
setelah mendengar kabar bahwa Atiqah akan menikah,Arsyad langsung meminta izin kepada professor john untuk pulang ke indonesia selama 5 hari.
ke esokan harinya..
Arsyad baru saja selesai bersiap dirinya sudah terlihat rapi dan tampan ,Arsyad hanya membawa tas sling bagi kecil berwarna hitam. Arsyad keluar dari kamar apatermen tidak lupa untuk mengunci pintunya terlebih dahulu.arsyad langsung melangkah pergi meninggalkan gedung apatermen .
Arsyad berjalan kaki untuk naik taksi yg sudah ia pesan secara online untuk menuju bandara. Selamat perjalanan menuju bandara Arsyad lebih memilih memandangi jalanan kota. Tanpa terasa taksi sudah masuk ke kawasan bandara chicago amerika. Arsyad keluar dari taksi ,tidak lupa memakai kacamata hitam yg Arsyad pakai membuat dirinya bertambah keren saja.
Keberangkatan pesawat menuju negara indonesia sekitar sepuluh menit lagi,Arsyad memilih duduk dulu menunggu.setelah dirinya duduk Arsyad melihat-lihat ke sekitar dirinya banyak orang yg sedang berlalu lalang,banyak orang juga sedang menunggu keberangkatan pesawat seperti dirinya.
" aku merindukan mu dek "batin Arsyad sendu
setelah menunggu,akhirnya semua orang masuk ke dalam pesawat dengan duduk di kusi tengah sendirian.Setelah berada dalam pesawat cukup lama,akhirnya pesawat pun tiba di bandara udara internasional Husein sastranegara.
para penumpang mulai turun keluar dari dalam pesawat ,begitu pulang dengan Arsyad yg sudah turun. Arsyad keluar dari area bandara di depan sudah banyak taksi dengan mudah dan tanpa menunggu lama Arsyad langsung masuk saja ke dalam taksi .
Arsyad sudah menyebutkan tujuan ya pada supir taksi itu. Mobile mulai melaju memecah jalanan kota bandungSetelah itu Arsyad sudah sampai di tempat tujuan ya yaitu di depan rumah Atiqah.
Setelah empat tahun dirinya tidak pulang tapi suasana di sini masih tetap sama hanya ada beberapa yg berubah. Semilir angin menerpa wajah Arsyad ,pria jangkung berpakaian keren itu berjalan mendekati rumah Atiqah.
penampilan yg menggunakan kecamata hitam ,jelana jeans hitam panjang ,sepatu sport berwarna putih yg terlihat mahal dan brendid ,.
para ibu-ibu dana anak remaja yg ada di sekitar dirinya menatap Arsyad tanpa berkedip seolah-olah terhipnotis oleh pesona Arsyad .
" masyaallah dia tampan sekali" ucap seorang wanita muda
"Masyaallah calon imam ku" ucap seorang wanita berkurudung merah muda.
"Eh dia mau ke rumah ustadzah Atiqah " ucap salah satu santri lainya
Arsyad yg mendengarkan bisikan-bisikan tentang dirinya acuh saja. Lagi pula dirinya tidak kenal dengan mereka semua .
"Ustazah Atiqah kan mau menikah ko ada pria setampan itu datang ke rumah nya"
" setau saya bu ustadzah tidak punya teman laki-laki kecuali calon suaminya yg sering ke sini"
__ADS_1
pembicaraan mereka membuat Arsyad kesal,dirinya tidak suka mendengar nama Atiqah di sandingkan dengan laki-laki lain ,Arsyad yg membayangkan nama Atiqah yg berada di bawah nama ustadz mirza dalam satu kartu keluarga membuat dirinya tidak terima .
setelah berbicara seperti itu ibu-ibu tadi langsung pergi ke rumahnya masing-masing.Arsyad diam mematung sambil menatap pintu rumah Atiqah .
sekarang sudah berbeda tidak seperti dulu lagi empat tahun rumah yg ada di sekitar rumah Atiqah sudah berubah mungkin para terangnya baru jadi tidak mengenali Arsyad atau bisa saja mereka lupa dengan dirinya pikirnya. Kemudian Arsyad mengetuk pintu datang lah sosok bidadari hatinya yg selama ini ia rindukan.
