Assalamualaikum Bidadariku

Assalamualaikum Bidadariku
merelakan ..


__ADS_3

***level tertinggi mencintai adalah merelakan dia yg kita sayangi bahagia bersama dengan orang lain.


aku mencoba ikhlas dari suatu kehilangan dan tersenyum dari suatu kesakitan***


terimakasih untuk kesempatan mengenalmu .itu adalah salah satu anugrah terbesar dalam hidup ku .


muhammad mirza ✍🏻


________________________________


Arsyad sedang duduk termenung di kursi yg berada di balkon kamar baim.sudah dari satu jam yg lalu Arsyad seperti itu,tatapanya kosong.


"Aku telah menahan rasa sabar, rasa kesal, tertekan batin, dan mengorbankan seluruh perasaanku ini.


"Di sini kau meninggalkan aku dengan kesedihan dan di sana kau akan menikah bersama dia yang kau pilih sebagai penggantiku."


"sakit?


Ya hatiku sangat sakit Arsyad juga manusia biasa yg bisa merasakan bagaimana sakitnya di khianati oleh orang yg ia sayangi .


Marah


kecewa


Sedih


itu semua Arsyad rasakan ,masih tidak percaya dengan ini semua.


"dek kenapa kamu mengingkari janji itu ,apa kau tau perasaanku saat ini?hatiku sangat hancur ,hidupku tak menentu hiks..hiks."


Tiba-tiba ponsel Arsyad berbunyi menandakan ada panggilan masuk.Arsyad langsung bangkit dan mengambil ponsel yg terletak di tengah kasur.


"assalamualaikum Arsyad,bisa kita bertemu?"


"waalaikumsalam ada hal apa mau bertemu dengan ku?" ucap Arsyad ketus


" ada yg ingin ku bicarakan padamu ,temui aku di restoran Kalpa Tree Cafe sekarang "


"baikhlah " ucap Arsyad yg langsung mematikan sambungan telpon ya.


ia segera pergi menuju tempat yg di tuju,Dilain tempat Arsyad sudah sampai yg tengah menunggu seseorang,sudah menunggu sejak lima menit yg lalu dirinya menunggu tapi orang yg di tunggu masih belum menunjukan batang hidungnya.

__ADS_1


Restoran ala kaum elit yg menjadi tempat pertemuan ya membuat Arsyad memesan satu satu gelas kopi pahit tanpa gula ,entah mengapa semenjak tinggal di amerika dirinya menjadi penyuka kopi pahit.


Besok pernikahan mirza dan Atiqah ,pernikahan sederhana katanya .tapi tetep saja rasa hancur di hatinya semakin menggebu.


Pesanan satu gelas kopi hitam pahit datang,Arsyad menyesapnya sedikit,rasa hangat dan pahit langsung terasa.baginya ini tidak sepahit kehidupan nya. Seseorang yg di tunggu akhirnya datang juga ,Arsyad langsung tersenyum canggung seraya bangkit dari duduknya.


" assalamualaikum"


pria itu tampak terlihat sedikit pucat dan terlihat tergesa-gesa


" walaikumsalam ,silahkan duduk".


Keduanya langsung duduk di kursi dengan saling berhadapan,meja bulat yg jadi pemisah keduanya.


" maaf saya terlambat.tadi ada sedikit kendala jadi lama"


Melemparkan senyum ramah ,seraya melihat jam tangan yg melilit di tangan kiri.Arsyad mengangguk saja .


" tidak masalah.ouh ya,sudah pesan ? Apa anda ingin pesan sesuatu?"


mirza menggeleng


" terima kasih saya tidak ingin pesan apa-apa"


" langsung ke intinya aja,apa tujuan anda ingin bertemu dengan saya?"


mirza tersenyum mengerti,dengan menarik napas dalam-dalam mirza mulai berbicara serius.


" saya sudah tau semuanya,tentang janji yg kamu buat dengan Atiqah .tentang perjodohan kalian di waktu dulu,dan tentang khitbah kamu yg di tolak Atiqah."


Sebenarnya mirza sudah tau dari baim dan arsyadlah yg telah menyuruh baim menceritakan semuanya dengan bukti foto Arsyad dan Atiqah waktu khitbahnya di tolak.


