bosnya Ia tahu ia mengganggu namun ini juga darurat.
"Waalaikumsallam bos ,maaf mengganggu bos,tapi bisakah bos datang ke kantor.klien dari jerman ingin bertemu langsung dengan bos,mereka sedang dalam perjalanan menuju perusahaan" ujar rendi sedikit takut
"tidak bisakah kau mewakilinya!!? Tanya arsyad dingin. Rendi menelan ludah susah payah "andai bisa,saya tidak akan menelpon tuan" jawab rendi.
Tanpa menjawab ucapan rendi arsyad mematikan telponya lalu berjalan ke arahku ,sedangkan rendi memberenggut kesal di sebrang sana.
mas arsyad berjalan ke arahku lalu memelukku dari belakang,aku yg menyadari perubahan suamiku segera membalikan badan
"ada apa mas?" mas arsyad menddongak lalu menatapku
" klien dari jerman mereka ingin bertemu mas langsung" jawab arsyad.
aku pun berusaha bangkit untuk duduk ,dan mas arsyad dengan sigap membantuku .aku merentangkan tangan agar mas arsyad masuk kedalam pelukanku,mas arsyad memelukku erat aku pun membelai wajahnya lembut.
"Pergilah sayang ini sudah menjadi tugas mas,jangan melalaikan kewajibanmu sayang.ingatlah segalanya akan mas pertanggung jawabkan kelak"
mas arsyad menatapku dengan kesal
"tapi kamu bagaimana sayang,kamu sedang sakit mas tidak mungkin meninggalkan mu "
aku menggeleng pelan
"sayangku,cintaku ,di rumah ada kak ifah ,sama mbok sum.aku tidak sendiri ada keluarga mas yg akan mencintai dan menjaga ku ,jika terjadi sesuatu padaku ,aku akan langsung menghubungi mas.aku janji!"
mas arsyad memelukku ia masih enggan melepaskanya ,aku mengerti namun pekerjaanya juga kewajibannya,aku mengusap bahunya lembut agar ia merasa tenang. Mas arsyad mengangkat wajahnya dan menatapku
"tidak apa-apa mas pergi? Hanya sebentar sayang" ujar arsyad ke padaku .
aku pun tersenyum lebar dan segera mengangguk
"tidak apa-apa sayang ,istrimu ini akan baik-baik saja ,jangan khawatir sayangku " jawabku dengan mengecup pucuk kepala suamiku mas arsyad pun bangkit dari tidurnya dan melepaskan pelukanya
__ADS_1
"kalau begitu mas mandi dulu sayang"
aku pun mengangguk dan kembali merebahkan tubuh belun sempat arsyad Memasuki toilet ia berbalik dan berlari ke arahku,aku sedikit bingung namun tetap menatapnya lekat,arsyad segera memelukku dan mencium seluruh permukaan wajahku bertubi-tubi setelah itu ia melepaskanya dan berlari masuk ke dalam toilet