
Hari begitu cerah ,angin berhembusan dengan pelan sangat tenang rasanya jika hari ini duduk tenang mungkin akan damai.
tapi,tidak dengan Atiqah seharusnya ia tenang-tenang saja tapi karna hari ini adalah dimana keluarga kiayi hasan akan datang ke rumah Atiqah.tentunya Atiqah sudah tahu,karna umi bilqis dan kiayi hasan sudah memberi tahu Atiqah akan rencana perjodohan ini.
Atiqah masih bingung ia sudah meminta petunjuk dari sang khalik tentang rencana perjodohan dengan mirza.apakah Atiqah akan menerimanya? Bagaimana dengan janji yg Atiqah buat dengan Arsyad selama ini? Bingung? Ya saat ini sangat membingungkan Atiqah tidak tahu sekarang ia harus berbicara apa pada keluarga kiayi hasan Atiqah tau maksud ia harus menunggu Arsyad .
tapi ia merasa akanTidak enak kalau menolak perjodohan inu.bagaimana pun selama ini keluarga kiayi hasan telah membantu Atiqah,kiayi hasan juga sahabat deket alm abinya.
di sisi lain keluarga Arsyad juga sama sangat membantu keluarga Atiqah. Atiqah sudah mengadu kekalutan hatinya tentang masalah ini di sepertiga malam.tetapi tetep saja hatinya masih bingung.anehnya,saat berdoa Atiqah sekilas melihat wajah mirza tapi berbeda dengan hatinya yg menyebut nama Arsyad.
" ya allah semoga keputusan hambamu ini benar. Maaf,maafkn aku Arsyad mungkin kita tidak berjodoh" batin Atiqah
suara ketukan pintu terdengar
" assalamualaikum" ucap seseorang di pintu luar rumah Atiqah
"Waalaikumussalam"ucap Atiqah yg sudah membuka pintu
" silahkan masuk" ucap Atiqah
mempersilahkan masuk keluarga kiayi hasan mereka pun masuk dan langsung duduk di kursi ruang tamu ,begitu pula dengan Atiqah yg duduk dekat umi bilqis
" Atiqah kamu sudah tau kan kedatangan kami kesini?" tanya kiayi hasan yg sepertinya sudah tidak sabar dengan keputusan Atiqah
" iya saya sudah mengetahuinya " ucap Atiqah lirih
" bagaimana kalau kita langsung ke intinya supaya lebih cepat lebih baik" ucap mirza
"Apa keputusan ya?"
jantung Atiqah sudah berdebar pikiran ya sudah melayang kemana-mana.ada rasa ragu nampak di raut wajah Atiqah.perlahan mirza menegakan wajahnya pada Atiqah
" bismillahirohmaniroohim .dengan menyebut nama allah yg mahal pengasih Arsyad maaf kan aku .maaf telah mengingkari janji kita." batin Atiqah
" bismillah saya Atiqah khoirunnisa sudah memutuskan bahwa saya menerima perjodohan ini ". Ucap Atiqah dengan tegas .
Deg
rizky terkejut dengan keputusan Atiqah pasalnya Atiqah dan Arsyad itu bukankah sudah dekat ?
Ya sedari tadi rizky di balik pintu rumah Atiqah Rizky tadinya ingin mengunjungi Atiqah tapi melihat di rumah Atiqah seperti sedang kedatangan tamu. Rizky tidak langsung mengucapkan salam karena ada keraguan dan ingin tahu apa yg tengah mereka bicarakan .jadi rizky memutuskan untuk menguping di balik pintu.
"Bagaimana dengan Arsyad ? Dia pasti akan marah besar kalau mengetahui ini. Mana 5 tahun masih lama untuk Arsyad pulang kesini. Batin rizky.
Sebaiknya aku pulang saja dan besok aku kesini lagi. Rizky nampak pergi dari rumah Atiqah.
"Alhamdulillah"
nampak terlihat jelas raut wajah mirza memancarkan kebahagiaan ,senyuman mengembang seolah-olah ada sejuta kebahagiaan yg tengah melanda hatinya.
"Alhamdulillah Atiqah umi mengucapkan terima kasih banyak ats keputusanmu itu membuat umi sangat bahagia sekali "
umi langsung memeluk Atiqah .Atiqah langsung membalas pelukan iti terasa hangat dan nyaman.
" umi abi maafkan Atiqah tidak bisa memenuhi amanah dari alm kedua orang tuanya Arsyad" batin Atiqah
__ADS_1
"Nah Atiqah kata mirza dia ingin memberikan sesuatu"ucap kiayi hasan
"ukhty aku ingin memberikan mu ini,tolong pakailah ini aku beli saat aku ada undangan di Kairo" ucap mirza dengan tersenyum-senyum sebuah cincin putih bermata biru itu sangatlah cantik terlihat indah.
mirza memberikan kontak cincin itu pada uminya, uni bilqis pun mengambil cincin itu di dalam kotak berwarna merah dan langsung memakaikan cincin itu di jari manis Atiqah. Cincin itu sudah terpasang di jari Atiqah .
Atiqah meraba cincin itu,andai sja dirinya bisa melihat mungkin cincin yg tersematkan di jarinya ini sangatlah cantik.
