
Mengenai rizky yg menaruh rasa curiga pada mirza,rizky sudah mencari semua informasi tentang mirza baik selama masih di indonesia atau selama di turki.
Menurut rizky mirza itu lelaki sholeh dan cerdas sangatlah cocok untuk calon suami Atiqah .tapi rizky sangat terkejut dengan kondisi mirza yg sebenarnya .awalnya rizky tidak percaya karna melihat mirza yg baik-baik saja tidak mungkin kan mirza punya penyakit .
Penyakit? Ya ,mirza punya penyakit yg sudah lama ia derita sendiri bahkan tidak ada satu orang pun yg tahu tentang kondisi sebenarnya bagaimana. Mirza itu menderita penyakit kanker darah atau di sebut Leukimia. Rizky tak habis pikir bagaimana mirza bisa menahan penyakit seganas itu sendirian .bukankah itu menyakitkan ? Tapi lihatlah selama ini,sungguh sangat luar biasa selama ini mirza bisa menahan rasa sakit itu dan menutupinya dengan baik.
Kanker darah atau leukemia merupakan penyakit kanker yg menyerang sel- sel yg membentuk selalu darah dalam sumsum tulang. Dalam kondisi normal ,sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkan ya untuk memberantas infeksi yg muncul.Rizky sudah berencana untuk menemui mirza.rizky harus mengatakan kenapa mirza merahasiakan ini semua? Kenapa mirza tidak memberi tahu Atiqah bukankah harus saling terbuka ketika akan menuju jenjang pernikahan?
Menurut rizky mirza itu ternyata pria keren dan kuat buktinya saja ia bisa melawan penyakit yg seganas itu sendirian. Sungguh aksi yg sangat hebat. Tunggu dulu.bukanya mirza harus pergi ke turki selama 3 tahun kenapa malah jadi 4 tahun? Setelah beres dengan pendidikan s2 ya mirza memutuskan untuk menjalani kemoterapi dan pengobatan di singapura ,tentu saja hal ini tidak ada yg tahu ,semua hanya tau kalau mirza masih di turki.
Mirza sendiri punya alasan karena terlambat pulang karena dia punya bisnis yg harus di urus di turki.sungguh Berdosa karena telah berbohong,tapi mau bagaima lagi mirza tidak ingin. Keluarganya khawatir.
Mirza sangat mencintai Atiqah ,tapi dengan keadaannya yg sekarang ia harus berjauhan dulu dengan Atiqah.
Sakit?
Ya ini sangat sakit bukan sakit karena ia mengidap penyakit kanker darah tapi ia sakit harus menjauhi Atiqah,mirza takut Atiqah berpikir bahwa dirinya main-main dan tidak serius atas lamaran ya selama ini .
tapi mau bagaimana lagi semakin hari penyakit kanker darah ini semakin menggerogoti tubuhnya .sakit hati dan sakit fisik yg dialami mirza sekarang rasanya tidak tahan harus bertahan seperti ini terus Berteriak kesakitan di dalam hati ,meminta tolong kepada sangat khalik agar bisa menyembuhkan dirinya dari penyakit ini.
Dokter sudah memponis mirza bahwa penyakit kanker darah mirza itu semakin parah peluang untuk bisa bertahan hidup itu sangat tipis,kemoterapi dan pengobatan yg sudah berjalan ini tidak membuahkan hasil agar mirza sembuh.sungguh menyedihkan sekali hidup mirza yg sekarang tubuhnya sangat kurus.
***
Hari sudah semakin siang,terik panas yg di hasilkan dari matahari sudah sangat terasa .angin yg tertiup kencang membuat dedaunan berterbangan kesana kemari.jalanan nampak sepi tidak seperti biasanya.
Sementara itu Atiqah tengah duduk terdiam di depan rumah menunggu kedatangan seseorang. Hijab syari yg ia gunakan tidak bisa diam karna tertiup angin,Atiqah tidak memperdulikan itu ,ia tengah hanyut ke dalam pikiranya.
Tak lama kemudian sosok pria itu memakai baju koko tidak lupa dengan setelan sarung dan peci yg ia kenakan ,tengah berjalan menuju ke arah Atiqah.
" assalamualaikum" ucapnya dengan lembut
Atiqah yg tau suara itu langsung tersenyum
"Waalaikumusalam"
satu bulan yg lalu mirza sudah pulang ke indonesia dan dalam satu bulan ini juga mirza sudah sering menemui Atiqah untuk sekedar mengobrol bersama.