"Selama ini aku tidak bisa merasakan kalau Atiqah bahagia saat bersama saya,tapi saya bisa melihat kalau Atiqah bahagia bersamamu"


mirza diam kenapa dirinya merasa bersalah . seperti org yg telah merebut kekasih pria yg ada di hadapan ya ini.


" kalau begitu aku punya satu permintaan " ucapnya dengan serius.


Arsyad mengerutkan dahinya.


" apa itu?"

__ADS_1


" besok adalah pernikahan saya dan Atiqah"


" lalu?"


" gantikan saya sebagai calon mempelai pria ,dan menikahlah dengan ya "


tegasnya seraya memegangi dadanya yg berdenyut sakitArsyad terperanjat kaget,dengan membenarkan posisi duduk dengan kembali tegak,Arsyad mengerjap tak percaya.


"Hahaha.anda bercanda" tawa sumbang dengan menatap mirza lekat untuk mengetahui apa yg barusan dirinya dengar itu serius apa tidak,sepertinya pria yg duduk di hadapan ya memang serius.


Menyunggikan senyum dengan masih memegangi dadanya yg berdenyut sakit.ah ,entahlah ini sakit karna penyakit yg dirinya derita,apa sakit karna keputusan ya sendiri,bodoh rasanya.


" saya serius besok pagi jam 9 datanglah ke mesjid besar pondok pesantren,karna rencananya ijab mobil akan di laksanakan di sana"


entahlah,Arsyad bingung dirinya harus bagaimana.senang atau sedih! Ini terlalu mengejutkan untuk dirinya sendiri.


" saya tau kamu pasti sangat terkejut ,inu memang terlambat karna besok hari pernikahan nya .selama ijab kobul dan kata sah belum terucap bagi saya itu belum terlambat".


Arsyad memalingkan wajahnya ,entah kenapa rasanya sangat tak tega melihat mirza.pria itu sangat tulus mencintai Atiqah ,tapi bukanya dirinya sama Sangat tulus mencintai Atiqah.rasa ingin memiliki tertancap yakin dalam hati.


menoleh ke mirza pria itu tersenyum ramah padanya sedari tadi tangan ya terus memegangi dada,apakah sakit,apakah dia terluka,apa dia berusaha untuk ikhlas dan kuat.menerka-nerka apa yg pria d hadapan ya itu sedang rasakan sekarang membuat hati Arsyad kalut tak menentu.


"Aku tidak sejahat itu"


bingung dan entah harus bicara apa bagaimana Arsyad bisa bicara seperti itu dengan wajah suram


" saya mohon Arsyad menikahlah dengan Atiqah. Kalian telah terucap janji satu sama lain,hindarilah sifat ingkar ! Perbuatan ingkar itu sangat di benci allah ,ingkar janji sama saja dengan sifat munafik jadi jauhi sifat keduanya"


Arsyad,terdiam dengan menatap mirza datar.


" saya akan pastikan kalau Atiqah akan menerima pernikahan ini sesuai dengan saya harapkan".


" saya pamit pulang .tolong pikirkanlah dengan baik-baik.saya yakin kamu adalah jodoh yg tepat untuk seorang bidadari seperti Atiqah.assalamualaikum"


mirza beranjak pergi ,Arsyad mengangguk Seraya membalas ucapan salam dari mirza.menatap punggung mirza yg semakin menjauh dan menghilang tepat di pintu keluar.


" apa yg terjadi barusan ,seperti mimpi di siang bolong" berdecak seraya meneguk kopi hitam pahit itu hingga tandas.


membayar bil pembayaran dan meletakan uang di atas meja,Arsyad buru-buru keluar untuk mengejar mirza,rasanya ada yg harus di sampaikan pada pria itu .Arsyad melihat sekeliling luar restoran dan parkiran tapi sayang sosok mirza sudah tidak ada.


Rasanya dia seperti seorang pelakor,perebut calon istri orang lebih tepatnya dia bukan merebut tapi ingin memperjuangkan rasa cintanya. Teringat film tv yg selalu tayang di indosiar dengan judul suara hati istri ,dimana istrinya selalu tersakiti dan menangis tak berdaya,apakah Arsyad harus mengganti judul film itu dengan suara hati pria,dimana dirinya juga sering tersakiti,ini sangatlah konyol.

__ADS_1


.


__ADS_2