
Atiqah telah selesai melakukan perawatan masker rambutnya,dia kembali memakai hijab dan niqabnya.selama ini dia sudah terbiasa menutup wajahnya,rasa tidak nyaman selalu dia rasakan saat membukanya di depan orang banyak,walaupun di depan sesama wanita.
Atiqah duduk di tempat yang di sediakan di ruangan itu untuk menunggu kak ifah yang masih sedang melakukan facial wajah.Atiqah mengambil ponsel dari tasnya mengirim pesan teks untuk suaminya.
[ Assalamualaikum mas ].
[ Waalaikumsalam,kau sudah selesai berbelanja? ].
[ sudah,aku masih berada di salon temannya kak ifah ,kak ifah masih belum selesai melakukan perawatan nya ]
[ Setelah dari sana kau pulang ya sayang,mas hanya tinggal menyelesaikan 1 meeting lagi,dan setelahnya aku akan pulang.mas merindukanmu,mas akan pulang cepat sore ini ].
[ Baiklah mas..aku akan segera pulang ]
[ aku mencintaimu ]
[ aku juga mencintaimu ]
[ aku yg lebih mencintaimu ]
Atiqah tersenyum membaca balasan terakhir teks yang di kirim oleh Arsyad.Atiqah memang merasa di limpahi banyak cinta dan sayang dari suaminya.dan sungguh dia sangat bersyukur karenanya.
Atiqah melihat jam tangannya sudah memasuki waktu dzuhur ,dia mengirim pesan kepada kak ifah untuk memberitahukan bahwa dia akan mencari tempat untuk melakukan sholat dzuhur.walaupun kak ifah tidak memegang handphonenya saat perawatan,setidaknya dia akan tau saat telah selesai.
ifah memang sedang kedatangan tamu bulanan sehingga tidak bisa melakukan kewajiban shalatnya,karena itulah Atiqah tidak perlu mengajaknya.salon yang Atiqah kunjungi masih berada dalam kawasan mall,jadi Atiqah hanya perlu mencari tempat ibadah di dalam mall tersebut.
Atiqah bertanya kepada security di sana dan di arahkan ke lantai basement yang ada di mall itu.ada beberapa wanita lain di sana yang hendak melakukan shalat juga.Atiqah mengambil air wudhu di tempat yang di sediakan dan segera bergabung dengan yang lainnya.
Setelah selesai melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim dia berniat untuk kembali ke salon ,namun baru beberapa langkah berjalan dia merasa ada yang menarik lengannya.
PLAAKKKKKKK!!!!
Atiqah merasa sakit di pipinya dan telinganya berdenging karena kerasnya tamparan yang dia dapatkan.Atiqah melihat sosok perempuan di hadapannya dan dia mengenali nya.
"Bianca?" gumam Atiqah.ya Bianca lah yang telah menamparnya .
namun beberapa detik kemudian muncul 3 orang perempuan berperawakan tinggi besar dan berpakaian serba hitam memegang tangan Bianca dan membekuknya dengan kasar.
__ADS_1
"Siapa kalian? Lepaskan aku berengsek!!"
Bianca memberontak berusaha melepaskan diri dari cengkraman perempuan asing itu namun tenaganya jauh kalah di banding mereka
"kau telah merebut Arsyad ku,kau juga yang telah menghasut Arsyad untuk melawan perusahaan ku.tidak akan ku biarkan kau hidup tenang,aku akan membunuhmu !!" Teriak Bianca melihat ke arah Atiqah yang masih memegangi pipinya.
"Atiqah!! "
kak ifah yang sedang menuju tempat ibadah hendak menyusul Atiqah berteriak karena melihat kejadian itu.Dia segera berlari menghampiri adik iparnya.
"Kau baik-baik saja dek?" tanya kak ifah cemas.
Atiqah hanya mengangguk dia merasa syok dengan apa yang terjadi.
setelah melihat kondisi adik iparnya,kak ifah mendekati perempuan yg telah berani menampar Atiqah.
PLAKKK!!!
PLAKKK!!
Ifah membalas tamparan perempuan itu di pipi kiri dan kanannya,sampai mengalir darah segar di sudut bibir Bianca.Bianca hanya bisa merintis dan melototi ifah,dia tidak bisa membalas karena ketiga orang tadi masih memeganginya.
"Bawa dia dari sini,pastikan kalau Arsyad akan memberikan hukuman yang setimpal padanya" perintah ifah kepada ketiga orang tadi,bahwa ifah mengenal mereka.
Mereka adalah orang-orang suruhan Arsyad yang di perintahkan untuk selalu mengawasi dan menjaga Atiqah dari jauh .Arsyad tidak ingin Atiqah merasa tidak nyaman karena terus di ikuti,tetapi dia juga tetap ingin menjaga agar istri tercintanya tetap aman,maka dari itu mereka di perintahkan selalu menjaga jarak mereka.
