
Aku pun mengangguk dan kembali merebahkan tubuh belun sempat arsyad Memasuki toilet ia berbalik dan berlari ke arahku,aku sedikit bingung namun tetap menatapnya lekat,arsyad segera memelukku dan mencium seluruh permukaan wajahku bertubi-tubi setelah itu ia melepaskanya dan berlari masuk ke dalam toilet.
Aku terkekeh pelan ,sikap suamiku akhir-akhir ini betul-betul berubah drastis ,yg tadinya cool berubah jadi super manja ,. Aku pun Memilih tidur,mataku rasanya berat,beberapa menit tertidur mas arsyad keluar dengan mengeringkan rambutnya yg basah menggunakan handuk,mas arsyad menoleh ke arahku dan ia tersenyum bahagia mendapatiku dalam keadaan terlelap.
mas arsyad mengeluarkan pakaianya dari lemari dan mengenakanya,beberapa menit berpakaian akhirnya selesai ,ia mengambil perlengkapan yg ia butuhkan mulai dari dompet ,hp,tota bag ,berkas dll.
Mas arsya berjalan ke arahku lalu mencium keningku dengan lembut
''mas berangkat ya sayang .mas mencintai kalian ,love you sayangku" ujar mas arsyad pelan.
Mas arsyad berjalan dengan sedikit pelan,ia berhenti tepat di depan perutku ,mas arsyad duduk berjongkok dan mengelus perutku
" anak ayah,selama ayah pergi jaga bunda ya nak,jangan buat bunda kesakitan,lihatlah karna kalian bunda kelelahan.jadi,bantu ayah menjaga bunda ya nak.love you anaku ,ayah kerja dulu sayang" Ujar arsyad dengan mencium perutku.
Setelah merasa tidurku pulas nyaman akhirnya mas arsyad berangkat,di bawah sudah ada asistennya rendi sejak tadi menunggunya .mereka berdua hendak melangkah keluar namun ada suara yg menghentikan langkah mereka
"kau bekerja syad?" tanya ifah kakak ifarku kepada mas arsyad.
Mas arsyad membalik badanya lalu tersenyum hangat
"iya kak,ada klien dari jerman yg ingin bertemu ,dan aku sendiri yg harus menemuinya" jawab arsyad.
ifah mengangguk
"lalu istrimu?"
arsyad menepuk jidatnya hampir saja ia lupa.
"kak tolong temeni istriku di kamar ya,aku takut atiqah bosan sendirian kak,dan aku titip istriku kepada kakak" jawab arsyad.
kakak ifarku mengangguk lalu mengizinkan adik ifarnya pergi .aku yg masih tertidur pulas tak memberikan reaksi apapun,suara pintu terbuka,ifah masuk dengan langkah kaki yg ia buat sepelan mungkin
__ADS_1
"ya allah kau pucat sekapi atiqah,dede bayi jangan nakal ya kasihan bundamu,bunda sangat pucat "ujar ifah dengan mengelus perut rataku.
ifah pun berjalan kesopa Dengan memainkan laptopnya,ia mengerjakan pekerjaannya serius,beberapa menit berlalu kak ifah pun berjalan ke arahku ,ia melihat keningku berkerut dengan memegang perutku .kak ifah ketakutan melihatku kesakitan seperti ini
"aaaakkkkhhh!sss_sakiiiittttt ..m_massss...,t_tolongggg ,ssss_sakiiiittt "ujarku dengan sedikit berteriak .
kak ifah pun sangat panik dan ketakutan ,ia pun segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi dokter tersebut,setelah itu ia menghubungi arsyad.
Sedangkan di kantor arsyad...
perasaan mas arsyad tak menentu,ia seperti di landa rasa takut dan kecemasan yg besar,hingga tiba-tiba telinganya mendengar suara telphone berdering ,ia memeriksa apakah handphonnya? Benar saja nama kak ifah tertera di sana .mas arsyad segera mengangkatnya tanpa berlama-lama.
"Hallo assalamualaikum iya kak,ada apa?" ujar mas arsyad.