" tok..tok..tok..assalamualaikum dek"
" waalaikumussalam kak Arsyad"
empat tahun memendam rasa rindu sekarang pada Atiqah semakin menggila dan begitu sangat sulit untuk di kendalikan.tapi lihatlah sekarang tanpa harus menunggu satu tahun lagi untuk bisa bertemu .
sekarang wanita yg dia cintainya ada di depan mata,kalau Atiqah mahromnya mungkin saja Arsyad akan langsung memeluk tubuh Atiqah dengan eratnya.
"mari kak duduk dulu sebentar aku akan mengambil kan minuman terlebih dahulu" seraya tersenyum di balik cadarnya
" iyh dek"
Mereka pun duduk di kursi bambu depan rumah Atiqah .orang-orang kebetulan lewat depan rumah Atiqah,mereka nampak curi-curi pandang pada Arsyad. Arsyad menengok ke samping agar melihat sosok wanita yg ia rindukan selama ini ,Atiqah menatap lurus ke depan dengan tangannya yg berpegangan pada tongkat.
"Dek gimana kabar mu baik kan?"
" alhamdulillah aku baik-baik saja,bagaimana dengamu kak apa kuliahnya lancar?"
"Aku baik-baik saja dek,awalnya aku sulit untuk terbiasa di lingkungan yg sangat ading tapi lama-lama terbiasa. Dan kuliah ku lancar dek"
" aku senang mendengarnya ouh ya ini kan belum lima tahun kenapa kamu udah pulang kak?"
" aku ingin menangih janji ku dek"
"Adek masih ingatkan dengan janji kita dulu?" sekarang aku datang untuk menagihnya,aku tahu ini belum waktunya.tapi aku bisa datang kapan saja lalu menagih janjinya"
Deg
Atiqah masih terdiam.
__ADS_1
" sekarang aku udah pulang ,dan menikahlah denganku" ucap Arsyad dengan tegasnya
" maaf kak aku tidak bisa,Aku sebentar lagi akan menikah kak " lirih Atiqah
deg
diam.Arsyad diam .
sakit?
Ya sakit kini hati Arsyad sangat hancur .
"kak apa kau marah padaku?"
" tidak"
" kau berhak marah padaku,karna aku telah mengingkari janji itu"
"aku tidak bisa marah padamu .aku hanya kecewa,aku juga tak habis pikir kau akan segera menikah"
" maaf maafkan aku kak aku telah berdosa dan telah membuatmu merasa kecewa .tapi aku punya alasan untuk menerima mas mirza. Aku tidak bisa menolaknya ,kalau sekarang kau memaksa ku untuk membatalkan pernikahan ini ,maaf aku tidak bisa bagaimanapun aku harus tetap menikah dengan ya "
" apa kau mencintainya?"
Atiqah diam
"Dek?"
"ya"
" aku hanya mau bilang kalau aku sangat merindukanmu sangat malah.cinta.ya,aku sangat mencintaimu dek.aku muhammad Arsyad sangat mencintaimu Atiqah khoirunnisa"
" izin kan aku mengikatmu dalam ikatan halal .aku tidak ingin kau lepas dari hidupku .hiduplah bersamaku ,dan jadilah istriku " ucap Arsyad menahan tangis dan penuh harap.
Atiqah meneteskan air matanyaUcapan Arsyad barusan terdengar tulus.
__ADS_1
" kau tau dek.aku udah lama menyimpan rasa ini sendirian,aku tidak pernah mengungkapkannya padamu karena aku takut kau akan menjauhiku apalagi aku masih sangat belum pantas untuk menyatakan cinta padamu .bagiku kau adalah bidadari syurga ku kelak aku tidak ingin kehilangan wanita yg aku cintai,jika kau jatuh pada pelukan ustadz mirza maka untuk apa aku hidup ,aku sudah kehilangan kedua orang tuaku bahkan aku tak sempat membahagiakan mereka .aku sering kesepian apalagi nanti saat kau sudah menikah dengan ya hidupku akan menjadi sunyi dan hampa Sekarang tujuan hidupku hanya untuk mu tapi itu semua tidak akan terjadi karena kau akan segera menikah"
untuk pertama kalinya Arsyad mencurahkan semua isi hatinya.