" mas silahkan duduk"
Atiqah mempersilahkan mirza untuk duduk di kursi bambu bercat coklat tua,kursi itu tidak jauh dari kursi yg tengah Atiqah duduki hanya saja di tengah-tengah kursi itu terdapat meja bundar berukuran sedang
"Mas tiga hari yg lalu umi bilqis datang ke sini ,kami hanya sekedar mengobrol saja ,tapi kata umi ada perubahan besar dalam diri mas semenjak pulang dari turki " ucap Atiqah
__ADS_1
Deg
mirza takut umi dan abi nya curiga Dan akan mengetahui tentang penyakit ini bagaimana tidak sekarang tubuhnya semakin kurus dan lebih sering terlihat pucat.
" ya allah bagaimana ini apakah ini saatnya aku memberi tahu Atiqah soal penyakit kanker darah yg sedang aku derita" batin mirza
" akan terlalu rumit bagiku untuk menceritakan ya " ucap mirza dengan lirih
"Apakah mas tidak mempercayai ku?"
"saya percaya ,tapi ini terlalu mendadak jika harus di ceritakan sekarang"
Atiqah hanya terdiam dirinya sedang berpikir bagaimana caranya agar mas mirza bisa bicara jujur
"mas aku mohon bicaralah apapun itu saya akan menerima kenyataan ya"
mirza menatap calon istrinya rasanya sangat ragu untuk menceritakan ini semua .tapi mau bagaimana lagi sebentar lagi Atiqah akan menjadi istri sahnya .terima atau tidaknya Atiqah soal mirza harus tetep memberi tahu Atiqah
" aku mengidap penyakit kanker darah " ucap nya lirih
deg
"Ti-tidak mu-mungkin kan mas?"
" itu benar,kamu orang pertama yg masih beritahu"
"apakah umi dan abi tahu?"
"tidak,mas sengaja tidak memberitahu nya kalau mas memberitahu mereka pasti akan sangat khawatir"
" sejak kapan penyakit kanker itu timbul" ucap Atiqah dengan suara seperti orang yg sedang menahan nangis
" sudah enam tahun"
diam .Atiqah sekarang diam saja,bagaimana bisa mas mirza menyembunyikan penyakit ini sendirian
"Bagaimana bisa terjadi? Penyakit kanker darah utu bukan penyakit biasa ini sangat mematikan,bagaimana bisa mas menahan rasa sakitnya sendirian hiks? " ucap atiqah dengan butiran air mata yg berjatuhan yg sedari tadi ia tahan,akhirnya mengalir begitu saja .
Mirza langsung tersenyum mendengar Atiqah mengkhawatirkanya di tambah panggilan manis untuk nya
" Atiqah berjanjilah untuk tidak memberitahu perihal ini pada umi dan abi mas sangat tidak ingin membuat mereka khawatir"
" tapi mas bagaimana kalau terjadi sesuatu pada mas?"
__ADS_1
" percayalah pada masa ini akan baik-baik saja"
" baiklah aku tidak akan memberitahunya tapi mas kalau ada apa-apa cerita ya"
" terima kasih Atiqah apa kamu masih mau menikah dengan mas yg penyakit ini?"
" mas aku akan menerima mas apa adanya bagaimanapun keadaan mas aku akan menerimanya"
""Makasih Atiqah"
"sama-sama,ouh ya bukanya penyakit kanker itu harus menjalani pengobatan semacam kemoterapi.apakah masih menjalani pengobatan secara baik dan rutin?"
" mas menjalaninya dengan baik tapi tidak terlalu rutin.karna masih harus menjalaninya di singapura"
" jauh sekali"
" udah resiko"
"apa jangan-jangan sesudah lulus kuliah S2 mas pergi ke singapura" tebak Atiqah .
mirza melirik Atiqah sekilas lalu tersenyum ternyata Atiqah bisa menebak dirinya dengan benar.
"Iya maaf ya mas udah berbohong"
" tidak apa ko selama itu kebaikan buat mas aku akan mendukung"
"Kau tau saat seperti ini mas merasa punya harapan hidup yg sangat kuat.sekarang punya alasan untuk selalu bertahan hidup yaitu untuk calon istriku Atiqah khoirunnisa"
Atiqah merasa terharu mendengarnya ,ia masih sedikit tidak percaya bagaimana mirza mengidap penyakit kanker darah selama ini.bertahan hidup dan berjuang melawan rasa sakit itu sendirian .
Atiqah tau mirza mencintainya dengan sangat tulus,Atiqah juga merasa senang karna mirza menjadikan Atiqah sebagai alasan mengapa dia harus bertahan hidup.
Air matanya tidak bisa ia bendung lagi menetes begitu saja membasahi pipi dan kain cadarnya.
" bagaimana kalau aku meninggal"lirih mirza tatapanya lurus kedepan
"mas jangan bicara seperti itu,aku menyayangi mu jangan tinggal kan aku" ucap Atiqah
mirza pun tersenyum
"iya Atiqah maaf ya,ya udah mas pamit ya mau ke mesjid dulu assalamualaikum"
"iya mas waalaikumsalam "
__ADS_1