" ustadz mirza terima kasih banyak saya sangat menyukainya"
"sama-sama kalau ukhty menyukainya saya sangat senang sekali .
mirza terus saja memandang ke arah Atiqah senyuman tak pernah memudar kebahagiaan yg sangat teramat di hati mirza .
" ustadz apakah saya boleh bertanya?" lirih Atiqah
" tentu apa yg mau ukhty tanyakan kepada saya?"
"Kenapa ustad memilih saya untuk di jadikan calon istri? Sedangkan saya wanita buta dengan segala kekurangannya.saya itu tidak secantik ratu bilqis,tidak secerdas ibunda aisyah ,tidak sebijak dan setegar ibunda khodijah ,tidak sekuat siti hajar,dan tidak sesabar dan setaat siti fatimah putri rasalullah saw. Saya hanya wanita akhir zaman yg tengah berproses menuju baik"
kiayi hasan dan umi bilqis yg mendengar tutur kata Atiqah itu saling lirik dan tersenyum .
"walau kamu tidak ada dalam kategori yg kamu ucapkan saya tidak peduli dengan semua itu saya akan terima kekurangan kamu,saya juga manusia biasa yg dengan segala kekurangan bukanya tujuan menikah itu untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan ya? Untuk saling Melengkapi dan menutupi satu sama lain,intinya untuk saling menyempurnakan .tapi bagi saya kamu adalah bidadari syurga yg allah kirimkan untuk menjadi pendamping hidup saya sampai nanti akhirat nya.saya tidak peduli dengan kamu yg tidak bisa melihat,saya terima segala kekurangan yg ada di dalam diri kamu Atiqah " ucap mirza dengan tegas terdengar penuh ketulusan dan keyakinan.
Atiqah percaya semua kata yg terlontarkan dalam mulut mirza Atiqah yakin mirza tulus padanya.
" terima kasih banyak ustadz " ucap Atiqah
" iya sama-sama ukhty"
Di kediaman keluarga william..
" stop aku pusing banget liatnya"
kesel ifah yg tengah duduk di sopa
"Gak ,enggk ini tidak boleh terjadi" ucap rizky seperti org frustasi saja
". Sedari kata-kata itu saja yg terus keluar."
Ifah memutar bola matanya,kini ia sudah sangat jengah dengan apa yg suaminya lakukan
" kamu kenapa sih mas ? Aku tanya kenapa kamu malah bilang gawat.sedari tadi aku liat kamu terus saja bertingkah seperti itu,kamu sudah setengah jam loh mundar mandir ga jelas seperti itu". Gerutu ifah ia sangat kesel sama suaminya itu.
" Arsyad akan marah besar "
kini rizky duduk di samping ifah tanganya menjambak rambutnya sendiri
"Loh memangnya kenapa?" tanya ifah
" tadi mas ke rumah Atiqah ,saat mas akan mendekat ternyata sedang ada tamu .mas tidak langsung masuk takutnya mengganggu. Karna penasaran dengan apa yg mereka bicarakan mas menguping di balik pintu luar rumah Atiqah"
"terus apa yg terjadi?"
" ternyata yg datang itu sahabatnya alm pak Zaidan dan kamu tau apa yg terjadi? Putra sulungnya yg bernama mirza melamar Atiqah "
__ADS_1
"APA!!!"
" duh itu mulut apa toa sih berisik banget Ucap rizky dengan menutup kedua telinganya.
" sembarangan,awas ya kalau mau tidur di luar saja dan jangan minta apa-apa" ucapnya dengan sedikit menaikan nada bicaranya.
kini ifah kembalikan badan membelakangi rizky
" merepotkan kenapa aku bisa bicara itu padanya.aku gx mau itu terjadi" batin rizky
" sayang maafkan mas.mas hanya refleks saja,jadi tolong jangan marah " ucap rizky memasang muka memelas supaya ifah memaafkan ya.
" ga mau"
" kamu ga mau dengerin kelanjutanya?""
"Cepet katakan"
"maafkan aku dlu baru masuk akan cerita"
" ya udah aku maafkan" ifah kembalikan badan ya kembali.
" nah gitu dong"
Cup
satu kecupan manis mendarat di pipi kanan ifah ,membuat ifah malu-malu
" terus gimana lanjutanya cepetan?"
" Atiqah menerima lamaran ya "
"hah bagaimana bisa? Lalu bagaimana dengan Arsyad? "
" makanya dari itu aku dari tadi frustasi mikirin itu"
" jangan sampai Arsyad tau "
" tidak bisa pasti dia akan tau"
bingung?? Pasti,bagaimana pun Arsyad sangat mencintai atiqah .masa 5 tahun itu sangat lama .
" mungkin benar Arsyad dan Atiqah tidak berjodoh"
" tidak,mereka itu berjodoh aku yakin itu,kalau tidak berjodoh aku akan tetap menjodohkannya " tegas ifah
" kau terlalu egois "
"itulah diriku"
" menyebalkan"
"terserah aku "
"pokoknya malam ini kita harus ke rumah Atiqah " ucap ifah dengan tegas.
__ADS_1
"hmm" .
tak mau berdebat lagi rizky langsung mengiyakan pertanyaan sangat istri.