
Hari-hari berlalu ku jalani dengan sangat baik,hari ini usia kandunganku menginjak satu bulan,mas Arsyad juga sudah masuk bekerja seperti biasanya.rasa mual dan pusing masih sering ku rasakan,namun aku bersyukur dalam ke adaan seperti ini selalu ada suport dari keluarga.
Pagi ini aku terbangun lebih awal,aku merasa perutku berat,aku raba ternyata tangan kokoh dan kekar sedang melingkar di pinggangku.aku tersenyum lalu kembalikan tubuhku.
Ku pandangi wajah teduh suamiku yg sedang terlelap,aku tersenyum hangat,alis tebal,rahang kokoh,hidung mancung membuat ketampanan suamiku berlipat-lipat .aku mencium kening suamiku dalam.
"selamat pagi sayang maafkan istrimu ini yg tak menjemputmu pulang" ujar ku lirih
mas Arsyad mengeratkan pelukannya lalu tersenyum
"selamat pagi,sayangku,tidak apa-apa suami tampan mu ini mengerti" jawab mas Arsyad.
aku menatap Wajah suamiku yg matanya masih terpejam,karna merasa kesal aku pun mencubit lengannya,sontak saja mas Arsyad melepaskan pelukannya dan aku turun dari tempat tidur .
"Sakit sayang,ya allah" ujar mas Arsyad sambil meringis.
Aku hanya berjalan lurus,memasang tampang acuh tak acuh,sebenarnya aku bersikap demikian hanya untuk menutupi rasa maluku saja.sudah menginjak satu tahun lebih pernikahan tapi aku tetap saja malu jika kedapatan memuji ketampanan suamiku.
aku berjalan ke toilet mengambil air wudhu .setelah selesai aku keluar ,mas Arsyad sudah rapih dengan pakaian koko dan sarungnya serta kopiah putih kesukaan ya.
"mas ke mesjid ya sayang" ujar mas Arsyad
aku hanya mengangguk lalu mencium tangannya takzim,tak ada obrolan apapun saat ini aku berada di mode sedang berpura-pura merajuk.mas Arsyad kebingungan,ia lantas menahan tanganku dan menatapku dalam
"kenapa hmmm?"
aku hanya menggeleng pelan
"tidak apa-apa" jawabku sambil berlalu dari hadapan mas Arsyad dan segera memakai mukena ku.mas Arsyad menggaruk tengkuknya yg tak gatal,andai bukan waktu subuh ia akan berdiam mempertanyakan ada apa gerangan dengan istrinya.
mas Arsyad pun keluar dari kamar dan berjalan turun dengan wajah di tekuk ,entah apa kesalahan yg ia lakukan Sehingga istrinya tiba-tiba saja merajuk kepadanya. Rizky yg melihat tingkah istrinya tak seperti biasanya pun memandang kak ifah yg baru saja selesai mengambil air wudhu
"muka ko di tekuk gitu syad ada apa? "Tanya ifah
__ADS_1
mas Arsyad mendongak
"entah apa salahku ,tiba-tiba Atiqah merajuk" jawab mas Arsyad lirih
rizky dan ifah tertawa terbahak-bahak.
"ga pernah di bawa liburan ,punya suami so sibuk ya gini,istrinya di anggurin" celetuk ifah.
mas Arsyad mendelik tajam ke arah kakak ifarnya namun setelahnya kembali menampilkan raut wajah yg ramah "ide yg bagus,terimakasih kakak ifarku yg cantik " ujar mas Arsyad bersemangat .
rizky dan mas Arsyad pun berangkat ke mesjid sedangkan ifah dan Atiqah ke mushalah yg ada di dalam rumah.di sana,aku sudah duduk menunggu kakak ifarku ,saat tiba aku menyambut beuliau.
"Apakah kau ada masalah sama Arsyad?" tanya ifah .
aku terkejut namun tetap memasang wajah tenang
"tidak,aku sama sekali tidak marah "jawabku sedikit ketus.
ifah yg baru menyadari raut wajah adik iparnya itu langsung Menepuk berungkali bibirnya.bagaimana ia bisa lupa kalau mood adik iparnya saat ini sedang tak bersahabat
Kami berdua pun melaksanakan sholat subuh dengan khusuk.selepas shalat,seperti biasa ifah akan ke dapur untuk membantu para maid,walaupun sedang hamil tua tapi semangatnya masih menggelora .dikarenakan kata dokter harus banyak bergerak supaya mempermudah dalam melahirkan.
