Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
presidir/CEO


__ADS_3

setelah kena omelan dari sang kakak ipar yg maha benar,Arsyad langsung pergi ke kamar .terlihat istrinya itu baru selesai murojaah Al-Quran.


setelah itu Atiqah berjalan menuju balkon ,hembusan angin sore terasa sejuk .langit mulai berubah warna ,beberapa ekor burung mulai berterbangan di atas langit.


Arsyad mendekat ke Atiqah lalu memeluk istrinya itu dari belakang .ikut menatap ke atas langit sore yg terasa indah.


"maaf" ucap Arsyad dengan rasa bersalah mengingat tragedi tadi siang.


Atiqah menatap kedua tangan Arsyad yg melingkar di pinggang .berdekatan seperti ini membuat jantungnya semakin cepat berdetak.


ada rasa nyaman yg terasa sangat ,tak bisa di bohongi oleh kata dan penolakan.Arsyad memperlakukan dirinya sangat baik dengan penuh kasih sayang.


Atiqah merasakan jatuh cinta yg sesungguhnya.cinta yg benar adalah saat kita mencintai seseorang yg sudah halal baginya.


"maafkan aku juga seharusnya aku ga marah sama kamu mas"


"tapi kamu kesakitan sayang ,pasti masih sakit ya dek?"


kenapa harus membahas itu ,Atiqah sudah malu sendiri .apalagi mengingat kejadian itu.


" jangan di bahas lagi aku malu"


Arsyad kembalikan tubuh Atiqah agar menghadap ke arahnya.


"kenapa harus malu? sama suami sendiri malu"ucapnya dengan menggoda


" mas ihh..aku kan udah bilang malu tau" ucap Atiqah dengan menunduk


"iya,iya deh sayang maaf".


"udah aku mau masuk ke dalam sebentar lagi magrib "


****

__ADS_1


pagi telah tiba ifah dan Atiqah sedang ada di dapur membuat sarapan.sementara Arsyad joging keliling perumahan.rizky yg super sibuk dengan pekerjaannya sebagau CEO sudah berkutat dengan laptop serta berkas-berkas lainya.


satu jam telah berlalu,ifah dan rizky sudah duduk di meja makan.Arsyad yg sudah pulang dengan peluh keringat yg bercucuran malah semakin tampan.


"istriku mana kak?" tanya Arsyad seraya membuka kulkas mengambil botol air minum dingin.


"katanya mau ke kamar dulu" sahut ifah.


Arsyad menganggu kan saja seraya mendudukan dirinya di kursi meja makan berhadapan dengan rizky.


"jadi kapan kamu mau bekerja?" tanya rizky tiba-tiba.


Arsyad yg sedang tersenyum memandangi Atiqah yg baru tiba di dapur,langsung teralihkan oleh pertanyaan rizky.


" aku kerja apaan kak?" tanya Arsyad bingung.


"loh kamu ini bagaiman,kamu kan udah punya saham atas nama kamu sendiri.selama ini aku yg kelola


Arsyad menerima sepiring nasi goreng yg telah di siapkan untuknya.


"jadi besok aku mulai kerja?"


rizky mengangguk seraya mengunyah nasi goreng miliknya.


"dikantor perusahaan mana aku berkerja?"


" di perusahaan cabang ke dua ,karna perusahaan yg pertama itu aku pimpin .kamu juga jabatan ya jadi presidir perusahaan yg kamu urus nanti bergerak di bidang kuliner ,fashion dan proferti"


"malas banget aku jadi presidir"


"orang-orang impian ya jadi presidir atau CEO .lah kamu malah malas jadi presidir gimana sih?" komentar ifah dengan mulut penuh nasi goreng.


"bukan gitu tapi aku ga yakin bisa mimpin tuh di Perusahaan .aku pernah magang kerja di amerika ,itu juga kerja biasa cuman suruh itu suruh ini," ucap Arsyad yg teringat pengalaman magangnya waktu kuliah dulu.

__ADS_1


"nanti aku kasih tau tugas-tugas kamu apa aja" ucap rizky.


kini Arsyad ikut bersama rizky ke perusahaan,keduanya langsung turun dari mobil dan di bukakan oleh bodyguard berbadan besar.


kedua adik kakak itu berjalan ke dalam yg sudah di sambut oleh jajaran karyawan.


setelah Arsyad dan rizky masuk ke dalam lift para karyawan wanita langsung bergibah ria.


"aaaaa itu adik nya pak rizky keren abis ,mana ganteng banget sumpah" teriak histeris seorang wanita yg bagian resepsionis bernama sinta.


" ya tuhan,itu adiknya pak rizky ganteng banget ,meleleh aku lihat nya" ucap seorang karyawan wanita yg di ketahui bernama aulia.


" enggak kakak ataupun adiknya sama-sama tampan.emak nya dulu ngidam apa sih ko bisa ya ngelahirin model tampan ke gitu" ucap karyawan wanita bernama bela


masih banyak perbincangan gibah ria lainya tentang Arsyad.


***


Diruangan kerja milik rizky,sudah tiga jam Arsyad mempelajari ini itu,tentunya di bawah bimbingan rizky sang kakak yg setia mengajari adiknya,yg sedari tadi malah uring-uringan."


"ternyata ngurus perusahaan itu susah!aku kira kaya di novel-novel CEO atau presideir nya bebas ngelakuin ini itu .ternyata ada aturan ya mana ini banyak banget lagi yg harus di urus." keluh Arsyad seraya memperhatikan tumpukan-tumpukan berkas yg ada di hadapanya.


" ngehalu aja kamu" gerutu rizky sambil menendang kaki Arsyad yg duduk di hadapan ya.


"aduh sakit,aku cuman baca aja" pekik Arsyad.


"mulai besok kerja yg bener,ini belum seberapa,makanya kalau di rumah luangkan waktu untuk belajar ini ,bukanya malah gangguin Atiqah terus " ucap rizky dengan menatap tajam ke arah Arsyad.


Arsyad bocah itu malah cengengesan .


" ya mau bagaimana lagi ,abisnya Atiqah menggoda iman banget sih kak" ucap Arsyad dengan tampang polosnya.


"dasar sableng" ucap rizky dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2