"Pulanglah segera syad,istrimu,istrimu pingsan" jawab kak ifah.
mas arsyd tak mengatakan apapun lagi ia segera menyimpan ponselnya dan meraih tote bag nya
Rendi pun mengangguk cepat dan mengirim email kepada klienya,mereka tidak akan rugi jika hanya kehilangan satu klien di tambah klien tersebut sepertinya sudah mempermainkan mereka .itulah sebabnya wajah sang bos memerah dan terlihat murka.
Mas arsyad segera meluncur,ia pulang dengan terburu-buru bersyukur yg membawa mobil adalah asistenya.
"LEBIH CEPAT RENDIII!!" rendi meneguk salivahnya susah payah ini sudah kecepoatan diatas rata-rata harus secepat apa lagi?.
beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai juga,mas arsyad segera berlari turun,dan melangkah cepat ke kamarnya .para pekerja di sana memandang iba kepada mas arsyad
"sayaaaang" teriak mas arsyad di daun pintu.semua orang yg ada di kamar itu serentak menoleh termasuk dokter yg menanganiku.mas arsyad berlari dan memeluku erat yg matanya masih terpejam.
"Mas sudah bilang mas tidak ingin pergi,kenapa kau memaksaku,lihatlah kau seperti ini sekarang!" ujar mas arsyad dengan menangis sesegukan.
Tak ada yg menegur semua orang memMemberi peluang bagi mas arsyad mengekspresikan perasaanya,saat sudah tenang mas arsyad melepaskan pelukannya lalu menatap dokter tersebut.
__ADS_1
"Istri saya kenapa dok?" tanya mas arsyad dingin."istri bapak baik-baik saja ,hanya keram perut hal itu biasa bagi ibu hamil yg kandunganya lemah,tapi bapak tidak perlu khawatir anak dan ibunya baik-baik saja!" jawab dokter tersebut.
mas arsyad bernafas lega lalu membalikan badanya kembali berjalan ke arahku
"terimakasih dokter" ucap mas arsyad pelan nyaris tak terdengar.
Dokter itu pun menganggum dan pamit undur diri,tinggallah mas arsyad seorang di kamar itu yg menemaniku .mas arsyad memeluku dan terus mencium ku dengan penuh kasih sayanng,ia benar-benar takut kehilangan istri dan calon anaknya.
****
Setelah kejadian tersebut kini Arsyad benar-benar menjaga Atiqah dengan sangat baik ia sama sekali tidak membiarkan Atiqah mengerjakan pekerjaan sedikit pun bahkan saat Atiqah hendak ke kamar mandi pun Arsyad menggendongnya membuat Atiqah menjadi kesal dengan sikap berlebihan Arsyad.
"Sayang aku baik-baik saja,kamu jangan berlebihan " protes Atiqah cemberut
"aku sampai enggak mau kamu sampai kenapa-napa sayang "balas Arsyad sembari mengelus rambut Atiqah
"aku tau kamu khawatir sama aku tapi aku enggak mau kamu bersikap berlebihan begini " tutur Atiqah
"apa aku sudah membuat kamu enggak nyaman sayang? Tanya Arsyad merasa bersalah "enggak gitu sayang ,aku cuman engga mau kamu terlalu khawatir sama aku,aku engga mau kamu terlalu memperhatikan aku sampai kamu lupa sama diri kamu sendiri dan sekarang kamu juga belum makan kan ? Kamu tunggu dulu di sini dulu ya aku mau ambilin makanan untuk kamu "ucap Atiqah sembari melangkah pergi .
Arsyad hanya mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa saat Atiqah mengomeli nya ia seperti kucing kecil yg tunduk saat majikanya memarahinya.
Atiqah membawa satu piring makanan untuk Arsyad karna sedari pagi Arsyad belum memakan apapun karna selalu berada di sisi Atiqah.
"Aku mau kamu habisin ini semua" ucap Atiqah.
"Itu banyak banget loh sayang " protes Arsyad
"aku engga mau tau ,kamu harus habisin ini semua"
Akhirnya arsyad pun pasrah,laluAtiqah pun menyuapi Arsyad sedangkan Arsyad ia terus saja membuka mulutnya sampai makanan tersebut habis.
__ADS_1