Aku hanya duduk diam di meja makan.namun ,kali ini entah kenapa keinginanku untuk memasak begitu besar aku berdiri dan berjalan ke arah para maid dan kak ifah yg sedang berada di sana.
"kak.."sahutku kepada kak ifah. kak ifah menoleh ke arahku .
"ya Atiqah? Loh,ko kesini,tadi kan kakak sudah bilang duduk diam di sana ,biar kakak yg masak".
aku menggeleng pelan,mataku sudah berkaca-kaca sungguh saat ini tak ingin di tolak,kak ifah yg melihatku tak tahu harus bicara apa.
"Atiqah biar kakak aja yg mengerjakan ya"
akhirnya air mata yg ku tahan sejak tadi luruh seketika,kak ifah yang melihatku merasa panik ia segera menggenggam tanganku.
__ADS_1
"Atiqah kenapa?" apa kakak salah berbicara kepadamu?" tanya kak ifah beruntun
"Atiqah hanya ingin memasak kak,entah kenapa saat ini Atiqah sangat ingin,tolong kali ini saja ,huhu...huhu.." jawabku dengan terus menangis.
"I-iya Atiqah ,kemarilah ya allah maafkan kakak ya ..maafkan Wawa juga ya nak,bawaan ibu hami" ucap kak ifah terkekeh seketika ia teringat waktu hamil muda dulu.
Aku tersenyum sumringah lalu memeluk kakak iparku dengan sangat erat,kak ifah terkekeh geli melihat tingkahku.tinggallah aku seorang diri di dapur menyelesaikan semua pekerjaan,aku begitu bersemangat hingga tak menyadari kepulangan suamiku.sebuah tangan kokoh memelukku dari belakang,aku tersentak dan langsung berbalik saat ku dapati wajah suamiku yg tersenyum manis aku pun membalik badan.
"oh,aku kira tadi siapa" ucapku ketus .
mas Arsyad melepas pelukannya dan menggaruk tangan ya yg tak gatal
"ya allah apa salah dan dosaku,kenapa istriku makin galak" ujar mas Arsyad dalam hatinya
"Jangan mengataiku mas" sahutku
mas Arsyad terjingkat kaget ,ia menatap nanar bahuku yg saat ini sibuk memasak
"apa istriku cenayang? Kenapa dia bisa menebak isi kepalaku?" mas Arsyad membatin
"aku bukan cenayang mas,aku manusia biasa sama seperti mas " jawabku dengan suara bergetar .
mas Arsyad yg mendengar suaraku segera kembalikan badanku dan memelukku erat,ia sadar beberapa hari ini sikap istrinya kadang berubah-ubah.sekarang istri kuatnya gampang menangis hanya karna masalah sepele.
"maafkan mas sayang"
aku pun mengangguk dan meminta mas Arsyad duduk di meja makan bersama keluarga,karna tak ingin membuat istrinya marah lagi mas Arsyad pun melangkah keluar bergabung dengan keluarganya. Mereka asik berbincang-bincang mulai dari sikapku yg kadang manja,kadang ketus,kadang cengeng dan kadang ceria.telah tawa mereka terdengan sampai ke dapur.
Setelah beberapa menit akhirnya masakanku selesai juga,aku dan bibi yg menyajikan ya di atas meja.rizky dan ifah yg sejak tadi ada di sana menyambutnya hangat.
"humm Wangi sekali masakan adik iparku ini,pasti enak" ujar kak ifah memuji.
aku tersenyum malu-malu ,mas Arsyad yg melihatku merasa gemas dengan tingkahku.
__ADS_1
"duduklah sayang kita makan bersama-sama"sahut mas Arsyad
aku pun duduk di dekat mas Arsyad dan menerima suapan darinya,pagi ini sarapan kami begitu nikmat.