Bianca di bawa pergi oleh 2 orang bodyguard dan satu orang lagi masih ada di samping kak ifah ,berjaga jika ada yang menyerang Atiqah kembali.
"Bagaimana bisa kalian begitu teledor sampai perempuan itu bisa mendekati Atiqah?" tanya kak ifah dengan nada tinggi,dia masih di liputi rasa emosi karena kejadian tadi.
"Maafkan kami nyonya ,kejadian tadi begitu cepat" jawab bodyguard itu menundukkan wajahnya.
BRUGHH
ifah yang mendengar sesuatu terjatuh dan melihat ke arah suara itu berasal,terlihat Atiqah tergolek di lantai,dia pingsan
" astagfirullahaladzim ,dek!!cepat bantu aku mengangkatnya dan kita bawa ke rumah sakit! Cepat! " penjaga itu langsung membopong Atiqah.
__ADS_1
Arsyad memang sengaja menempatkan bodyguard perempuan supaya mereka bisa menolong Atiqah jika terjadi sesuatu,sperti yang tengah terjadi sekarang ini.
Di tengah perjalanan ifah menelepon Arsyad.beberapa kali dia mencoba tetap tidak di angkat,baru telepon yang ke enam kalinya Arsyad baru mengangkatnya.
"Syad ke rumah sakit Asyifa ,Atiqah pingsan ,Bianca menyerangnya.aku baru saja sampai di rumah sakit"
Arsyad yang saat itu tengah meeting dengan seorang klien langsung berlari meninggalkan ruangan tanpa berkata-kata.baim yang melihat itu pun dengan sigap mengikuti Arsyad
"siapkan mobil"
baim menelepon orang yang bertugas menyiapkan mobil Arsyad jika dia akan meninggalkan kantor. Sepanjang perjalanan mereka menjadi pusat perhatian karena banyak yang bertanya-tanya apa yang menyebabkan bos besar mereka sampai berlarian seperti itu?.
sesampainya di pintu lobby,mobil baru saja terpakir.baim langsung mengambil alih kemudinya,begitu juga Arsyad langsung memasuki mobil itu.
"Rumah sakit asyifa.cepat!!" perintah Arsyad kepada baim dengan suara beratnya.baim pun langsung melejit secepat mungkin,walaupun dia tidak tau pasti apa yg telah terjadi .Arsyad tidak berkata apapun sepanjang perjalanan.tatapan matanya sangat gelap.hal itu sudah cukup memberitahu baim bahwa telah terjadi sesuatu terhadap Atiqah.
perjalanan itu di rasa sangat lama,Arsyad terus membaca doa dalam hatinya. Sesampainya di halaman rumah sakit di area drop of Arsyad langsung turun dari mobil walaupun baim belum menghentikan mobilnya dengan sempurna.
Dia menuju resepsionis,dan bertanya kepadanya.
"Pasien atas nama Atiqah Khairunnisa" tanya Arsyad.
resepsionis yang sedang asik bertelepon ria itu pun hanya melihat ke arah Arsyad dan melanjutkan teleponnya.Arsyad berjalan memasuki area resepsionis yang seharusnya tidak boleh di masuki selain petugas rumah sakit .
Dia merebut gagang telepon yang menempel di telinga resepsionis itu dan mengembalikan ke tempatnya.
"Apa yang anda lakukan? Security!" resepsionis itu terlihat marah dan akan memanggil pihak keamanan,Arsyad menggebrak meja di hadapannya.tatapan tajam mata Arsyad membuatnya sedikit kena mental.
"pasien atas nama Atiqah khoirunnisa" Arsyad mengulangi pertanyaannya.
resepsionis itu pun segera melihat catatan di depannya.
"Ruang VVIP MAWAR 1" jawabnya ,Arsyad langsung menuju lift .baim yang baru saja memarkirkan mobil,melihat Arsyad dan segera mengikutinya.
Sesampainya di lantai khusus ruangan VVIP mawar 1 ,pintu lift terbuka,Arsyad segera menuju ke ruang perawatan bernomor 1.baim masih tetap setia mengikutinya .Arsyad berhenti di depan pintu ruangan.
"Kau tunggulah di sini" ucap Arsyad kepada baim,dia tidak ingin baim masuk saat Atiqah ternyata tidak memakai niqabnya.Arsyad segera membuka pintu dan melihat Atiqah sudah tersadar dari pingsannya .kak ifah ada di samping Atiqah menemaninya.brangkar Atiqah di setel setengah tidur,sehingga Atiqah langsung bisa melihat kedatangan suaminya.
__ADS_1
Dia pun tersenyum manis memandang Arsyad. Arsyad berlari ke arah Atiqah dan memeluknya.
"Alhamdulillah ya allah...dek,kau tidak akan mengerti seberapa takutnya aku mendengar mu tak sadarkan diri,jangan lakukan ini padaku,aku sangat takut,aku takut kehilangan mu!" Arsyad meneteskan air mata nya di pelukan Atiqah .